End Google Analytics -->
FITNESS & HEALTH

Yuk, Pahami Cara Cegah Perdarahan Otak

Mia Vale
Minggu 26 September 2021 / 09:00
Jakarta: Beberapa hari yang lalu kita terkejut dengan kondisi komedian Tukul Arwana. Ia diketahui mengalami perdarahan otak. Mengutip Cleveland Clinic, perdarahan otak termasuk gangguan yang fatal dan bisa mengancam nyawa seseorang. 

Kondisi ini ditandai dengan kebocoran pada pembuluh darah arteri di otak. Ketika otak mengalami pendarahan maka otak tak bisa menyimpan oksigen. 

Hal ini menyebabkan kandungan oksigen tubuh tergantung pada sisa oksigen yang ada di pembuluh darah. Ketika pendarahan terjadi, oksigen tak akan bisa mencapai jaringan tissue dan menyebabkan jaringan otak dan sel-sel lainnya mati.
 

Siapa yang bisa terkena pendarahan otak?


Salah satu faktor risiko perdarahan otak adalah orang-orang yang memiliki orang tua dengan riwayat hipertensi. Selain faktor keturunan, beberapa faktor risiko utama terjadinya stroke perdarahan adalah hipertensi, diabetes, merokok, dan minimnya aktivitas fisik.

Selain itu, hal lain yang harus diperhatikan adalah beberapa penyebab perdarahan otak. Mengutip Web MD, beberapa di antaranya adalah trauma kepala, tekanan darah tinggi, aneurisma, kelainan pembuluh darah, angiopati amiloid, gangguan darah, penyakit hati, tumor otak.


pendarahan otak
(Salah satu mencegah pendarahan di otak adalah dengan mengenakan helm saat berkendara motor dan hindari benturan di kepala. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Bagaimana cara mencegah perdarahan otak?


Lebih baik mencegah daripada mengobati. Ya, tidak ada siapa pun yang ingin sakit. Oleh karena itu, pencegahan ini dapat dilakukan oleh siapa saja. Tanpa mengenal usia. 

Berikut beberapa cara mencegah perdarahan otak yang bisa dilakukan, seperti yang sudah dilansir dari situs Medical News Today dan Mayo Clinic.
 

1. Hindari benturan


Mereka yang berusia 50 tahun atau lebih, berisiko mengalami perdarahan otak. Dan kemungkinan besar disebabkan oleh benturan pada kepala. Untuk itu, berhati-hatilah dalam beraktivitas, utamanya pada bagian kepala.
 

2. Menjaga tekanan darah


Orang dengan riwayat darah tinggi atau hipertensi juga berisiko mengalami perdarahan otak, di mana dapat melemahkan pembuluh darah, termasuk otak.

Hindari pemicu hipertensi adalah salah satu mencegahnya. Untuk itu, jangan mengonsumsi makanan asin terlalu berlebihan, kurangi stres, dan menjaga berat badan tetap seimbang. 
 

3. Batasi konsumsi obat pengencer darah


Tipe obat seperti antiplatelet dan antikoagulan memang baik untuk orang-orang dengan risiko penggumpalan darah yang umumnya terjadi pada jantung.

Namun, meski aman bagi jantung, juga bisa berisiko bagi otak. Otak bisa mengalami penggumpalan sehingga berpotensi sebabkan perdarahan otak. 

Jadi, berkonsultasi pada dokter agar takaran diberi tidak berlebihan. konsumsilah kunyit, jahe dan kayu manis sebagai alternatif karena tidak berdampak buruk bagi organ tubuh lain, termasuk otak.
 

Bisakah pendarahan otak dirawat di rumah?


Perawatan orang yang terserang perdarahan otak, memerlukan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Pada banyak kasus, seseorang akan terlihat lebih baik berkisar enam bulan setelah cedera. 

Lama waktu yang dibutuhkan menyebabkan perawatan dapat dilakukan di rumah dan terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu pemulihan dari pengidapnya. 


pendarahan otak
(Lakukan olahraga secara teratur untuk menjauhkan diri dari pendarahan otak dan penyakit lainnya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Berikut adalah gaya hidup yang dapat membantu mengatasi perdarahan otak:


- Atasi tekanan darah tinggi. Penelitian menunjukkan 80 persen dari pasien dengan perdarahan otak memiliki sejarah tekanan darah tinggi. Untuk itu, atasi tekanan darah dengan diet, olahraga dan pengobatan

- Jangan merokok

- Berhati-hati dengan zat seperti kokain yang dapat meningkatkan perdarahan pada otak

- Berkendara dengan hati-hati dan kenakan sabuk pengaman

- Jika mengendarai sepeda motor, kenakan helm

- Berhati-hati dengan coumadin. Jika menggunakan obat ini, atau yang disebut juga dengan warfarin, periksakan secara rutin dengan dokter untuk memastikan kadar darah berada di kisaran yang tepat

- Jaga diabetes di bawah kendali

- Jaga gaya hidup yang sehat (olahraga teratur dan asupan yang bergizi seimbang)

Yang harus diingat, tanda atau gejala yang ditunjukkan oleh tubuh masing-masing orang bervariasi. Dan selalu konsultasikan dengan dokter untuk mendapat penanganan tepat dan sesuai kondisi kesehatan kamu ya!
(TIN)

MOST SEARCH