FITNESS & HEALTH

6 Sebab Berat Badan Turun Drastis

Kumara Anggita
Senin 09 Agustus 2021 / 15:17
Jakarta: Berat badan yang turun biasanya terjadi karena ada defisit kalori dari pengurangan porsi makan atau aktivitas fisik yang banyak. Namun, beberapa orang bisa juga mengalami penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas. 

Jika kamu mengalaminya, kamu perlu waspada. Bisa jadi ini menjadi pertanda bahwa kamu mengalami suatu penyakit.

Berikut beberapa penyebab berat badan turun drastis tiba-tiba yang dikutip dari Healthline. 
 

1. Tiroid yang terlalu aktif


Hipertiroidisme, atau tiroid yang terlalu aktif, berkembang ketika kelenjar tiroid kamu membuat terlalu banyak hormon tiroid. Hormon-hormon ini mengontrol banyak fungsi dalam tubuh, termasuk metabolisme. 

Jika tiroid kamu terlalu aktif, kamu akan dengan cepat membakar kalori bahkan jika kamu memiliki nafsu makan yang baik. Hasilnya bisa berupa penurunan berat badan yang tidak disengaja.
 

2. Diabetes


Penyebab lain dari penurunan berat badan yang tidak diinginkan adalah diabetes tipe 1. Jika kamu memiliki diabetes tipe 1, sistem kekebalan kamu menyerang sel-sel di pankreas kamu yang membuat insulin. 

Tanpa insulin, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk energi. Hal ini menyebabkan glukosa darah tinggi. Ginjal kamu membuang glukosa yang tidak terpakai melalui urine. Saat gula meninggalkan tubuh kamu, begitu juga kalori.
 

3. Penyakit radang usus


Penurunan berat badan yang tidak terduga mungkin merupakan gejala penyakit radang usus atau Inflammatory Bowel Disease (IBD) adalah istilah yang mencakup beberapa gangguan inflamasi kronis pada saluran pencernaan. Dua jenis yang paling umum adalah penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.

Peradangan kronis IBD menempatkan tubuh kamu dalam keadaan katabolik, yang berarti terus-menerus menggunakan energi.

IBD juga mengganggu ghrelin, hormon rasa lapar, dan leptin, hormon kenyang. Hal ini menyebabkan nafsu makan menurun dan berat badan turun.


depresi
(Depresi juga bisa mengurangi berat badan karena saat stres, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin dan kortisol. Adrenalin berfungsi untuk mempersiapkan tubuh melakukan aktivitas berat. Namun, hormon ini juga bisa meminimalisir nafsu makan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

3. Depresi


Penurunan berat badan mungkin merupakan efek samping dari depresi, yang didefinisikan sebagai perasaan sedih, kehilangan, atau kosong setidaknya selama dua minggu. Emosi ini mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti pergi bekerja atau sekolah. 

Depresi memengaruhi bagian otak yang sama yang mengontrol nafsu makan. Hal ini dapat menyebabkan napsu makan yang buruk, dan akhirnya, penurunan berat badan.
 

5. Tuberkulosis


Penyebab lain dari penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan adalah tuberkulosis (TB), suatu kondisi menular yang biasanya memengaruhi paru-paru. Ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penurunan berat badan dan penurunan nafsu makan adalah gejala utama TB, tetapi alasannya tidak sepenuhnya dipahami.
 

6. Kanker


Kanker adalah istilah umum untuk penyakit yang menyebabkan sel-sel abnormal membelah dan menyebar dengan cepat. Menurut American Cancer Society, salah satu tanda pertama mungkin adalah penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebanyak 5 kilogram atau lebih. Ini biasa terjadi pada kanker pankreas, paru-paru, lambung, dan kerongkongan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH