FITNESS & HEALTH

Pengaruh Berpuasa terhadap Kesehatan Mata dan Pengidap Diabetes

Kumara Anggita
Rabu 28 April 2021 / 11:11
Jakarta: Berpuasa tentunya bukan sekadar beribadah, melainkan juga baik untuk kesehatan fisik dan mental. Kendati demikian, tidak semua orang bisa menjalankan ini dengan santai. Terutama pasien diabetes yang perlu lebih berhati-hati agar kondisi penyakitnya tidak memburuk.

Jika tidak, retinopati diabetik bisa menjadi salah satu komplikasi yang berpotensi menyebabkan kebutaan. WHO menyebut retinopati diabetik sebagai lima besar (menyerang 3,9 juta orang di seluruh dunia) penyebab gangguan penglihatan dan kebutaan yang dapat dicegah atau diobati.

Secara umum, menurut Dr. Martin Hertanto, SpM, puasa tidak memberikan pengaruh signifikan pada organ mata manusia. Namun, penderita diabetes perlu tetap waspada terhadap potensi gangguan mata akibat komplikasinya.

"Apabila tidak terdeteksi sejak dini, retinopati diabetik bisa menyebabkan pendarahan dan robekan pada retina. Sehingga menimbulkan gangguan pandangan, seperti berbayang atau munculnya bercak hitam, bahkan sampai kebutaan,” ungkap Dr. Martin yang juga Medical Retina, Vitreo-Retina, and Cataract Specialist, JEC Eye Hospitals and Clinics.

“Karenanya, sangat penting bagi pengidap diabetes untuk tetap mampu menjaga kadar gulanya selama berpuasa, dan melakukan pemeriksaan retina secara berkala: minimal setahun sekali,tergantung derajat keparahan penyakit,” lanjutnya dalam JEC Eye Talks dengan Tema: Pengaruh Puasa Ramadan pada Kesehatan Mata dan Pengidap Diabetes.  

Retinopati diabetik adalah salah satu penyebab kebutaan terbanyak di kalangan usia produktif. Penyakit ini terjadi akibat tingginya kadar gula dalam tubuh yang tidak terkontrol secara berkepanjangan, sehingga merusak pembuluh darah pada retina dan jaringan-jaringan yang sensitif terhadap cahaya.

Retinopati diabetik terbagi menjadi dua tipe antara lain:
 

1. Nonproliferative diabetic retinopathy (NPDR)


Ini adalah tahapan awal, terjadi sedikit kebocoran pada pembuluh darah.

 

2. Proliferative diabetic retinopathy (PDR)


Ini adalah tahapan lebih lanjut, mulai tumbuh pembuluh darah baru di retina (neovaskularisasi) yang mudah pecah dan mengalami pendarahan.

 

Cara mencegah komplikasi


Terkait dengan organ mata, selain retinopati diabetik, diabetes juga memicu timbulnya katarak dan glaukoma. Perencanaan berpuasa menjadi kunci bagi penderita diabetes agar tetap bisa menjalankan ibadah selama Ramadan, dan terhindar dari risiko penyakit lanjutan lainnya.

Penderita diabetes tetap bisa berpuasa dengan aman. Syaratnya, mereka harus terus berkonsultasi dengan dokter ahli agar kondisi penyakitnya terus terpantau. Pengecekan tersebut untuk memastikan sejauh mana batas pengidap diabetes boleh berpuasa.

Perencanaan berpuasa sangatlah krusial dan bersifat individual. Ini tergantung tingkat diabetes masing-masing penderita. Tidak bisa disamaratakan.

"Dari tahap pemeriksaan itu, dokter bisa merekomendasikan modifikasi porsi asupan, termasuk dosis obat. Selain itu, selama berpuasa, monitoring gula darah harus lebih sering dilakukan,” tutup Dr. Suharko Soebardi, SpPD - KEMD, Internist JEC Eye Hospitals and Clinics.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH