FITNESS & HEALTH
Jus Bit Bisa Bikin Stamina Makin Nge-Gas? Ini Waktu Terbaik Meminumnya
A. Firdaus
Kamis 08 Oktober 2026 / 19:11
- Jus bit kaya nitrat yang dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mendukung performa olahraga.
- Pada rentang waktu tersebut, kadar nitrat dalam darah dapat mencapai tingkat yang mendukung efeknya terhadap aliran darah.
- Meski tergolong rendah kalori, jus bit tetap mengandung gula alami.
Jakarta: Buat kamu yang sedang rajin olahraga dan ingin meningkatkan stamina, jus bit bisa menjadi salah satu pilihan minuman yang menarik. Bukan cuma menyegarkan, buah berwarna merah keunguan ini mengandung nitrat yang dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otot.
Tubuh mengubah nitrat menjadi oksida nitrat. Senyawa ini membantu merelaksasi dan melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Kondisi tersebut dapat membantu meningkatkan distribusi oksigen dan nutrisi ke otot selama berolahraga.
Tak heran jika jus bit cukup banyak dibahas dalam konteks performa olahraga. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya?
Salah satu waktu yang dianggap paling optimal adalah sekitar dua hingga tiga jam sebelum berolahraga. Pada rentang waktu tersebut, kadar nitrat dalam darah dapat mencapai tingkat yang mendukung efeknya terhadap aliran darah.
Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi sekitar 300–600 miligram nitrat, dua hingga tiga jam sebelum berolahraga, berpotensi membantu meningkatkan performa fisik.
Jumlah tersebut dapat diperoleh dari sekitar 70–500 mililiter jus bit, meski kandungan nitrat dapat berbeda-beda. Faktor seperti kondisi tanaman saat tumbuh, penyimpanan, hingga cara pengolahan dapat memengaruhi jumlah nitrat dalam jus.
Efek nitrat juga tidak langsung hilang setelah olahraga selesai. Kadar nitrat dalam tubuh membutuhkan waktu beberapa jam untuk menurun sehingga konsumsi sebelum olahraga dapat memberikan manfaat selama aktivitas fisik berlangsung.
Jus bit bukan hanya menarik dikonsumsi sebelum latihan. Minuman ini juga dapat menjadi pilihan setelah berolahraga.
Bit mengandung senyawa antioksidan, termasuk betalain. Senyawa tersebut dikaitkan dengan kemampuan membantu melawan proses peradangan yang terjadi setelah tubuh melakukan aktivitas fisik.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan jus bit berpotensi membantu proses pemulihan dan mengurangi rasa nyeri pada otot setelah berolahraga. Meski begitu, efeknya dapat berbeda pada setiap orang dan jus bit bukan pengganti kebutuhan pemulihan seperti tidur cukup, hidrasi, serta asupan protein dan karbohidrat yang seimbang.
Kandungan nitrat menjadi salah satu alasan utama jus bit banyak dikaitkan dengan olahraga. Ketika diubah menjadi oksida nitrat, senyawa tersebut membantu pembuluh darah melebar sehingga darah dapat mengalir lebih baik.
Aliran darah yang lebih optimal membantu oksigen mencapai otot. Oksida nitrat juga berperan dalam membantu tubuh menggunakan oksigen secara lebih efisien selama aktivitas fisik.
Sederhananya, kondisi tersebut dapat membantu otot bekerja lebih efektif sehingga tubuh berpotensi mempertahankan aktivitas fisik lebih lama.
Meski tergolong rendah kalori, jus bit tetap mengandung gula alami. Dalam satu cangkir, kandungan gula alaminya dapat mencapai sekitar 12 gram.
Sementara itu, satu porsi jus bit sekitar 250 mililiter mengandung kurang lebih 62 kalori, 1,7 gram protein, 14,7 gram karbohidrat, 12 gram gula, 2,7 gram serat, dan 64,5 mikrogram folat atau sekitar 16 persen dari angka kecukupan gizi.
Jus bit juga mengandung sejumlah nutrisi lain, seperti zat besi, magnesium, vitamin C, dan kalium, meski dalam jumlah yang lebih kecil.
Karena itu, tidak perlu berlebihan mengonsumsinya. Jika ingin memanfaatkannya sebagai bagian dari rutinitas olahraga, perhatikan juga total asupan makanan dan minuman sepanjang hari.
Pada akhirnya, jus bit bisa menjadi salah satu pilihan untuk mendukung aktivitas olahraga, terutama karena kandungan nitratnya. Untuk mendapatkan manfaat yang lebih optimal, waktu konsumsi sekitar dua hingga tiga jam sebelum olahraga dapat menjadi pilihan. Sementara setelah olahraga, kandungan antioksidannya berpotensi mendukung proses pemulihan.
Namun, performa olahraga tidak ditentukan oleh satu jenis minuman saja. Latihan yang teratur, pola makan seimbang, hidrasi, dan istirahat yang cukup tetap menjadi fondasi utama.
(FIR)
Tubuh mengubah nitrat menjadi oksida nitrat. Senyawa ini membantu merelaksasi dan melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Kondisi tersebut dapat membantu meningkatkan distribusi oksigen dan nutrisi ke otot selama berolahraga.
Tak heran jika jus bit cukup banyak dibahas dalam konteks performa olahraga. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya?
Minum sebelum olahraga
Salah satu waktu yang dianggap paling optimal adalah sekitar dua hingga tiga jam sebelum berolahraga. Pada rentang waktu tersebut, kadar nitrat dalam darah dapat mencapai tingkat yang mendukung efeknya terhadap aliran darah.
Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi sekitar 300–600 miligram nitrat, dua hingga tiga jam sebelum berolahraga, berpotensi membantu meningkatkan performa fisik.
Jumlah tersebut dapat diperoleh dari sekitar 70–500 mililiter jus bit, meski kandungan nitrat dapat berbeda-beda. Faktor seperti kondisi tanaman saat tumbuh, penyimpanan, hingga cara pengolahan dapat memengaruhi jumlah nitrat dalam jus.
Efek nitrat juga tidak langsung hilang setelah olahraga selesai. Kadar nitrat dalam tubuh membutuhkan waktu beberapa jam untuk menurun sehingga konsumsi sebelum olahraga dapat memberikan manfaat selama aktivitas fisik berlangsung.
Bisa juga diminum setelah olahraga
Jus bit bukan hanya menarik dikonsumsi sebelum latihan. Minuman ini juga dapat menjadi pilihan setelah berolahraga.
Bit mengandung senyawa antioksidan, termasuk betalain. Senyawa tersebut dikaitkan dengan kemampuan membantu melawan proses peradangan yang terjadi setelah tubuh melakukan aktivitas fisik.
Jus bit bukan hanya menarik dikonsumsi sebelum latihan. Minuman ini juga dapat menjadi pilihan setelah berolahraga. Ilustrasi Magnific
Sejumlah penelitian juga menunjukkan jus bit berpotensi membantu proses pemulihan dan mengurangi rasa nyeri pada otot setelah berolahraga. Meski begitu, efeknya dapat berbeda pada setiap orang dan jus bit bukan pengganti kebutuhan pemulihan seperti tidur cukup, hidrasi, serta asupan protein dan karbohidrat yang seimbang.
Bukan cuma soal stamina
Kandungan nitrat menjadi salah satu alasan utama jus bit banyak dikaitkan dengan olahraga. Ketika diubah menjadi oksida nitrat, senyawa tersebut membantu pembuluh darah melebar sehingga darah dapat mengalir lebih baik.
Aliran darah yang lebih optimal membantu oksigen mencapai otot. Oksida nitrat juga berperan dalam membantu tubuh menggunakan oksigen secara lebih efisien selama aktivitas fisik.
Sederhananya, kondisi tersebut dapat membantu otot bekerja lebih efektif sehingga tubuh berpotensi mempertahankan aktivitas fisik lebih lama.
Tetap perhatikan kandungan gulanya
Meski tergolong rendah kalori, jus bit tetap mengandung gula alami. Dalam satu cangkir, kandungan gula alaminya dapat mencapai sekitar 12 gram.
Sementara itu, satu porsi jus bit sekitar 250 mililiter mengandung kurang lebih 62 kalori, 1,7 gram protein, 14,7 gram karbohidrat, 12 gram gula, 2,7 gram serat, dan 64,5 mikrogram folat atau sekitar 16 persen dari angka kecukupan gizi.
Jus bit juga mengandung sejumlah nutrisi lain, seperti zat besi, magnesium, vitamin C, dan kalium, meski dalam jumlah yang lebih kecil.
Karena itu, tidak perlu berlebihan mengonsumsinya. Jika ingin memanfaatkannya sebagai bagian dari rutinitas olahraga, perhatikan juga total asupan makanan dan minuman sepanjang hari.
Pada akhirnya, jus bit bisa menjadi salah satu pilihan untuk mendukung aktivitas olahraga, terutama karena kandungan nitratnya. Untuk mendapatkan manfaat yang lebih optimal, waktu konsumsi sekitar dua hingga tiga jam sebelum olahraga dapat menjadi pilihan. Sementara setelah olahraga, kandungan antioksidannya berpotensi mendukung proses pemulihan.
Namun, performa olahraga tidak ditentukan oleh satu jenis minuman saja. Latihan yang teratur, pola makan seimbang, hidrasi, dan istirahat yang cukup tetap menjadi fondasi utama.
(FIR)