GADGET TALK

LIMS Bikin Paranoia Digital: Apakah HP Ratusan Juta Rakyat Bisa Kesadap Sekaligus?

Yatin Suleha
Rabu 04 November 2026 / 19:16
Ringkasnya gini..
  • Hebohnya isu penyadapan ponsel yang menyeret nama Presiden Prabowo sukses bikin jagat digital tanah air geger.
  • Ketika perangkat milik orang nomor satu di Indonesia saja diterpa isu keamanan super serius, wajar banget kalau publik mendadak heboh.
  • Kepanikan ini makin terasa nyata begitu kita sadar ada lebih dari 100 juta pengguna ponsel aktif yang menggantungkan hidupnya di perangkat genggam.
Jakarta: Hebohnya isu penyadapan ponsel yang menyeret nama Presiden Prabowo Subianto sukses bikin jagat digital tanah air geger. 

Ketika perangkat milik orang nomor satu di Indonesia saja diterpa isu keamanan super serius, wajar banget kalau publik mendadak heboh dan saling lempar pertanyaan di media sosial. 

Fenomena ini mendadak membuka mata kita bahwa urusan privasi digital bukan lagi sekadar dongeng di film-film action.

Kepanikan ini makin terasa nyata begitu kita sadar ada lebih dari 100 juta pengguna ponsel aktif di Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada perangkat genggam setiap hari. 
 
Bayangkan, dari urusan kerjaan, dompet digital, sampai obrolan pribadi, semuanya menumpuk di dalam satu HP. 

Wajar banget kalau muncul rasa waswas di tengah masyarakat: "Kalau level Presiden saja bisa diterpa isu penyadapan, gimana nasib data pribadi rakyat biasa kayak kita?"

Namun, sebelum kamu makin overthinking dan keburu panik berlebihan, ada baiknya kita membedah situasinya secara jernih dan rasional. 

Apakah infrastruktur teknologi canggih seperti LIMS benar-benar bisa mengintai ratusan juta ponsel sekaligus, atau justru ada mekanisme dan batasannya? 

 
hp disadap (2)
(LIMS bekerja dengan target spesifik, sehingga tidak bisa menyadap ratusan juta ponsel secara massal. Foto: Ilustrasi/Magnific.com)

 
Yuk, kita bahas tuntas biar kamu makin paham peta keamanannya tanpa perlu tenggelam dalam paranoia digital!
 

Bisakah LIMS ini menyadap 100 juta ponsel milik penduduk RI secara bersamaan?


Dalam berbagai sumber disebutkan, secara teknis dan operasional, LIMS tidak dirancang untuk menyadap 100 juta ponsel secara bersamaan.

LIMS (Lawful Interception Management System) pada dasarnya bekerja dengan metode target spesifik (targeted interception), BUKAN pemantauan masal tanpa batas (mass surveillance).

Faktor utama yang membuatnya tidak realistis untuk menyadap hingga 100 juta HP, antara lain:
 

1. Prinsip Target Khusus (Target Provisioning)


LIMS bekerja berdasarkan pendaftaran entitas target tertentu—seperti nomor telepon, MSISDN, atau nomor IMEI spesifik—yang sudah mengantongi izin/surat perintah hukum. 

Sistem ini memfilter traffic jaringan operator untuk menarik data dari nomor terdaftar saja, bukan merekam seluruh pengguna jaringan.
 

2. Kapasitas Pemrosesan Server & Bandwidth


Merekam, memproses, dan menyimpan data panggilan, teks, hingga lalu lintas internet (data traffic) secara real-time dari 100 juta perangkat membutuhkan infrastruktur data center dan server storage berukuran raksasa yang tidak efisien dan hampir tidak memungkinkan secara biaya maupun teknis.
   

3. Mekanisme Lisensi & Kapasitas Operator


Pada penerapannya di jaringan telekomunikasi, sistem pemantauan biasanya dibatasi oleh kapasitas lisensi (concurrent targets) yang jauh di bawah angka ratusan juta.

Namun, jika yang dimaksud adalah kemampuan LIMS untuk terhubung ke jaringan penyedia layanan yang melayani 100 juta pelanggan, jawabannya bisa. 

Eits, tapi jangan overthinking dulu Bestie. Meski begitu, dari ratusan juta pelanggan tersebut, sistem hanya akan aktif menyadap nomor-nomor tertentu yang dimasukkan ke dalam daftar target resmi.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH