FITNESS & HEALTH

Berolahraga dengan Osteoporosis, Tetap Aktif dan Aman

Mia Vale
Senin 25 Oktober 2021 / 19:56
Jakarta: Osteoporosis merupakan penyebab utama 'kecacatan' pada wanita lanjut usia. Gangguan pelemahan tulang, osteoporosis sering mengakibatkan patah tulang di pinggul dan tulang belakang.

Ini tentu sangat mengganggu mobilitas dan kemandirian kita. Lalu, bagaimana cara mengurangi risiko cedera ini? Olahraga bisa membantu!

Tidak ada kata terlambat untuk mulai berolahraga. Menurut keterangan yang telah dilansir dari Mayo Clinic, jenis olahraga tertentu justru memperkuat otot dan tulang. 

Jika kamu menderita osteoporosis dengan olahraga artinya, menemukan aktivitas yang paling aman dan menyenangkan mengingat kesehatan secara keseluruhan dan jumlah pengeroposan tulang.

Tanyakan kepada dokter atau ahli terapi fisik, latihan apa yang berisiko mengalami masalah terkait osteoporosis. Dan cari tahu latihan apa yang sesuai untuk kamu
 

1. Latihan kekuatan 


Latihan ketahanan dapat membantu menjaga kepadatan tulang. Jika kamu menggunakan alat berat, berhati-hatilah untuk tidak memutar tulang belakang saat melakukan latihan atau menyesuaikan mesin. 

Terapis fisik atau pelatih pribadi dengan pengalaman bekerja dengan penderita osteoporosis dapat membantu mengembangkan rutinitas latihan kekuatan. Bentuk dan teknik yang tepat sangat penting untuk mencegah cedera dan mendapatkan hasil maksimal dari latihan.
 

2. Aktivitas aerobik menahan beban 


Gerakan ini melibatkan latihan di kaki, dengan tulang menopang berat badan kamu. Contohnya, berjalan, menari, aerobik berdampak rendah, mesin pelatihan elips, memanjat tangga, dan berkebun. 

Jenis latihan ini bekerja langsung pada tulang di kaki, pinggul, dan tulang belakang bagian bawah untuk memperlambat kehilangan mineral. Mereka juga memberikan manfaat kardiovaskular, yang meningkatkan kesehatan jantung dan sistem peredaran darah. 


olahraga osteoporosis
(Dr. Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KR, Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) mengatakan berbeda dengan penyakit pada umumnya, osteoporosis yang merupakan kondisi ketika tulang menjadi lemah dan rapuh tidak menunjukkan gejala sama sekali. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 
 

3. Latihan fleksibilitas 


Menggerakkan persendian melalui berbagai gerakannya membantu menjaga otot-otot bekerja dengan baik. Peregangan paling baik dilakukan setelah otot melakukan pemanasan. Misal, pada akhir sesi latihan atau 10 menit setelah pemanasan. 

Lakukan dengan lembut dan perlahan tanpa memantul. Hindari peregangan yang melenturkan tulang belakang atau menyebabkan membungkuk di pinggang. Tanyakan kepada dokter, latihan peregangan mana yang terbaik untuk dilakukan. 
 

4. Latihan stabilitas dan keseimbangan 


Pencegahan jauh sangat penting bagi penderita osteoporosis. Latihan stabilitas dan keseimbangan membantu otot bekerja sama dengan cara yang lebih stabil dan kecil kemungkinannya untuk jatuh. 

Latihan sederhana seperti berdiri dengan satu kaki atau latihan berbasis gerakan seperti taici dapat meningkatkan stabilitas dan keseimbangan.
 

5. Gerakan yang harus dihindari 


Jika kamu menderita osteoporosis, jangan lakukan jenis olahraga berikut: 

- Latihan berdampak tinggi


Aktivitas seperti melompat, berlari atau jogging dapat menyebabkan patah tulang pada tulang yang melemah. Hindari gerakan tersentak-sentak dan cepat secara umum. Pilih latihan dengan gerakan yang lambat dan terkontrol. 
 

- Membungkuk dan memutar 


Latihan membungkuk ke depan di pinggang dan memutar pinggang, seperti menyentuh jari kaki atau sit-up, dapat meningkatkan risiko patah tulang kompresi di tulang belakang jika kamu menderita osteoporosis. 

Aktivitas lain yang mungkin masih dilakukan untuk menekuk atau memutar pinggang dengan kuat adalah golf, tenis, bowling, dan beberapa pose yoga. 

Jika tidak yakin seberapa sehat tulang kamu, bicarakan dengan dokter. Jangan biarkan rasa takut patah tulang menghalangi kamu untuk bersenang-senang dan aktif.
(TIN)

MOST SEARCH