FITNESS & HEALTH
Mengenal Gejala dan Pengobatan Penyakit Glaukoma
Raka Lestari
Kamis 18 Maret 2021 / 11:24
Jakarta: Glaukoma merupakan penyakit mata yang disebabkan tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi. Sehingga dapat merusak serabut saraf mata pembawa sinyal penglihatan dari mata ke otak.
Glaukoma juga sering dikaitkan dengan penumpukan tekanan di dalam matamu. Faktor genetik merupakan salah satu penyebab terjadinya glaukoma. Dan, biasanya ini terjadi pada usia lanjut.
Penderita glaukoma umumnya mengalami ketidakseimbangan daur cairan (terjadi masalah di saluran pengeluaran), yang mengakibatkan naiknya tekanan pada bola mata – di atas 21 mmHg.
Kebanyakan pasien yang mengalami glaukoma sudut terbuka (open-angle glaucoma) tidak memiliki gejala. Jika gejala mulai dirasakan, biasanya penyakit sudah terlambat. Itulah mengapa glaukoma sering disebut sebagai "pencuri penglihatan secara diam-diam". Tanda utama biasanya hilangnya penglihatan samping, atau perifer.

Ilustrasi yang digambarkan penderita glaukoma. (Foto: JEC)
Gejala glaukoma sudut tertutup (angle-course glaucoma) biasanya datang lebih cepat dan lebih jelas. Kerusakan bisa terjadi dengan cepat. Jika mengalami salah satu gejala ini, segera dapatkan perawatan medis:
- Melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu.
- Kehilangan penglihatan.
- Kemerahan di mata.
- Mata yang terlihat kabur (terutama pada bayi).
- Sakit perut atau muntah.
- Sakit mata.
Untuk melakukan perawatan pada pasien glaukoma, biasanya dilakukan pengobatan seperti berikut ini:
Tetes mata berfungsi untuk menurunkan produksi cairan di mata atau meningkatkan alirannya keluar, sehingga menurunkan tekanan pada mata. Efek sampingnya bisa berupa alergi, kemerahan, perih, penglihatan kabur, dan iritasi mata.
Beberapa obat glaukoma dapat memengaruhi jantung dan paru-paru. Oleh karena itu, pastikan untuk memberi tahu dokter tentang masalah medis lain yang kamu miliki atau obat lain yang kamu minum.
Dokter juga mungkin juga meresepkan obat untuk kamu minum, seperti beta-blocker atau penghambat karbonat anhidrase. Obat-obatan ini dapat memperbaiki drainase atau memperlambat produksi cairan di mata.
Prosedur ini dapat sedikit meningkatkan aliran cairan dari mata jika kamu menderita glaukoma sudut terbuka. Ini juga dapat menghentikan penyumbatan cairan jika kamu menderita glaukoma sudut tertutup.
Dalam prosedur yang disebut trabekulektomi, dokter akan membuat saluran baru untuk mengalirkan cairan dan mengurangi tekanan mata. Bentuk operasi ini mungkin perlu dilakukan lebih dari satu kali.
Dokter juga mungkin menanamkan tabung untuk membantu mengalirkan cairan. Operasi ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan sementara atau permanen, serta pendarahan atau infeksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Glaukoma juga sering dikaitkan dengan penumpukan tekanan di dalam matamu. Faktor genetik merupakan salah satu penyebab terjadinya glaukoma. Dan, biasanya ini terjadi pada usia lanjut.
Penderita glaukoma umumnya mengalami ketidakseimbangan daur cairan (terjadi masalah di saluran pengeluaran), yang mengakibatkan naiknya tekanan pada bola mata – di atas 21 mmHg.
Kebanyakan pasien yang mengalami glaukoma sudut terbuka (open-angle glaucoma) tidak memiliki gejala. Jika gejala mulai dirasakan, biasanya penyakit sudah terlambat. Itulah mengapa glaukoma sering disebut sebagai "pencuri penglihatan secara diam-diam". Tanda utama biasanya hilangnya penglihatan samping, atau perifer.

Ilustrasi yang digambarkan penderita glaukoma. (Foto: JEC)
Gejala glaukoma sudut tertutup (angle-course glaucoma) biasanya datang lebih cepat dan lebih jelas. Kerusakan bisa terjadi dengan cepat. Jika mengalami salah satu gejala ini, segera dapatkan perawatan medis:
- Melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu.
- Kehilangan penglihatan.
- Kemerahan di mata.
- Mata yang terlihat kabur (terutama pada bayi).
- Sakit perut atau muntah.
- Sakit mata.
Untuk melakukan perawatan pada pasien glaukoma, biasanya dilakukan pengobatan seperti berikut ini:
Tetes mata
Tetes mata berfungsi untuk menurunkan produksi cairan di mata atau meningkatkan alirannya keluar, sehingga menurunkan tekanan pada mata. Efek sampingnya bisa berupa alergi, kemerahan, perih, penglihatan kabur, dan iritasi mata.
Beberapa obat glaukoma dapat memengaruhi jantung dan paru-paru. Oleh karena itu, pastikan untuk memberi tahu dokter tentang masalah medis lain yang kamu miliki atau obat lain yang kamu minum.
Pengobatan secara oral
Dokter juga mungkin juga meresepkan obat untuk kamu minum, seperti beta-blocker atau penghambat karbonat anhidrase. Obat-obatan ini dapat memperbaiki drainase atau memperlambat produksi cairan di mata.
Operasi laser
Prosedur ini dapat sedikit meningkatkan aliran cairan dari mata jika kamu menderita glaukoma sudut terbuka. Ini juga dapat menghentikan penyumbatan cairan jika kamu menderita glaukoma sudut tertutup.
Operasi kecil
Dalam prosedur yang disebut trabekulektomi, dokter akan membuat saluran baru untuk mengalirkan cairan dan mengurangi tekanan mata. Bentuk operasi ini mungkin perlu dilakukan lebih dari satu kali.
Dokter juga mungkin menanamkan tabung untuk membantu mengalirkan cairan. Operasi ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan sementara atau permanen, serta pendarahan atau infeksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)