FITNESS & HEALTH

Hubungan antara Kafein Berlebihan dengan Osteoporosis

Raka Lestari
Rabu 21 Oktober 2020 / 06:07
Jakarta: Kafein biasanya terdapat pada minuman kopi dan teh. Beberapa orang terkadang membutuhkannya agar bisa lebih bersemangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Akan tetapi, mengonsumsi kafein secara berlebihan juga bisa menjadi sesuatu yang tidak baik. Salah satunya adalah osteoporosis atau tulang yang keropos.

“Hubungan antara kopi atau garam yang mengandung natrium tinggi dengan osteoporosis itu karena dapat menyebabkan pengeluaran kalsium dari tubuh menjadi tinggi,” ujar DR. dr. Fiastuti Witjaksono, MKM, MS, Sp.GK-K selaku Ketua Umum PB. PEROSI, dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Nasional 2020.

Dr. Fiastuti menambahkan, jika mengonsumsi kopi, kalsium yang seharusnya dipakai untuk kesehatan tulang sudah terlanjur dipakai oleh kopi untuk pengeluaran kalsium dari tubuh itu. Garam juga begitu, terkadang mengandung natrium yang sangat tinggi. Tidak cuma garam saja sebenarnya, natrium juga bisa ada di penyedap rasa dan pengawet.

“Makanan yang modern ini kan biasanya enak, tinggi natirum dari MSG dan pengawet, itu yang perlu dicermati. Kalau makanan yang alami tentunya aman, garam biasa jika natriumnya tidak tinggi juga boleh. Dan pencegahan osteoporosis ini harus dilakukan sejak muda,” ujar dr. Fiastuti.

Menurutnya, anak muda zaman sekarang yang memiliki kebiasaan untuk minum kopi sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Sebab bisa berpengaruh pada osteoporosis di kemudian hari.

“Sebaiknya jangan sampai mengonsumsi kopi terlalu banyak, tetapi kalo satu cangkir sehari menurut berbagai penelitian masih oke,” ujar dr. Fiastuti.

Kopi berlebihan, alkohol, rokok, itu sebaiknya dihindari. Dan supaya kalsium yang ada dalam darah bisa masuk ke tulang, sebaiknya juga ditambah dengan kebiasaan berolahraga.

"Olahraga yang disarankan itu adalah olahraga weight bearing, seperti jalan kaki, jalan cepat, lari, loncat, senam tertentu, atau angkat beban. Dengan olahraga weight bearing, akan membuat tulang menjadi lebih kuat untuk mereka yang masih berusia dewasa muda,” tutup dr. Fiastuti.
(FIR)

MOST SEARCH