Jakarta: Glaukoma dianggap sebagai si Pencuri Penglihatan, mengingat gejalanya baru bisa dikeluhkan setelah berada pada tahapan lanjutan. Penderita glaukoma sendiri membutuhkan penangangan berkelanjutan secaa disiplin.
Apabila berlangsung terus menerus, glaukoma memicu penyempitan lapang pandang. Sehingga penderitanya hanya bisa melihat seolah dari lubang kunci. Bahkan, sampai akhirnya buta total tanpa bisa disembuhkan.
Untuk itu, kamu harus mengetahui juga empat jenis glaukoma dan ciri-cirinya, seperti penjelasan dari Jakarta Eye Center berikut ini:
Glaukoma ini terbagi lagi menjadi dua tipe. Yaitu Kronik yang tidak bergejala. Kemudian akut yang biasa menyerang ras Asia, risiko meningkat seiring usia, panjang bola mata pendek, dan bilik mata depan dangkal.
Glaukoma in paling banyak menyerang, namun tidak bergejala. Kendati demikian, glaukoma ini berjalan kronik progresif dan sudut bilik mata depan terbuka lebar.
Penderita glaukoma ini juga pernah terinfeksi katarak. Glaukoma ini terjadinya pendarahan di dalam bola mata (hifema). Dan pernah terkena radan atau inflamasi bola mata.
Penderita glaukoma sekunder ini bisa juga dikarenakan efek penggunaan obat-obatan kartikosteroid (tetes atau minum). Serta terindikasi glaukoma neovaskular, atau umumnya diakibatkan diabetes militus yang tidak terkontrol.
Terjadi pada bayi baru lahir dengan gangguan aliran aquos humor, yang fungsinya memberikan nutrisi organ-organ di dalamnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Apabila berlangsung terus menerus, glaukoma memicu penyempitan lapang pandang. Sehingga penderitanya hanya bisa melihat seolah dari lubang kunci. Bahkan, sampai akhirnya buta total tanpa bisa disembuhkan.
Untuk itu, kamu harus mengetahui juga empat jenis glaukoma dan ciri-cirinya, seperti penjelasan dari Jakarta Eye Center berikut ini:
1. Glaukoma primer sudut tertutup
Glaukoma ini terbagi lagi menjadi dua tipe. Yaitu Kronik yang tidak bergejala. Kemudian akut yang biasa menyerang ras Asia, risiko meningkat seiring usia, panjang bola mata pendek, dan bilik mata depan dangkal.
2. Glaukoma primer sudut terbuka
Glaukoma in paling banyak menyerang, namun tidak bergejala. Kendati demikian, glaukoma ini berjalan kronik progresif dan sudut bilik mata depan terbuka lebar.
3. Glaukoma sekunder
Penderita glaukoma ini juga pernah terinfeksi katarak. Glaukoma ini terjadinya pendarahan di dalam bola mata (hifema). Dan pernah terkena radan atau inflamasi bola mata.
Penderita glaukoma sekunder ini bisa juga dikarenakan efek penggunaan obat-obatan kartikosteroid (tetes atau minum). Serta terindikasi glaukoma neovaskular, atau umumnya diakibatkan diabetes militus yang tidak terkontrol.
4. Glaukoma kongenital
Terjadi pada bayi baru lahir dengan gangguan aliran aquos humor, yang fungsinya memberikan nutrisi organ-organ di dalamnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)