FITNESS & HEALTH
Cara Hindari Stroke yang Terjadi pada Anak Muda
Kumara Anggita
Selasa 09 Maret 2021 / 16:02
Jakarta: Stroke mungkin terlihat hanya terjadi pada mereka yang sudah tua. Namun kamu yang muda juga perlu hati-hati karena ini juga bisa terjadi di usia muda.
Mengutip dari Everyday Health, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Februari 2020 di jurnal Stroke menunjukkan bahwa antara 10 dan 15 persen stroke terjadi pada orang berusia 18 hingga 50 tahun. Secara umum, sebagian besar ahli menganggap stroke di usia muda adalah di bawah 45 tahun.
Jauhkan diri dari tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan obesitas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak faktor risiko yang membuat seseorang rentan terkena stroke di kemudian hari, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan obesitas, menjadi lebih umum pada mereka yang lebih muda.
Hindari faktor-faktor tersebut dengan memiliki gaya hidup yang baik seperti olahraga, dan makan-makanan sehat.
“Jika kamu menerima bahwa stroke meningkat pada orang di bawah usia 45 tahun, salah satu alasan besarnya mungkin adalah obesitas," kata Andrew Russman, DO, ahli saraf dan direktur medis dari Comprehensive Stroke Center di Klinik Cleveland di Ohio.
Makan makanan sehat, segar, dan tidak diolah serta tidak minum minuman manis semuanya dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Namun menurut Russman, modifikasi pola makan terpenting yang harus diperhatikan adalah membatasi asupan garam.
"Jika kamu cenderung mengalami tekanan darah tinggi dan kamu mengonsumsi banyak garam, kamu akan kesulitan mengontrol tekanan darah tinggi, yang merupakan penyebab utama stroke," katanya. “Makanan cepat saji dan makanan siap saji terkenal tinggi natrium dan sebaiknya dihindari,” kata Russman.
Mengurangi merokok atau berhenti merokok sama sekali juga dapat menurunkan risiko stroke di usia muda. Sebuah studi yang diterbitkan pada Mei 2018 di jurnal Stroke menemukan korelasi kuat antara jumlah rokok yang diisap pria di bawah 50 tahun dan risiko stroke iskemik.
Para peneliti menyimpulkan bahwa meskipun berhenti merokok harus menjadi tujuan, menguranginya saja juga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi stroke pada pria di bawah usia 50 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Mengutip dari Everyday Health, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Februari 2020 di jurnal Stroke menunjukkan bahwa antara 10 dan 15 persen stroke terjadi pada orang berusia 18 hingga 50 tahun. Secara umum, sebagian besar ahli menganggap stroke di usia muda adalah di bawah 45 tahun.
Mengurangi risiko stroke terjadi di usia muda
Jauhkan diri dari tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan obesitas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak faktor risiko yang membuat seseorang rentan terkena stroke di kemudian hari, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan obesitas, menjadi lebih umum pada mereka yang lebih muda.
Hindari faktor-faktor tersebut dengan memiliki gaya hidup yang baik seperti olahraga, dan makan-makanan sehat.
“Jika kamu menerima bahwa stroke meningkat pada orang di bawah usia 45 tahun, salah satu alasan besarnya mungkin adalah obesitas," kata Andrew Russman, DO, ahli saraf dan direktur medis dari Comprehensive Stroke Center di Klinik Cleveland di Ohio.
Hindari asupan gula dan garam berlebih
Makan makanan sehat, segar, dan tidak diolah serta tidak minum minuman manis semuanya dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Namun menurut Russman, modifikasi pola makan terpenting yang harus diperhatikan adalah membatasi asupan garam.
"Jika kamu cenderung mengalami tekanan darah tinggi dan kamu mengonsumsi banyak garam, kamu akan kesulitan mengontrol tekanan darah tinggi, yang merupakan penyebab utama stroke," katanya. “Makanan cepat saji dan makanan siap saji terkenal tinggi natrium dan sebaiknya dihindari,” kata Russman.
Hindari rokok
Mengurangi merokok atau berhenti merokok sama sekali juga dapat menurunkan risiko stroke di usia muda. Sebuah studi yang diterbitkan pada Mei 2018 di jurnal Stroke menemukan korelasi kuat antara jumlah rokok yang diisap pria di bawah 50 tahun dan risiko stroke iskemik.
Para peneliti menyimpulkan bahwa meskipun berhenti merokok harus menjadi tujuan, menguranginya saja juga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi stroke pada pria di bawah usia 50 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)