KULINER
Normal Sugar, Less Sugar, atau No Sugar? Begini Cara Memilih Kadar Gula Kopi
A. Firdaus
Selasa 06 Oktober 2026 / 17:09
- Kenali perbedaan kadar gula dalam kopi dan pilihan yang lebih masuk akal untuk kebiasaan ngopi sehari-hari.
- Pilihan kadar gula ini terdengar sederhana. Tinggal memilih seberapa manis kopi yang diinginkan.
- Kebiasaan ngopi sebenarnya tidak harus berakhir dengan pilihan ekstrem antara kopi supermanis atau kopi pahit tanpa gula.
Jakarta: Buat banyak anak muda, ngopi bukan lagi sekadar urusan kafein. Ada yang menjadikannya teman bekerja, teman nongkrong, sampai ritual wajib sebelum memulai aktivitas. Namun, ketika memesan kopi di coffee shop, muncul satu pilihan yang sering bikin mikir: normal sugar, less sugar, half sugar, atau no sugar?
Pilihan kadar gula ini terdengar sederhana. Tinggal memilih seberapa manis kopi yang diinginkan. Padahal, masing-masing pilihan bisa menghasilkan komposisi gula yang berbeda, terutama pada minuman kopi yang menggunakan gula cair, simple syrup, brown sugar, atau pemanis lain.
Normal sugar biasanya berarti minuman dibuat mengikuti takaran standar kedai. Artinya, barista menggunakan jumlah gula atau syrup sesuai resep minuman tersebut. Takaran ini bukan berarti semua coffee shop menggunakan jumlah gula yang sama. Kopi susu dengan normal sugar di satu kedai bisa terasa jauh lebih manis dibandingkan minuman serupa di kedai lain.
Sementara itu, less sugar umumnya berarti jumlah gula dikurangi dari takaran standar. Namun, berapa banyak pengurangannya juga tidak memiliki ukuran universal. Ada coffee shop yang mengurangi sekitar seperempat takaran, ada pula yang menggunakan standar 70–80 persen dari resep normal.
Berbeda lagi dengan half sugar, yang secara sederhana berarti sekitar setengah dari takaran gula standar. Jika sebuah minuman biasanya menggunakan dua takaran syrup, misalnya, versi half sugar secara konsep menggunakan sekitar satu takaran.
Lalu ada no sugar, yang berarti gula tambahan tidak diberikan atau dihilangkan dari resep. Namun, ini bukan berarti minuman tersebut otomatis bebas gula. Susu, krimer, saus, atau bahan lain yang digunakan dalam minuman tetap bisa mengandung gula alami maupun gula tambahan.
Bayangkan sebuah coffee shop menggunakan empat takaran gula sebagai standar untuk satu minuman. Secara sederhana, pilihan konsumen bisa digambarkan seperti ini:
Pilihan Perkiraan takaran dibanding resep standar
Normal sugar: 100%
Less sugar: sekitar 70–80%*
Half sugar: sekitar 50%
No sugar: 0% gula tambahan*
*Takaran sebenarnya bergantung pada standar masing-masing coffee shop.
Artinya, memilih less sugar tidak selalu sama dengan half sugar. Begitu pula no sugar tidak selalu berarti minuman tersebut sama sekali tidak mengandung gula.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jenis minumannya. Kopi hitam tanpa gula tentu berbeda dengan es kopi susu yang menggunakan susu, syrup, saus karamel, atau topping. Bahkan ketika konsumen memilih no sugar, bahan lain dalam minuman tetap dapat menyumbang rasa manis dan kandungan gula.
Kalau biasanya memesan normal sugar dan ingin mulai mengurangi gula, tidak harus langsung lompat ke no sugar. Buat sebagian orang, perubahan rasa yang terlalu drastis justru membuat kopi terasa kurang nikmat dan akhirnya kembali ke pesanan sebelumnya.
Pilihan less sugar atau half sugar bisa menjadi jalan tengah. Lidah tetap mendapatkan rasa manis, tetapi jumlah gula tambahan dari resep standar dapat dikurangi.
Buat yang sudah terbiasa dengan rasa kopi yang lebih bold, no sugar bisa menjadi pilihan paling sederhana. Kopi juga dapat terasa lebih menonjol karena rasa manis tidak lagi mendominasi.
Namun, ada satu hal yang sering luput: jangan hanya terpaku pada pilihan kadar gula di aplikasi pemesanan.
Kalau ingin benar-benar mengurangi gula, perhatikan juga jenis minumannya. Kopi hitam, americano, atau espresso tanpa tambahan gula tentu berbeda dengan kopi susu yang menggunakan syrup, saus, whipped cream, atau topping manis.
Dengan kata lain, memilih half sugar pada minuman yang penuh syrup dan topping belum tentu membuatnya “rendah gula”.
Kebiasaan ngopi sebenarnya tidak harus berakhir dengan pilihan ekstrem antara kopi supermanis atau kopi pahit tanpa gula. Ada banyak cara untuk menemukan titik tengah.
Mulai dari normal sugar ke less sugar, kemudian mencoba half sugar ketika lidah sudah mulai terbiasa. Jika ternyata tetap enak, no sugar bisa menjadi pilihan berikutnya.
Buat anak muda yang hampir setiap hari membeli kopi, perubahan kecil seperti ini justru lebih realistis. Sebab, yang penting bukan sekadar satu gelas kopi hari ini, tetapi kebiasaan yang dilakukan berulang kali.
Jadi, saat barista bertanya, “Normal atau less sugar?”, jangan otomatis menjawab normal. Kalau sedang ingin mengurangi gula, less sugar atau half sugar bisa menjadi kompromi yang masuk akal tanpa harus mengorbankan ritual ngopi.
(FIR)
Pilihan kadar gula ini terdengar sederhana. Tinggal memilih seberapa manis kopi yang diinginkan. Padahal, masing-masing pilihan bisa menghasilkan komposisi gula yang berbeda, terutama pada minuman kopi yang menggunakan gula cair, simple syrup, brown sugar, atau pemanis lain.
Normal sugar biasanya berarti minuman dibuat mengikuti takaran standar kedai. Artinya, barista menggunakan jumlah gula atau syrup sesuai resep minuman tersebut. Takaran ini bukan berarti semua coffee shop menggunakan jumlah gula yang sama. Kopi susu dengan normal sugar di satu kedai bisa terasa jauh lebih manis dibandingkan minuman serupa di kedai lain.
Sementara itu, less sugar umumnya berarti jumlah gula dikurangi dari takaran standar. Namun, berapa banyak pengurangannya juga tidak memiliki ukuran universal. Ada coffee shop yang mengurangi sekitar seperempat takaran, ada pula yang menggunakan standar 70–80 persen dari resep normal.
Berbeda lagi dengan half sugar, yang secara sederhana berarti sekitar setengah dari takaran gula standar. Jika sebuah minuman biasanya menggunakan dua takaran syrup, misalnya, versi half sugar secara konsep menggunakan sekitar satu takaran.
Lalu ada no sugar, yang berarti gula tambahan tidak diberikan atau dihilangkan dari resep. Namun, ini bukan berarti minuman tersebut otomatis bebas gula. Susu, krimer, saus, atau bahan lain yang digunakan dalam minuman tetap bisa mengandung gula alami maupun gula tambahan.
Jadi, apa bedanya di dalam satu gelas?
Bayangkan sebuah coffee shop menggunakan empat takaran gula sebagai standar untuk satu minuman. Secara sederhana, pilihan konsumen bisa digambarkan seperti ini:
Pilihan Perkiraan takaran dibanding resep standar
Normal sugar: 100%
Less sugar: sekitar 70–80%*
Half sugar: sekitar 50%
No sugar: 0% gula tambahan*
*Takaran sebenarnya bergantung pada standar masing-masing coffee shop.
Artinya, memilih less sugar tidak selalu sama dengan half sugar. Begitu pula no sugar tidak selalu berarti minuman tersebut sama sekali tidak mengandung gula.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jenis minumannya. Kopi hitam tanpa gula tentu berbeda dengan es kopi susu yang menggunakan susu, syrup, saus karamel, atau topping. Bahkan ketika konsumen memilih no sugar, bahan lain dalam minuman tetap dapat menyumbang rasa manis dan kandungan gula.
Kalau ingin mengurangi gula, harus pilih yang mana?
Kalau biasanya memesan normal sugar dan ingin mulai mengurangi gula, tidak harus langsung lompat ke no sugar. Buat sebagian orang, perubahan rasa yang terlalu drastis justru membuat kopi terasa kurang nikmat dan akhirnya kembali ke pesanan sebelumnya.
Pilihan less sugar atau half sugar bisa menjadi jalan tengah. Lidah tetap mendapatkan rasa manis, tetapi jumlah gula tambahan dari resep standar dapat dikurangi.
Buat yang sudah terbiasa dengan rasa kopi yang lebih bold, no sugar bisa menjadi pilihan paling sederhana. Kopi juga dapat terasa lebih menonjol karena rasa manis tidak lagi mendominasi.
Namun, ada satu hal yang sering luput: jangan hanya terpaku pada pilihan kadar gula di aplikasi pemesanan.
Kalau ingin benar-benar mengurangi gula, perhatikan juga jenis minumannya. Kopi hitam, americano, atau espresso tanpa tambahan gula tentu berbeda dengan kopi susu yang menggunakan syrup, saus, whipped cream, atau topping manis.
Dengan kata lain, memilih half sugar pada minuman yang penuh syrup dan topping belum tentu membuatnya “rendah gula”.
Ngopi tetap enak, gula bisa lebih terkontrol
Kebiasaan ngopi sebenarnya tidak harus berakhir dengan pilihan ekstrem antara kopi supermanis atau kopi pahit tanpa gula. Ada banyak cara untuk menemukan titik tengah.
Mulai dari normal sugar ke less sugar, kemudian mencoba half sugar ketika lidah sudah mulai terbiasa. Jika ternyata tetap enak, no sugar bisa menjadi pilihan berikutnya.
Buat anak muda yang hampir setiap hari membeli kopi, perubahan kecil seperti ini justru lebih realistis. Sebab, yang penting bukan sekadar satu gelas kopi hari ini, tetapi kebiasaan yang dilakukan berulang kali.
Jadi, saat barista bertanya, “Normal atau less sugar?”, jangan otomatis menjawab normal. Kalau sedang ingin mengurangi gula, less sugar atau half sugar bisa menjadi kompromi yang masuk akal tanpa harus mengorbankan ritual ngopi.
(FIR)