FITNESS & HEALTH

Olahraga Teratur, Salah Satu Cara Sederhana Mencegah Osteoporosis

Raka Lestari
Kamis 07 Oktober 2021 / 12:13
Jakarta: Osteoporosis adalah penyakit tulang yang tidak mungkin dirasakan sehingga kadang-kadang disebut sebagai penyakit yang terjadi secara diam-diam. Penyakit ini menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak massa tulang, dan seringkali itu tidak menggantikan apa yang telah hilang.

Menurut pedoman pengendalian osteoporosis yang diterbitkan Departemen Kesehatan RI, di seluruh dunia, 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 laki-laki berusia lebih dari 50 tahun mengalami osteoporosis, serta diperkirakan 2 dari 5 penduduk Indonesia juga berisiko terkena osteoporosis. Bahkan pada 2050, pria dan wanita lebih dari 50 tahun (paling berisiko untuk osteoporosis) akan menjadi 1/3 dari total penduduk Indonesia.

Menurut dr. Ricky Edwin Pandapotan Hutapea, Sp.OT (K), Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi osteoporosis dapat menyerang siapa saja terutama dewasa dan lansia.

“Osteoporosis merupakan penyakit penurunan massa tulang yang tersembunyi (silent disease) di mana tanda dan gejalanya tidak disadari," ujar dr. Ricky yang praktek di RS EKA Hospital.

"Penyakit ini bisa dikatakan “silent disease” karena pasien biasanya tidak merasakan keluhan apapun, hingga suatu saat bisa terjadi patah tulang hingga penurunan kualitas hidup. Namun osteoporosis sebenarnya bisa ditangani melalui pola hidup sehat, konsumsi nutrisi tepat, olahraga yang sesuai, serta deteksi sedini mungkin,” sambungnya.

Kemudian, dr. Antonius Andi Kurniawan, SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga juga menambahkan bahwa, selain nutrisi setiap hari yang perlu diperhatikan, salah satu cara terbaik untuk memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis adalah dengan berolahraga secara teratur.

“Saat berolahraga, kita tidak hanya membangun otot dan daya tahan, tetapi juga membangun dan mempertahankan jumlah dan ketebalan tulangmu, atau kepadatan massa tulang. Wajib melakukan aktivitas fisik sebanyak 30 menit setiap hari dengan tetap memperhatikan beban yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing,” tutup dr. Andi.
(FIR)

MOST SEARCH