FITNESS & HEALTH
Setelah Rekonstruksi Artificial Ligament, Ini Cara Cegah Cedera ACL Lagi
Aulia Putriningtias
Rabu 12 Agustus 2026 / 10:31
- Lutut merupakan salah satu bagian manusia yang begitu penting.
- Salah satu penanganan cedera lutut ACL adalah dengan artificial ligament.
- Artificial ligament dapat menjadi salah satu pilihan pada kondisi lutut tertentu.
Jakarta: Lutut merupakan salah satu bagian manusia yang begitu penting. Salah satu penanganan cedera lutut ACL adalah dengan artificial ligament.
Anterior Cruciate Ligament atau ACL sendiri adalah robekan pada salah satu ligamen utama penyangga sendi lutut. Sayangnya cedera ini tidak hanya terjadi pada atlet atau profesional lainnya, melainkan kita juga bisa.
Cedera ini terjadi ketika seseorang melakukan perubahan arah yang mendadak atau mendarat dengan posisi yang tidak tepat. Jika tak ditangani, tentunya akan merugikan kualitas hidup.
Menurut dr. Christian Silas, Sp. OT, (K) AIFO-K selaku Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sports Injury RS Pondok Indah Puri Indah, artificial ligament adalah ligamen buatan berbahan sintetik dari polietilen khusus. Ini dipakai untuk menggantikan ligamen asli yang mengalami cedera.
"Artificial ligament dirancang menyerupai kekuatan mekanik ligamen asli manusia untuk menstabilkan sendi dan mengembalikan mobilitas lutut," jelas dr. Christian dalam diskusi media di Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2026.
Artificial ligament dapat menjadi salah satu pilihan pada kondisi tertentu. Hal ini terutama ketika pasien membutuhkan pemulihan yang lebih cepat, kondisi jaringan tubuh kurang memadai, atau pada operasi revisi.
Hal ini karena artificial ligament tak membutuhkan sayatan tambahan untuk pengambilan jaringan. Jadi prosesnya meminimalkan nyeri dan kelemahan sementara di area jaringan.
Selain itu, waktu proses rekonstruksi juga lebih cepat, dengan maksimal sekitar 60 menit. Tak hanya kecepatan proses, tetapi juga waktu pemulihan lebih unggul dibandingkan yang konvensional.
Namun, masih banyak orang yang bertanya, jika sudah mengalami rekonstruksi artificial ligament, apakah lutut aman dari cedera? Jawabannya adalah tetap perlu dijaga dari segala risiko.
Cedera ACL sendiri tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pasien masih dapat hidup dengan kondisi tersebut (terutama jika robekannya ringan). Hanya saja, kualitas hidup tidak akan maksimal.
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah cedera ACL, salah satunya dengan memperkuat otot kaki, paha, dan otot inti (core). Otot paha depan (quadriceps) membantu meredam benturan.
Otot paha belakang (hamstrings) dapat menyeimbangkan kestabilan sendi lutut. Sementara otot core dapat menjaga postur dan keseimbangan tubuh.
Selain itu, untuk mencegah cedera ACL dapat melakukan hal-hal berikut:
- Latihan rutin dengan melakukan squat, lunge, dan glutebridge sebanyak 2–3 kali seminggu.
- Memperbaiki teknik mendarat atau mengubah arah saat bergerak.
- Latih koordinasi gerak dan keseimbangan kaki secara berkala.
- Mengurangi risiko saat pivot, yaitu memutar lutut secara tiba-tiba saat kaki menjadi tumpuan utama.
- Sebelum berolahraga, rutin melakukan pemanasan dinamis dan menggunakan perlengkapan yang sesuai.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Anterior Cruciate Ligament atau ACL sendiri adalah robekan pada salah satu ligamen utama penyangga sendi lutut. Sayangnya cedera ini tidak hanya terjadi pada atlet atau profesional lainnya, melainkan kita juga bisa.
Cedera ini terjadi ketika seseorang melakukan perubahan arah yang mendadak atau mendarat dengan posisi yang tidak tepat. Jika tak ditangani, tentunya akan merugikan kualitas hidup.
Menurut dr. Christian Silas, Sp. OT, (K) AIFO-K selaku Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sports Injury RS Pondok Indah Puri Indah, artificial ligament adalah ligamen buatan berbahan sintetik dari polietilen khusus. Ini dipakai untuk menggantikan ligamen asli yang mengalami cedera.
"Artificial ligament dirancang menyerupai kekuatan mekanik ligamen asli manusia untuk menstabilkan sendi dan mengembalikan mobilitas lutut," jelas dr. Christian dalam diskusi media di Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2026.
Artificial ligament dapat menjadi salah satu pilihan pada kondisi tertentu. Hal ini terutama ketika pasien membutuhkan pemulihan yang lebih cepat, kondisi jaringan tubuh kurang memadai, atau pada operasi revisi.
Hal ini karena artificial ligament tak membutuhkan sayatan tambahan untuk pengambilan jaringan. Jadi prosesnya meminimalkan nyeri dan kelemahan sementara di area jaringan.
Selain itu, waktu proses rekonstruksi juga lebih cepat, dengan maksimal sekitar 60 menit. Tak hanya kecepatan proses, tetapi juga waktu pemulihan lebih unggul dibandingkan yang konvensional.
Namun, masih banyak orang yang bertanya, jika sudah mengalami rekonstruksi artificial ligament, apakah lutut aman dari cedera? Jawabannya adalah tetap perlu dijaga dari segala risiko.
Cedera ACL sendiri tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pasien masih dapat hidup dengan kondisi tersebut (terutama jika robekannya ringan). Hanya saja, kualitas hidup tidak akan maksimal.
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah cedera ACL, salah satunya dengan memperkuat otot kaki, paha, dan otot inti (core). Otot paha depan (quadriceps) membantu meredam benturan.
Otot paha belakang (hamstrings) dapat menyeimbangkan kestabilan sendi lutut. Sementara otot core dapat menjaga postur dan keseimbangan tubuh.
Selain itu, untuk mencegah cedera ACL dapat melakukan hal-hal berikut:
- Latihan rutin dengan melakukan squat, lunge, dan glutebridge sebanyak 2–3 kali seminggu.
- Memperbaiki teknik mendarat atau mengubah arah saat bergerak.
- Latih koordinasi gerak dan keseimbangan kaki secara berkala.
- Mengurangi risiko saat pivot, yaitu memutar lutut secara tiba-tiba saat kaki menjadi tumpuan utama.
- Sebelum berolahraga, rutin melakukan pemanasan dinamis dan menggunakan perlengkapan yang sesuai.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)