FITNESS & HEALTH

Periode Emas Penanganan Stroke untuk Mencegah Kecacatan Pasien

Raka Lestari
Sabtu 28 Agustus 2021 / 15:37
Jakarta: Setiap tahun kasus stroke terus meningkat. Lebih dari 13 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit stroke setiap tahunnya dan 23,3 persen pasien pasca stroke mengalami disabilitas yang bergantung pada bantuan selama hidupnya.

Di Indonesia, stroke telah menjadi penyebab kematian tertinggi dengan angka kematian 193,9/100.000 orang per tahun.

“Stroke dapat digambarkan sebagai penyakit yang bisa menyerang siapa saja, kapan saja, dan tanpa adanya peringatan,” ujar dr. Adin Nulkhasanah,SpS, MARS, Ketua Indonesian Stroke Society, dalam Peluncuran FAST Rescue secara virtual, pada Jumat, 27 Agustus 2021.

Jenis penyakit yang dapat disebabkan oleh gaya hidup yang buruk ini harus segera ditangani secara tepat, guna mengurangi risiko yang tidak diinginkan. Namun, pengetahuan masyarakat Indonesia tentang pentingnya mendapatkan perawatan dan pengobatan stroke yang tepat masih sangat rendah.

Ada slogan yang bisa diedukasi ke masyarakat, yaitu SeGeRa Ke RS. Slogan ini merupakan inisiatif dari Kementerian Kesehatan RI terkait tanda stroke, yaitu:  

1) Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba.

2) Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba.

3) BicaRa pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/ tidak mengerti kata-kata/ bicara tidak nyambung.

4) Kebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh.

5) Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba.

6) Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi (tremor/gemetar/sempoyongan).

Pasien stroke harus menerima perawatan dan pengobatan yang efektif dalam waktu 0 sampai 4,5  jam setelah serangan stroke, atau yang dikenal juga sebagai periode Golden Hour. Jika terlambat ditangani, maka pasien stroke akan mengalami dampak yang serius seperti cacat permanen atau bahkan kematian.  

Jika dalam periode emas itu dapat segera ditangani, risiko kematian dan kecacatan stroke dapat diturunkan. Jangan menunda ke rumah sakit dengan harapan gejala akan mengalami perbaikan dengan sendirinya. Seperti melakukan tusuk jarum pada telinga, jari tangan, atau jari kaki saat mengalami gejala stroke.

Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkedan. Salam hangat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH