FITNESS & HEALTH
WHO Apresiasi Arab Saudi karena Berhasil Berantas Trakoma dalam Masyarakat
Mia Vale
Rabu 23 Februari 2022 / 10:15
Jakarta: Arab Saudi telah menghilangkan trakoma sebagai masalah kesehatan masyarakat. Dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengesahkan dan menjadikan Arab Saudi sebagai negara keempat di Wilayah Mediterania Timur WHO yang mencapai tonggak sejarah ini.
“Ini adalah pencapaian luar biasa yang telah menyelamatkan orang dari gangguan penglihatan atau kebutaan yang dapat dicegah. Ini tentang meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan,” kata Dr Ahmed Al-Mandhari, Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur.
Keberhasilan Arab Saudi melawan trakoma sebagian besar dikaitkan dengan mengintegrasikan program perawatan mata nasionalnya dengan layanan perawatan kesehatan primer dan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk bekerja sama dengan kementerian pendidikan dan lingkungan, air dan pertanian.
Arab Saudi dan WHO akan terus memantau daerah-daerah yang sebelumnya endemik untuk memastikan bahwa ada respons yang cepat dan proporsional terhadap kebangkitan apa pun. Melansir dari laman WHO, trakoma merupakan penyebab infeksi utama kebutaan di seluruh dunia.
.jpg)
(Secara global, Arab Saudi bergabung dengan 11 negara lain yang telah divalidasi oleh WHO karena telah menghilangkan trakoma. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Seperti diketahui trakoma disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi menyebar dari orang ke orang melalui jari yang terkontaminasi, benda asing dan lalat yang bersentuhan dengan cairan dari mata atau hidung orang yang terinfeksi.
Faktor risiko lingkungan untuk penularan trakoma termasuk kebersihan yang buruk, rumah tangga yang terlalu padat, dan akses yang tidak memadai ke air, dan fasilitas sanitasi.
Infeksi berulang pada masa kanak-kanak menyebabkan jaringan parut pada sisi dalam kelopak mata atas, yang mengakibatkan tepi kelopak mata berputar ke dalam, dengan bulu mata menyentuh bola mata.
Ini adalah kondisi menyakitkan yang dikenal sebagai trikiasis trachomatous. Bila tidak diobati, dapat menyebabkan gangguan penglihatan bahkan kebutaan.
Untuk menghilangkan trakoma, WHO merekomendasikan strategi SAFE2 untuk mencapai eliminasi trakoma sebagai masalah kesehatan masyarakat. Kemajuan melawan trakoma dan penyakit tropis terabaikan lainnya mengurangi beban manusia dan ekonomi yang mereka bebankan pada komunitas yang paling kurang beruntung di dunia.
Secara global, Arab Saudi bergabung dengan 11 negara lain yang telah divalidasi oleh WHO karena telah menghilangkan trakoma sebagai masalah kesehatan masyarakat. Negara-negara tersebut adalah Kamboja, Cina, Republik Islam Iran, Republik Demokratik Rakyat Laos, Gambia, Ghana, Meksiko, Maroko, Myanmar, Nepal, dan Oman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
“Ini adalah pencapaian luar biasa yang telah menyelamatkan orang dari gangguan penglihatan atau kebutaan yang dapat dicegah. Ini tentang meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan,” kata Dr Ahmed Al-Mandhari, Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur.
Keberhasilan Arab Saudi melawan trakoma sebagian besar dikaitkan dengan mengintegrasikan program perawatan mata nasionalnya dengan layanan perawatan kesehatan primer dan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk bekerja sama dengan kementerian pendidikan dan lingkungan, air dan pertanian.
Arab Saudi dan WHO akan terus memantau daerah-daerah yang sebelumnya endemik untuk memastikan bahwa ada respons yang cepat dan proporsional terhadap kebangkitan apa pun. Melansir dari laman WHO, trakoma merupakan penyebab infeksi utama kebutaan di seluruh dunia.
.jpg)
(Secara global, Arab Saudi bergabung dengan 11 negara lain yang telah divalidasi oleh WHO karena telah menghilangkan trakoma. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Seperti diketahui trakoma disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi menyebar dari orang ke orang melalui jari yang terkontaminasi, benda asing dan lalat yang bersentuhan dengan cairan dari mata atau hidung orang yang terinfeksi.
Faktor risiko lingkungan untuk penularan trakoma termasuk kebersihan yang buruk, rumah tangga yang terlalu padat, dan akses yang tidak memadai ke air, dan fasilitas sanitasi.
Infeksi berulang pada masa kanak-kanak menyebabkan jaringan parut pada sisi dalam kelopak mata atas, yang mengakibatkan tepi kelopak mata berputar ke dalam, dengan bulu mata menyentuh bola mata.
Ini adalah kondisi menyakitkan yang dikenal sebagai trikiasis trachomatous. Bila tidak diobati, dapat menyebabkan gangguan penglihatan bahkan kebutaan.
Untuk menghilangkan trakoma, WHO merekomendasikan strategi SAFE2 untuk mencapai eliminasi trakoma sebagai masalah kesehatan masyarakat. Kemajuan melawan trakoma dan penyakit tropis terabaikan lainnya mengurangi beban manusia dan ekonomi yang mereka bebankan pada komunitas yang paling kurang beruntung di dunia.
Secara global, Arab Saudi bergabung dengan 11 negara lain yang telah divalidasi oleh WHO karena telah menghilangkan trakoma sebagai masalah kesehatan masyarakat. Negara-negara tersebut adalah Kamboja, Cina, Republik Islam Iran, Republik Demokratik Rakyat Laos, Gambia, Ghana, Meksiko, Maroko, Myanmar, Nepal, dan Oman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)