FITNESS & HEALTH

Kelainan pada Mata Bisa Tetap Muncul selama Pengobatan Lepra

Kumara Anggita
Sabtu 14 Agustus 2021 / 13:12
Jakarta: Lepra adalah penyakit yang bisa mempengaruhi kulit, mata, hidung, dan saraf perifer. Jika tidak ditangani dengan tepat, maka bisa menyebabkan kebutaan.

Menurut Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K) penyakit ini memengaruhi kesehatan mata yang disebut dengan lagoftalmus paralisis, yang merupakan ketidakmampuan kelopak mata untuk menutup secara sempurna.

Lagoftalmus paralisis yang tidak segera ditangani menyebabkan kerusakan sel goblet pada bagian konjungtiva (lapisan tipis pelindung area putih mata atau sklera).

Apabila permukaan konjungtiva terus menerus terekspos atau terbuka, terjadilah ketidakstabilan lapisan air mata yang memicu mata kering atau disebut juga dry eyes. Kondisi ini memunculkan risiko infeksi yang secara berkelanjutan bisa berdampak kebutaan.

Kelainan ini juga bisa timbul saat pasien dalam proses pengobatan. Namun, jalan operasi tidak selalu menjadi pilihan utama.

“Kadang-kadang dalam pengobatan bisa timbul reaksi peradangan yang lebih berat sehingga di daerah kelopak bisa timbul bercak-bercak. itu bisa mengakibatkan lagoftalmus paralisis. Namun kita tidak melakukan tindakan operasi saat itu,” kata dr. Yunia selaku Head of Trauma Center sub Spesialis Divisi Plastik dan Rekonstruksi Mata JEC Eye Hospitals and Clinics, sekaligus staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM.

Dokter akan mencoba untuk memperbaiki dulu kerusakan bila masih memungkinkan. Penentuan ini dilihat dari kondisi kornea.

“Kita lebih konservatif untuk menekan peradangannya dulu. Ketika sudah tertangani tak perlu operasi. Biasanya dalam beberapa bulan mengalami perbaikan,” katanya.

“Namun apabila dalam perjalanan sudah mengancam kornea tentu harus dilakukan lebih awal, jangan sampai lebih lama menunggu reaksinya, baru ditangani (operasi),” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH