FITNESS & HEALTH

Manfaat Tengkurap untuk Menghilangkan Gejala Covid-19

Kumara Anggita
Kamis 24 Juni 2021 / 19:18
Jakarta: Covid-19 memiliki gejalanya yang beragam, salah satu yang paling khas adalah rasa sesak di dada. Tentunya, kondisi itu tidak nyaman untuk mereka yang mengalaminya.

Agar bisa lebih nyaman, dr. Samuel Pila Karta Sembiring menganjurkan agar kamu yang mengalami gejala ini, untuk melakukan posisi tengkurap. Menurut dr. Samuel posisi ini memiliki manfaat bagi pasien covid-19, terutama pada kasus dengan gejala sedang hingga berat.

“Bagi kamu yang sedang isolasi mandiri di rumah tidak ada salahnya coba ini,” ujar dr. Samuel dalam instagram @doktersam.

Usut punya usut, dr. Samuel mengatakan bahwa metode ini sudah ada dan sering diterapkan untuk pasien-pasien Sindrom Gawat Napas Akut (ARDS). Menariknya, banyak publikasi yang mengklaim metode ini juga bermanfaat untuk penyakit covid-19.
 

Manfaat posisi tengkurap pada pasien covid-19


1. Memulihkan oksigenasi (ditandai dengan saturasi oksigen yang meningkat).

2. Memperpendek durasi rawat ICU.

3. Mengurangi kebutuhan intubasi.

4. Mengurangi risiko kematian akibat covid-19.
 

Hasil penelitian posisi tengkurap pada pasien covid-19


Penelitian yang berjudul Efficacy of early prone position for covid-19 patients with severe hypoxia: A single-center prospective cohort study telah menguji 10 pasien covid-19 di ruang isolasi. Sebelum dilakukan pengujian, saturasi oksigen mereka diperiksa terlebih dahulu.

Rata-rata saturasi oksigen yang diperoleh adalah 85,6 persen. Setelah dilakukan metode posisi tengkurap, rata-rata saturasi oksigen ke-10 pasien ini meningkat menjadi 95,9 persen.

Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa ada dua kelompok pasien yang diteliti. Kelompok pertama 23 pasien covid-19 kasus diberi metode posisi tengkurap.

Rata-rata saturasi posisi tengkurap awal adalah 91,09 persen. Setelah 30 menit, rata-rata saturasi oksigennya meningkat menjadi 95,40 persen.

Kelompok kedua yang terdiri dari 37 pasien covid-19 kasus berat yang tidak diberi metode tengkurap. Tidak ada perubahan saturasi oksigen yang bermakna dalam 30 menit.
 

Berapa lama durasi menerapakan metode ini?


Menurut dr. Samuel, belum ada aturan yang berlaku terkait durasi melakukan metode ini. Sebuah jurnal berjudul Effectiveness of Prone Position in Spontaneously breathing patients with Covidi-19: A prospective cohort study menunjukkan bahwa, metode ini perlu dilakukan lebih dari satu jam.

Namun jurnal lain yang berjudul ‘Efficacy of early prone position for covid-19 patients with severe hypoxia: A single-center prospective cohort study’ menunjukkan 30 menit cukup untuk membantu masalah sesak pada pasien covid-19.

“Kesimpulannya metode ini bermanfaat bagi pasien covid-19, terutama pada kasus dengan gejala sedang dan berat,” tutupnya.
(FIR)

MOST SEARCH