KULINER
Jendela Rasa: Destinasi Kuliner Baru di Bintaro, Sajikan Sate Madura hingga Ayam Tangkep
Yuni Yuli Yanti
Rabu 21 Januari 2026 / 16:34
Tangerang: Belakangan ini, industri kuliner tengah diramaikan dengan 'menjamurnya' restoran-restoran makanan Asia di beberapa wilayah Indonesia.
Kini masyarakat pun dapat dengan mudah mencoba Sushi dari Jepang, Bulgogi dari Korea hingga TomYum dari Thailand.
Di tengah popularitas makanan-makanan tersebut, Jendela Rasa hadir memperkenalkan dan menyuguhkan beragam kekayaan kuliner nusantara untuk masyarakat dari semua kalangan, terutama generasi muda.
Restoran yang berlokasi di Bintaro, Tangerang ini menegaskan komitmennya dalam melestarikan kuliner lokal.
"Eksplorasi makanan Indonesia itu sangat luas dan belum ada habisnya. Kami ingin menyajikan kekayaan rasa dari berbagai daerah, seperti Ayam Tangkap Aceh, Iga Gongso Jawa Tengah, hingga masakan Sunda. Kami tidak ingin mendiskriminasi daerah tertentu, tapi kami ingin merayakan kekayaan kuliner Indonesia," ujar Bimo Agung Wibowo, Brand Manager Jendela Rasa.

(Beragam menu khas nusantara bisa kamu nikmati di restoran Jendela Rasa, Bintaro. Foto: Dok. Yuni)
Salah satu talenta berbakat yang bergabung adalah Hasbi, mantan peserta MasterChef Indonesia (Musim 6/2020).
Menurut Bimo, kolaborasi lintas generasi ini bertujuan untuk mengemas makanan tradisional Indonesia agar lebih relevan dan dapat diterima oleh lidah serta selera generasi muda saat ini, tanpa sedikit pun menghilangkan keaslian rasanya.
"Ini adalah upaya untuk menjaga agar warisan kuliner tetap hidup di tengah perubahan zaman," tambah Bimo.

(Jendela Rasa dimaknai sebagai jendela batin tempat kita melihat ke dalam diri melalui indera pencecap. Foto: Dok. Yuni)
Pelayanan di sini juga tidak dipandang sebagai transaksi bisnis semata, melainkan sebagai bentuk silaturahmi.
"Setiap tamu disambut sebagai manusia utuh, bukan sekadar pelanggan. Inilah yang menjadi pembeda utama Jendela Rasa dalam lanskap kuliner perkotaan; sebuah tempat di mana makanan menjadi medium dialog antara masa lalu dan masa kini," jelas Bimo.
Selain dapat dinikmati langsung di tempat, agar pelanggan dapat merasakan atmosfer silaturahmi yang hangat, Jendela Rasa juga memberikan kemudahan dengan pemesanan makanan secara daring (online) melalui situs web resmi Jendela Rasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)
Kini masyarakat pun dapat dengan mudah mencoba Sushi dari Jepang, Bulgogi dari Korea hingga TomYum dari Thailand.
Di tengah popularitas makanan-makanan tersebut, Jendela Rasa hadir memperkenalkan dan menyuguhkan beragam kekayaan kuliner nusantara untuk masyarakat dari semua kalangan, terutama generasi muda.
Restoran yang berlokasi di Bintaro, Tangerang ini menegaskan komitmennya dalam melestarikan kuliner lokal.
"Eksplorasi makanan Indonesia itu sangat luas dan belum ada habisnya. Kami ingin menyajikan kekayaan rasa dari berbagai daerah, seperti Ayam Tangkap Aceh, Iga Gongso Jawa Tengah, hingga masakan Sunda. Kami tidak ingin mendiskriminasi daerah tertentu, tapi kami ingin merayakan kekayaan kuliner Indonesia," ujar Bimo Agung Wibowo, Brand Manager Jendela Rasa.

(Beragam menu khas nusantara bisa kamu nikmati di restoran Jendela Rasa, Bintaro. Foto: Dok. Yuni)
Kolaborasi lintas generasi
Kekuatan utama Jendela Rasa terletak pada kurasi masakannya yang berbasis makna. Di balik layar, tim dapur merupakan gabungan harmonis antara chef senior dan junior.Salah satu talenta berbakat yang bergabung adalah Hasbi, mantan peserta MasterChef Indonesia (Musim 6/2020).
Menurut Bimo, kolaborasi lintas generasi ini bertujuan untuk mengemas makanan tradisional Indonesia agar lebih relevan dan dapat diterima oleh lidah serta selera generasi muda saat ini, tanpa sedikit pun menghilangkan keaslian rasanya.
"Ini adalah upaya untuk menjaga agar warisan kuliner tetap hidup di tengah perubahan zaman," tambah Bimo.

(Jendela Rasa dimaknai sebagai jendela batin tempat kita melihat ke dalam diri melalui indera pencecap. Foto: Dok. Yuni)
Kuliner sebagai ruang kesadaran
Setiap hidangan di restoran ini disajikan dengan penuh kesadaran untuk lebih dekat dengan alam. Penggunaan alas daun, material alami, serta komposisi rasa yang seimbang merupakan upaya untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang jujur dan membumi.Pelayanan di sini juga tidak dipandang sebagai transaksi bisnis semata, melainkan sebagai bentuk silaturahmi.
"Setiap tamu disambut sebagai manusia utuh, bukan sekadar pelanggan. Inilah yang menjadi pembeda utama Jendela Rasa dalam lanskap kuliner perkotaan; sebuah tempat di mana makanan menjadi medium dialog antara masa lalu dan masa kini," jelas Bimo.
Selain dapat dinikmati langsung di tempat, agar pelanggan dapat merasakan atmosfer silaturahmi yang hangat, Jendela Rasa juga memberikan kemudahan dengan pemesanan makanan secara daring (online) melalui situs web resmi Jendela Rasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(yyy)