Jakarta: Masker menjadi benda yang banyak dicari orang ketika pandemi covid-19 terjadi. Baik respirator ataupun masker bedah. Namun penting untuk memahami perbedaan kedua jenis Alat Pelindung Diri (APD) ini.
Untuk mencegah penyebaran penyakit menular, banyak orang mencari masker wajah. Namun, dengan beragamnya jenis masker sepertinya tidak semua orang mengetahui fungsinya dengan tepat.
Melansir dari USDepartmentofLabor, penggunaan masker bedah atau respirator adalah salah satu praktik yang dapat mengurangi risiko penularan penyakit menular antara orang yang terinfeksi dan yang tidak terinfeksi.
Untuk memberikan perlindungan, masker bedah dan respirator harus dipakai dengan benar dan konsisten. Jika digunakan dengan tepat, keduanya dapat mencegah berbagai jenis paparan.
Tentunya didampingi dengan perilaku pencegahan lainnya seperti etiket batuk, kebersihan tangan, dan menghindari pertemuan besar.
(Respirator. Foto: Unsplash.com)
Respirator
Respirator dirancang untuk mengurangi paparan seseorang terhadap kotoran dan debu di udara. Masker ini dibuat dalam berbagai ukuran dan harus pas dengan wajah pemakai untuk memberikan segel yang rapat.
Dengan ukuran yang tepat di wajah, respirator akan berfungsi dengan baik. Pengguna akan menghirup udara melalui bahan filter respirator bukan melalui celah antara wajah dan respirator.
Respirator digunakan secara rutin untuk melindungi petugas kesehatan terhadap penyakit menular yang memiliki partikel besar dan kecil.
(Masker wajah. Foto: Pexels.com)
Masker wajah
Masker wajah adalah masker sekali pakai yang menutupi bagian hidung dan mulut. Seperti, masker bedah, masker gigi, masker prosedur medis, masker isolasi dan masker laser.
Masker wajah digunakan sebagai penghalang fisik untuk menghentikan percikan atau tetesan darah dan cairan tubuh dari penggunanya.
Namun, masker wajah tidak dirancang khusus untuk menutup rapat wajah seseorang atau mencegah inhalasi kontaminan udara kecil.
Saat terhirup, udara kecil kontaminan melewati celah antara masker dan wajah. Oleh sebab itu, masker wajah tidak dianggap respirator dan tidak memberikan perlindungan semaksimal respirator.
Tetapi masker wajah melindungi orang lain terhadap infeksi dari orang yang memakai masker bedah. Masker ini menjebak partikel besar cairan tubuh yang mungkin mengandung bakteri atau virus yang dikeluarkan oleh pemakainya.
(Tidak disarankan berdekatan seperti ini ya, kamu harus tetap jaga jarak minimal satu atau satu setengah meter dan tetap jagan bosan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Foto: Pexels.com)
Perbedaan masker bedan dan respirator
Andrew Stanley Pekosz, seorang profesor mikrobiologi molekuler dan imunologi di Johns Hopkins University Bloomberg School of Public Health, mengatakan respirator lebih dirancang dengan kokoh daripada masker bedah.
Dan masker ini mengandung respirator yang mencegah partikel yang jauh lebih kecil untuk masuk ke sistem pernapasan seseorang.
Dua dari masker respirator yang paling umum adalah masker N-95 dan masker N-99, yang bila digunakan dengan benar, masing-masing mencegah 95 persen dan 99 persen partikel udara yang masuk ke mulut atau hidung seseorang.
Melansir dari Allure, masker bedah melindungi seseorang dari infeksi yang menyebar melalui tetesan, seperti influenza dan infeksi pernapasan umum lainnya. Sedangkan masker respirator N-95 dan N-99 dapat melindungi diri dari penyakit di udara seperti campak, cacar air, atau TBC.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)