KULINER
Bbasam Buka Restoran Pertama di Bali, Sajikan Korean BBQ dengan Butter-Aging 144 Jam
Elang Riki Yanuar
Sabtu 17 Oktober 2026 / 14:38
- Bbasam membuka cabang internasional pertamanya di Bali dengan mengandalkan Korean BBQ dan teknik butter-aging daging selama 144 jam.
- Restoran asal Seoul, Bbasam, menghadirkan samgyeopsal dengan tekstur renyah di luar dan juicy di dalam melalui proses aging dua tahap.
- Berlokasi di Kerobokan, Bali, Bbasam menawarkan pengalaman Korean BBQ dengan daging yang dipanggang langsung di meja serta pilihan stew dan hidangan penutup.
Jakarta: Bbasam, restoran Korean BBQ asal Seoul, Korea Selatan, resmi membuka cabang internasional pertamanya di Kerobokan, Bali, pada Oktober 2026. Restoran ini menawarkan pengalaman menikmati samgyeopsal dengan teknik butter-aging selama 144 jam yang menjadi ciri khasnya.
Berbeda dari restoran Korean BBQ pada umumnya, Bbasam mengandalkan proses pengolahan daging selama enam hari untuk menghasilkan cita rasa yang lebih kaya dan tekstur yang khas. Daging kemudian dipanggang langsung di meja oleh staf restoran agar dapat dinikmati pada kondisi terbaik.
Pembukaan restoran di Bali menjadi langkah pertama Bbasam untuk memperluas jangkauan bisnisnya ke luar Korea Selatan. Operasional restoran ini dikelola oleh Kawano Group, perusahaan di bidang makanan dan minuman yang juga menaungi sejumlah restoran, seperti The Grill, Honzen, dan Tonton Kumamoto Ramen Bar.
Bbasam pertama kali memperkenalkan konsep butter-aged pork belly pada 2023. Sejak saat itu, teknik pengolahan tersebut menjadi pembeda utama yang ditawarkan kepada pengunjung, khususnya pencinta hidangan daging babi ala Korea.
Proses pengolahan samgyeopsal di Bbasam dilakukan melalui dua tahap aging dengan durasi masing-masing 72 jam. Tahap pertama menggunakan teknik dry-aging untuk mengurangi kadar air pada daging, memperkaya cita rasa, dan menghasilkan tekstur yang lebih lembut.
Setelah melewati proses tersebut, daging dilapisi butter sebelum menjalani tahap aging kedua selama 72 jam. Lapisan butter berfungsi melindungi daging dari paparan udara selama proses pematangan, sekaligus membantu membentuk karakter rasa yang menjadi identitas Bbasam.
Teknik ini menghasilkan daging dengan perpaduan tekstur yang kontras ketika dipanggang. Bagian luarnya terasa renyah, sementara bagian tengahnya tetap juicy. Cita rasanya pun memiliki karakter gurih dan toasty tanpa meninggalkan kesan terlalu berat.
Owner Chef Bbasam, Gyeo-wool Kim, mengatakan penggunaan butter dalam proses aging bertujuan memperkaya rasa daging, bukan membuatnya terasa lebih berminyak.
“Banyak orang mendengar kata ‘butter’ dan ‘pork belly’, lalu membayangkan sesuatu yang berat. Namun, gigitan pertama justru memberikan kejutan. Proses aging dengan butter tidak membuat daging menjadi berminyak, melainkan memberikan kedalaman rasa dan karakter toasty yang lebih kaya, sementara akhirnya tetap terasa clean. Kontras inilah yang menjadi inti dari Bbasam,” ujar Gyeo-wool Kim, Owner Chef Bbasam.
Pemilihan Bali sebagai lokasi ekspansi pertama di luar Korea Selatan juga didasarkan pada karakter pulau tersebut sebagai destinasi internasional. Bali menjadi tempat bertemunya wisatawan dan masyarakat dari berbagai negara, termasuk mereka yang mencari pengalaman kuliner berbeda selama berlibur.
Bbasam berlokasi di Kerobokan, kawasan yang berada di antara Seminyak dan Canggu. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu tujuan kuliner di Bali, sehingga dinilai sesuai untuk memperkenalkan konsep Korean BBQ dengan teknik pengolahan daging yang tidak biasa.
Marketing Manager Kawano Group, Deri, mengatakan Bali memberikan peluang untuk memperkenalkan pengalaman bersantap khas Korea kepada pengunjung dari berbagai latar belakang.
“Bali adalah tempat di mana orang-orang dari seluruh dunia datang untuk makan. Kami ingin menghadirkan pengalaman Korean dining yang unik dan tetap diingat bahkan setelah mereka kembali ke negara asal,” ujar Deri, Marketing Manager Kawano Group.
Pengalaman bersantap di Bbasam tidak hanya berfokus pada proses aging daging, tetapi juga cara penyajiannya. Setiap potongan daging dipanggang langsung di meja oleh staf restoran untuk memastikan pengunjung dapat menikmati hidangan pada waktu yang tepat, ketika tekstur dan rasanya berada dalam kondisi optimal.
Selain butter-aged samgyeopsal sebagai menu andalan, restoran ini menyediakan pilihan potongan daging lainnya, Korean stew, serta hidangan penutup. Beragam menu tersebut melengkapi pengalaman Korean BBQ yang ditawarkan Bbasam kepada para pengunjung.
Restoran Bbasam di Bali memiliki kapasitas sekitar 80 orang yang terbagi dalam dua lantai. Pengunjung juga dapat memilih area tempat duduk dekat jendela di lantai atas, yang bisa menjadi pilihan untuk bersantap bersama teman maupun keluarga.
Melalui pembukaan cabang di Kerobokan, Bbasam membawa konsep Korean BBQ dengan teknik butter-aging khas Seoul ke pasar internasional. Pengalaman ini menggabungkan proses pengolahan daging selama 144 jam, pemanggangan langsung di meja, dan beragam pilihan hidangan dalam satu pengalaman bersantap.
(ELG)
Berbeda dari restoran Korean BBQ pada umumnya, Bbasam mengandalkan proses pengolahan daging selama enam hari untuk menghasilkan cita rasa yang lebih kaya dan tekstur yang khas. Daging kemudian dipanggang langsung di meja oleh staf restoran agar dapat dinikmati pada kondisi terbaik.
Pembukaan restoran di Bali menjadi langkah pertama Bbasam untuk memperluas jangkauan bisnisnya ke luar Korea Selatan. Operasional restoran ini dikelola oleh Kawano Group, perusahaan di bidang makanan dan minuman yang juga menaungi sejumlah restoran, seperti The Grill, Honzen, dan Tonton Kumamoto Ramen Bar.
Bbasam pertama kali memperkenalkan konsep butter-aged pork belly pada 2023. Sejak saat itu, teknik pengolahan tersebut menjadi pembeda utama yang ditawarkan kepada pengunjung, khususnya pencinta hidangan daging babi ala Korea.
Proses pengolahan samgyeopsal di Bbasam dilakukan melalui dua tahap aging dengan durasi masing-masing 72 jam. Tahap pertama menggunakan teknik dry-aging untuk mengurangi kadar air pada daging, memperkaya cita rasa, dan menghasilkan tekstur yang lebih lembut.
Setelah melewati proses tersebut, daging dilapisi butter sebelum menjalani tahap aging kedua selama 72 jam. Lapisan butter berfungsi melindungi daging dari paparan udara selama proses pematangan, sekaligus membantu membentuk karakter rasa yang menjadi identitas Bbasam.
Teknik ini menghasilkan daging dengan perpaduan tekstur yang kontras ketika dipanggang. Bagian luarnya terasa renyah, sementara bagian tengahnya tetap juicy. Cita rasanya pun memiliki karakter gurih dan toasty tanpa meninggalkan kesan terlalu berat.
Owner Chef Bbasam, Gyeo-wool Kim, mengatakan penggunaan butter dalam proses aging bertujuan memperkaya rasa daging, bukan membuatnya terasa lebih berminyak.
“Banyak orang mendengar kata ‘butter’ dan ‘pork belly’, lalu membayangkan sesuatu yang berat. Namun, gigitan pertama justru memberikan kejutan. Proses aging dengan butter tidak membuat daging menjadi berminyak, melainkan memberikan kedalaman rasa dan karakter toasty yang lebih kaya, sementara akhirnya tetap terasa clean. Kontras inilah yang menjadi inti dari Bbasam,” ujar Gyeo-wool Kim, Owner Chef Bbasam.
.jpg)
Pemilihan Bali sebagai lokasi ekspansi pertama di luar Korea Selatan juga didasarkan pada karakter pulau tersebut sebagai destinasi internasional. Bali menjadi tempat bertemunya wisatawan dan masyarakat dari berbagai negara, termasuk mereka yang mencari pengalaman kuliner berbeda selama berlibur.
Bbasam berlokasi di Kerobokan, kawasan yang berada di antara Seminyak dan Canggu. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu tujuan kuliner di Bali, sehingga dinilai sesuai untuk memperkenalkan konsep Korean BBQ dengan teknik pengolahan daging yang tidak biasa.
Marketing Manager Kawano Group, Deri, mengatakan Bali memberikan peluang untuk memperkenalkan pengalaman bersantap khas Korea kepada pengunjung dari berbagai latar belakang.
“Bali adalah tempat di mana orang-orang dari seluruh dunia datang untuk makan. Kami ingin menghadirkan pengalaman Korean dining yang unik dan tetap diingat bahkan setelah mereka kembali ke negara asal,” ujar Deri, Marketing Manager Kawano Group.
Pengalaman bersantap di Bbasam tidak hanya berfokus pada proses aging daging, tetapi juga cara penyajiannya. Setiap potongan daging dipanggang langsung di meja oleh staf restoran untuk memastikan pengunjung dapat menikmati hidangan pada waktu yang tepat, ketika tekstur dan rasanya berada dalam kondisi optimal.
Selain butter-aged samgyeopsal sebagai menu andalan, restoran ini menyediakan pilihan potongan daging lainnya, Korean stew, serta hidangan penutup. Beragam menu tersebut melengkapi pengalaman Korean BBQ yang ditawarkan Bbasam kepada para pengunjung.
Restoran Bbasam di Bali memiliki kapasitas sekitar 80 orang yang terbagi dalam dua lantai. Pengunjung juga dapat memilih area tempat duduk dekat jendela di lantai atas, yang bisa menjadi pilihan untuk bersantap bersama teman maupun keluarga.
Melalui pembukaan cabang di Kerobokan, Bbasam membawa konsep Korean BBQ dengan teknik butter-aging khas Seoul ke pasar internasional. Pengalaman ini menggabungkan proses pengolahan daging selama 144 jam, pemanggangan langsung di meja, dan beragam pilihan hidangan dalam satu pengalaman bersantap.
(ELG)