FITNESS & HEALTH

6 Kondisi Kesehatan Seseorang yang Tidak Dianjurkan Mengonsumsi Jahe

Raka Lestari
Selasa 30 Maret 2021 / 15:44
Jakarta: Terlepas dari banyak manfaat kesehatan dari jahe, ternyata ada larangan mengonsumsi rempah-rempah ini. Baik dalam jumlah yang sedang maupun yang lebih banyak, jahe bisa berdampak buruk bagi orang dengan kondisi tertentu.

Dilansir dari Boldsky, berikut ini adalah kondisi kesehatan tertentu yang tidak dianjurkan mengonsumsi jahe:
 

1. Hamil


Jahe bermanfaat untuk meredakan mual dan muntah selama kehamilan. Namun, dalam jumlah yang banyak, bisa berbahaya bagi ibu hamil.

Stimulan alami dalam jahe dapat menyebabkan kontraksi dini. Hal ini dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran bayi lebih awal (persalinan prematur).

Selama kehamilan, overdosis jahe harus dihindari dalam bentuk apapun untuk wanita yang akan melahirkan atau memiliki riwayat gangguan perdarahan.
 

2. Berat badan terlalu rendah


Jahe adalah salah satu pengobatan terbaik untuk menurunkan berat badan. Gingerol dalam jahe meningkatkan laju metabolisme dan menekan nafsu makan.

Mengonsumsi jahe menyebabkan kalori terbakar pada tingkat yang jauh lebih tinggi dan menyebabkan seseorang makan lebih sedikit. Oleh karena itu, jahe harus dihindari oleh orang yang ingin menambah berat badan atau mereka yang sudah kurus.
 

3. Batu empedu


Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat meningkatkan sekresi empedu dan menyebabkan pembentukan batu kandung empedu. Jus empedu memainkan peran penting dalam pencernaan dan penyerapan lemak.

Namun, mengonsumsi jahe yang berlebihan dapat merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak cairan empedu dan mempercepat pembentukan batu kandung empedu.
 

4. Kelainan darah


Jahe mengandung garam bernama salisilat yang berfungsi sebagai pereda nyeri, terutama bagi penderita osteoartritis. Jahe juga membantu meningkatkan sirkulasi darah dan aliran ke organ-organ.

Namun, orang yang sedang menjalani pengobatan pengencer darah atau pembekuan darah, atau penderita hemofilia, harus menghindari jahe. Sebab dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan.
 

5. Gangguan ginjal


Jahe secara signifikan memiliki efek renoprotektif karena aktivitas antioksidannya. Namun, jahe mengandung senyawa bernama 'kreatinin' dan kadar yang tinggi di dalam darah, sehingga menunjukkan gangguan ginjal yang parah seperti penyakit ginjal kronis.
 

6. Gastroesophageal reflux disease


Bagi penderita kondisi peradangan seperti GERD, mengonsumsi jahe berlebihan (sekitar empat gram) dalam satu hari, dapat menyebabkan gangguan asam lambung, iritasi pada lapisan lambung, nyeri dada dan mulas. Meskipun demikian, konsumsi jahe dalam jumlah sedang bisa menjadi cara terbaik untuk mencegah komplikasi GERD yang disebutkan di atas.
(FIR)

MOST SEARCH