FITNESS & HEALTH
Mahasiswa Poltekkes Surakarta Dapat Beasiswa Kerja ke Jepang
A. Firdaus
Sabtu 26 September 2026 / 18:35
Solo: Peluang bekerja di Jepang kini semakin terbuka bagi mahasiswa tingkat akhir Poltekkes Kemenkes Surakarta. Melalui kolaborasi dengan LPK Bahana Inspirasi Muda, kampus tersebut meluncurkan program beasiswa pelatihan kerja ke Jepang yang memberikan bantuan biaya sebesar Rp3 juta untuk pelatihan bahasa Jepang.
Program ini ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir dari semua jurusan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan biaya pelatihan intensif sekaligus mempersiapkan calon lulusan yang ingin mengembangkan karier di luar negeri.
Peresmian program beasiswa berlangsung di Gedung Internasional Poltekkes Kemenkes Surakarta. Acara tersebut dihadiri Direktur Poltekkes Kemenkes Surakarta Sudiro, S.Kp., Ners., M.Pd., Direktur Utama LPK Bahana Inspirasi Muda Sony Dwi Ariyandi, sejumlah dosen, serta 23 calon lulusan penerima beasiswa.
Direktur Pendayagunaan SDMK Kementerian Kesehatan RI, Dr. Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc., turut hadir secara daring melalui Zoom sekaligus meresmikan program tersebut. Ia menyampaikan dukungan terhadap inisiatif yang sejalan dengan upaya Kemenkes meningkatkan jumlah SDM kesehatan Indonesia yang memiliki pengalaman bekerja di luar negeri.
Bagi mahasiswa yang ingin bekerja di Jepang, kemampuan bahasa menjadi salah satu bekal penting. Namun, persiapan untuk memasuki dunia kerja internasional juga mencakup pemahaman budaya dan kebiasaan di lingkungan kerja setempat.
Direktur Poltekkes Kemenkes Surakarta, Sudiro, mengatakan program beasiswa ini merupakan bentuk kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga pelatihan untuk membuka peluang karier bagi mahasiswa.
“Program ini menjadi wujud nyata kolaborasi strategis antara kampus dan lembaga pelatihan dalam mendukung mahasiswa meraih peluang kerja di luar negeri. Kami berharap beasiswa ini dapat memotivasi mahasiswa untuk mengasah kemampuan bahasa dan budaya Jepang, sehingga siap berkarier secara global,” ujarnya.
Selain pelatihan bahasa Jepang, program ini juga memberikan perhatian pada pengenalan budaya kerja Jepang. Bekal tersebut diharapkan membantu peserta beradaptasi ketika nantinya memasuki lingkungan kerja di Negeri Sakura.
Program ini juga melanjutkan pengalaman kolaborasi yang telah berjalan sebelumnya. Direktur LPK Bahana Inspirasi Muda, Sony Dwi Ariyandi, mengungkapkan bahwa program perdana pada 2025 telah menghasilkan 16 alumni yang diterima bekerja dan dijadwalkan berangkat ke Jepang pada 2026.
Capaian tersebut menjadi salah satu pijakan untuk mempersiapkan peserta program berikutnya. Pihaknya berharap para penerima beasiswa kali ini dapat menyelesaikan pelatihan dan memiliki kesempatan berangkat bekerja ke Jepang pada 2027.
Melalui bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3 juta, mahasiswa diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki pasar kerja internasional.
Kolaborasi Poltekkes Kemenkes Surakarta dan LPK Bahana Inspirasi Muda ini menjadi salah satu upaya membuka akses bagi calon lulusan untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperluas pengalaman profesional di luar negeri.
(FIR)
Program ini ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir dari semua jurusan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan biaya pelatihan intensif sekaligus mempersiapkan calon lulusan yang ingin mengembangkan karier di luar negeri.
Peresmian program beasiswa berlangsung di Gedung Internasional Poltekkes Kemenkes Surakarta. Acara tersebut dihadiri Direktur Poltekkes Kemenkes Surakarta Sudiro, S.Kp., Ners., M.Pd., Direktur Utama LPK Bahana Inspirasi Muda Sony Dwi Ariyandi, sejumlah dosen, serta 23 calon lulusan penerima beasiswa.
Direktur Pendayagunaan SDMK Kementerian Kesehatan RI, Dr. Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc., turut hadir secara daring melalui Zoom sekaligus meresmikan program tersebut. Ia menyampaikan dukungan terhadap inisiatif yang sejalan dengan upaya Kemenkes meningkatkan jumlah SDM kesehatan Indonesia yang memiliki pengalaman bekerja di luar negeri.
Bukan cuma belajar bahasa Jepang
Bagi mahasiswa yang ingin bekerja di Jepang, kemampuan bahasa menjadi salah satu bekal penting. Namun, persiapan untuk memasuki dunia kerja internasional juga mencakup pemahaman budaya dan kebiasaan di lingkungan kerja setempat.
Direktur Poltekkes Kemenkes Surakarta, Sudiro, mengatakan program beasiswa ini merupakan bentuk kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga pelatihan untuk membuka peluang karier bagi mahasiswa.
“Program ini menjadi wujud nyata kolaborasi strategis antara kampus dan lembaga pelatihan dalam mendukung mahasiswa meraih peluang kerja di luar negeri. Kami berharap beasiswa ini dapat memotivasi mahasiswa untuk mengasah kemampuan bahasa dan budaya Jepang, sehingga siap berkarier secara global,” ujarnya.
Selain pelatihan bahasa Jepang, program ini juga memberikan perhatian pada pengenalan budaya kerja Jepang. Bekal tersebut diharapkan membantu peserta beradaptasi ketika nantinya memasuki lingkungan kerja di Negeri Sakura.
Belasan alumni sudah berangkat ke Jepang
Program ini juga melanjutkan pengalaman kolaborasi yang telah berjalan sebelumnya. Direktur LPK Bahana Inspirasi Muda, Sony Dwi Ariyandi, mengungkapkan bahwa program perdana pada 2025 telah menghasilkan 16 alumni yang diterima bekerja dan dijadwalkan berangkat ke Jepang pada 2026.
Capaian tersebut menjadi salah satu pijakan untuk mempersiapkan peserta program berikutnya. Pihaknya berharap para penerima beasiswa kali ini dapat menyelesaikan pelatihan dan memiliki kesempatan berangkat bekerja ke Jepang pada 2027.
Melalui bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3 juta, mahasiswa diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki pasar kerja internasional.
Kolaborasi Poltekkes Kemenkes Surakarta dan LPK Bahana Inspirasi Muda ini menjadi salah satu upaya membuka akses bagi calon lulusan untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperluas pengalaman profesional di luar negeri.
(FIR)