FITNESS & HEALTH

Rajin Berolahraga, tapi Berat Badan Tak Kunjung Turun

Raka Lestari
Jumat 10 September 2021 / 17:15
Jakarta: Banyak orang yang berharap bisa menurunkan berat badan dengan melakukan olahraga. Memang salah satu manfaat dari berolahraga adalah menurunkan berat badan.

Akan tetapi, ada beberapa kasus di mana seseorang sudah berolahraga, tetapi berat badannya tidak kunjung turun.

“Jadi kalau kegemukan, olahraga masih bisa dilakukan sendiri. Tetapi kalau sudah masuk ke dalam kategori obesitas memang biasanya ada pendamping,” ujar dr. Leny Pintowari, SpKO, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), dalam acara Press Conference Anlene Virtual Race.

Menurut dr. Leny, jika sudah masuk dalam kategori obesitas, sebaiknya membutuhkan pendamping dalam melakukan olahraga. Bisa jadi teman yang sudah berpengalaman, konselor, ataupun dokter.

“Tubuh ini pandai, punya alarm yang luar biasa. Jadi pada saat kita melakukan latihan, nanti pada titik tertentu beradaptasi terhadap latihan tersebut. Setelah itu tidak mau turun lagi beratnya,” kata dr. Leny.

Itulah kenapa harus ada yang membantu karena ada perubahan-perubahan latihan. Ada perubahan-perubahan apakah dia frekuensinya, atau intensitasnya, atau waktunya, ataupun jenis latihannya.

“Tidak boleh misalnya, latihan 3 kali seminggu. Kemudian biar cepat turun dinaikkan jadi 5 kali seminggu dan bersamaan dinaikkan intensitasnya dari ringan jadi sedang. Dua komponen naik berbarengan, itu hati-hati. Kita perlu waspada karena takutnya nanti ada cedera. Bukannya turun berat badan,” saran dr. Leny.

Obesitas itu unik. Memang tidak semudah orang bilang kegemukan gampang pokoknya diet terus gerak turun pasti.

"Tidak demikian, ada hal-hal tertentu. Selain diet kita juga perlu melakukan latihan,” jelas dr. Leny.

Dan memang, menurut dr. Leny untuk ada faktor genetika yang berperan dalam menentukan berat badan seseorang. Ini merupakan faktor yang tidak bisa kita hindari. Namun mereka yang memiliki faktor genetika jangan khawatir kalau tidak bisa diubah.

"Iya genetiknya tidak bisa diubah, tapi dengan usaha yang benar kita bisa kendalikan,” tutupnya.

Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkedan. Salam hangat.
(FIR)

MOST SEARCH