FITNESS & HEALTH
Apakah Pasien yang Mengalami Stroke Bisa Sembuh Total?
Raka Lestari
Sabtu 28 Agustus 2021 / 15:52
Jakarta: Stroke merupakan penyakit yang bisa sangat membahayakan. Terutama jika tidak langsung ditangani dengan baik.
Jika dibiarkan terlalu lama, seseorang yang mengalami serangan stroke bisa mengalami kecacatan. Namun, apakah pasien stroke bisa sembuh secara total?
"Jika dilakukan penanganan yang baik, berdasarkan penelitian dengan memanfaatkan waktu selama golden periode itu bisa memperbaiki outcome sebesar 47 persen," jelas Dr. Mursyid Bustami, Sp. S (K), KIC, MARS, Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), dalam peluncuran FAST Mobile secara virtual pada Jumat, 27 Agustus 2021.
Pasien stroke harus menerima perawatan dan pengobatan yang efektif dalam waktu 0 sampai 4,5 jam setelah serangan stroke. Perawatan ini dikenal juga sebagai periode Golden Hour. Jika terlambat ditangani, maka pasien stroke akan mengalami dampak yang serius seperti cacat permanen atau bahkan kematian.
"Namun memang, pasien yang mengalami serangan stroke mungkin tidak bisa diharapkan membaik 100 persen seperti sedia kala. Berdasarkan penelitian ada sekitar sepertiga pasien yang bisa kembali pulih seperti sebelum stroke. Pada tahun 2020 sendiri angka kematian meningkat dari tahun 2019 yang mencapai 19,7 persen," ujar Dr. Mursyid.
Menurut Dr. Mursyid, kecacatan yang terjadi akibat serangan stroke sangatlah bervariasi. Ada yang tidak kasat mata. Seperti gangguan konsentrasi, gangguan memutuskan masalah, gangguan mengingat. Dan gangguan yang terlihat jelas. Misalnya, kelemahan anggota gerak. Jadi mereka selamanya di tempat tidur.
"Jadi memang kecacatan akibat serangan stroke sangat bervariasi sekali. Semakin cepat ditangani, semakin baik outcome-nya. Dan jika penanganannnya sesuai standar yang baik dan sesuai, maka kecacatan bisa dihindari atau bahkan dikurang," ujar Dr. Mursyid.
Lalu, apa yang bisa dilakukan jika anggota keluarga atau orang terdekat mengalami serangan stroke? Menurut Dr. Mursid, hal pertama yang harus dilakukan adalah segera pergi ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.
"Tidak ada lagi memperlambat atau menunggu pergi ke rumah sakit. Banyak orang yang justru memijat, mengeluarkan darah dari ujung jari, kuping, dan lain sebagainya, itu tidak tepat. Segera ke rumah sakit yang bisa melayani dengan cepat gejala yang muncul akibat aliran darah yang tidak cukup ke otak tersebut," tutup Dr. Mursyid.
Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkedan. Salam hangat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Jika dibiarkan terlalu lama, seseorang yang mengalami serangan stroke bisa mengalami kecacatan. Namun, apakah pasien stroke bisa sembuh secara total?
"Jika dilakukan penanganan yang baik, berdasarkan penelitian dengan memanfaatkan waktu selama golden periode itu bisa memperbaiki outcome sebesar 47 persen," jelas Dr. Mursyid Bustami, Sp. S (K), KIC, MARS, Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), dalam peluncuran FAST Mobile secara virtual pada Jumat, 27 Agustus 2021.
Pasien stroke harus menerima perawatan dan pengobatan yang efektif dalam waktu 0 sampai 4,5 jam setelah serangan stroke. Perawatan ini dikenal juga sebagai periode Golden Hour. Jika terlambat ditangani, maka pasien stroke akan mengalami dampak yang serius seperti cacat permanen atau bahkan kematian.
"Namun memang, pasien yang mengalami serangan stroke mungkin tidak bisa diharapkan membaik 100 persen seperti sedia kala. Berdasarkan penelitian ada sekitar sepertiga pasien yang bisa kembali pulih seperti sebelum stroke. Pada tahun 2020 sendiri angka kematian meningkat dari tahun 2019 yang mencapai 19,7 persen," ujar Dr. Mursyid.
Menurut Dr. Mursyid, kecacatan yang terjadi akibat serangan stroke sangatlah bervariasi. Ada yang tidak kasat mata. Seperti gangguan konsentrasi, gangguan memutuskan masalah, gangguan mengingat. Dan gangguan yang terlihat jelas. Misalnya, kelemahan anggota gerak. Jadi mereka selamanya di tempat tidur.
"Jadi memang kecacatan akibat serangan stroke sangat bervariasi sekali. Semakin cepat ditangani, semakin baik outcome-nya. Dan jika penanganannnya sesuai standar yang baik dan sesuai, maka kecacatan bisa dihindari atau bahkan dikurang," ujar Dr. Mursyid.
Lalu, apa yang bisa dilakukan jika anggota keluarga atau orang terdekat mengalami serangan stroke? Menurut Dr. Mursid, hal pertama yang harus dilakukan adalah segera pergi ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.
"Tidak ada lagi memperlambat atau menunggu pergi ke rumah sakit. Banyak orang yang justru memijat, mengeluarkan darah dari ujung jari, kuping, dan lain sebagainya, itu tidak tepat. Segera ke rumah sakit yang bisa melayani dengan cepat gejala yang muncul akibat aliran darah yang tidak cukup ke otak tersebut," tutup Dr. Mursyid.
Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkedan. Salam hangat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)