FITNESS & HEALTH
Bukan TB Biasa, Ketahui Apa Itu Tuberkulosis Ginjal yang Dialami Lucky Element
Aulia Putriningtias
Senin 26 Januari 2026 / 19:08
Jakarta: Kabar duka datang dari salah satu artis Lucky Element yang meninggal pada Minggu kemarin, 25 Januari 2026. Lucky dikabarkan mengidap tuberkulosis ginjal.
Dilansir dalam beberapa sumber, Lucky dikabarkan terlambat menjalani cuci darah. Hal ini yang menyebabkan kondisinya menurun drastis hingga mengalami sesak napas.
Sebelumnya, dirinya sempat mengungkapkan bahwa dirinya menderita tuberkulosis (TB) ginjal sejak 2022. Hal ini diungkapkan dalam sebuah video yang diunggah pada kanal YouTube.
"Gue kena namanya TB Ginjal, tuberkulosis ginjal. Tuberkulosis di seluruh bagian bawah badan, ginjal, ureter, kandung kemih, uretra, kena semua. Jadi semua saluran kencing, ke bawah kena semua," kata Lucky dalam channel YouTube Ferdy Tahier.
.jpg)
(TBC ginjal bentuk TBC ekstra paru yang dapat merusak jaringan ginjal dan sistem perkemihan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Dilansir dalam Healthline, TB ginjal merupakan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang terjadi pada ginjal. Spesies lain dari bakteri ini, seperti Mycobacterium bovis juga dapat menjadi penyebabnya.
Kondisi ini terbilang jarang terjadi, sebab tuberkulosis memang cenderung dan lebih sering menyerang paru-paru. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 10,6 juta orang di seluruh dunia tertular TB pada 2021.
Bakteri tuberkulosis dapat menginfeksi satu atau kedua ginjal secara bersamaan. Umumnya, infeksi dimulai dari lapisan terluar ginjal yang disebut korteks, kemudian perlahan menyebar ke bagian dalam ginjal atau medula.
Jika penyakit ini tidak ditangani dengan pengobatan yang tepat, TB ginjal dapat menyebabkan pembengkakan hingga kerusakan jaringan ginjal. Terlebih pada kondisi yang sudah berat, komplikasi tersebut berisiko berkembang menjadi gagal ginjal stadium akhir.
Bakteri TB dapat berdiam di dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala. Ketika daya tahan tubuh menurun, misalnya akibat usia, penyakit tertentu, atau gangguan sistem imun bakteri tersebut bisa kembali aktif dan menyebabkan infeksi pada ginjal.
Jadi, kamu perlu ketahui bahwa tidak semua pengidap TB ginjal mengalami gejala. Namun, pada sebagian orang, keluhan yang muncul meliputi:
- Adanya darah dalam urine.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di area pinggang.
- Sering buang air kecil.
- Nyeri saat buang air kecil.
Namun, perlu ditekankan bahwa gejala-gejala di atas bukan berarti langsung mengidap penyakit TB ginjal. Karena ada beberapa masalah kesehatan yang diawali gejala-gejala di atas juga.
Perlu kamu ketahui bahwa proses penyakit ini berlangsung perlahan, banyak penderita baru menyadari penyakit ini saat kerusakan ginjal sudah cukup berat. Jadi, jika kamu mengalami hal-hal di atas, sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter ahli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Dilansir dalam beberapa sumber, Lucky dikabarkan terlambat menjalani cuci darah. Hal ini yang menyebabkan kondisinya menurun drastis hingga mengalami sesak napas.
Sebelumnya, dirinya sempat mengungkapkan bahwa dirinya menderita tuberkulosis (TB) ginjal sejak 2022. Hal ini diungkapkan dalam sebuah video yang diunggah pada kanal YouTube.
"Gue kena namanya TB Ginjal, tuberkulosis ginjal. Tuberkulosis di seluruh bagian bawah badan, ginjal, ureter, kandung kemih, uretra, kena semua. Jadi semua saluran kencing, ke bawah kena semua," kata Lucky dalam channel YouTube Ferdy Tahier.
Mengenal lebih soal tuberkulosis ginjal
.jpg)
(TBC ginjal bentuk TBC ekstra paru yang dapat merusak jaringan ginjal dan sistem perkemihan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Dilansir dalam Healthline, TB ginjal merupakan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang terjadi pada ginjal. Spesies lain dari bakteri ini, seperti Mycobacterium bovis juga dapat menjadi penyebabnya.
Kondisi ini terbilang jarang terjadi, sebab tuberkulosis memang cenderung dan lebih sering menyerang paru-paru. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 10,6 juta orang di seluruh dunia tertular TB pada 2021.
Bakteri tuberkulosis dapat menginfeksi satu atau kedua ginjal secara bersamaan. Umumnya, infeksi dimulai dari lapisan terluar ginjal yang disebut korteks, kemudian perlahan menyebar ke bagian dalam ginjal atau medula.
Jika penyakit ini tidak ditangani dengan pengobatan yang tepat, TB ginjal dapat menyebabkan pembengkakan hingga kerusakan jaringan ginjal. Terlebih pada kondisi yang sudah berat, komplikasi tersebut berisiko berkembang menjadi gagal ginjal stadium akhir.
Apa saja gejala tuberkulosis ginjal?
Bakteri TB dapat berdiam di dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala. Ketika daya tahan tubuh menurun, misalnya akibat usia, penyakit tertentu, atau gangguan sistem imun bakteri tersebut bisa kembali aktif dan menyebabkan infeksi pada ginjal.
Jadi, kamu perlu ketahui bahwa tidak semua pengidap TB ginjal mengalami gejala. Namun, pada sebagian orang, keluhan yang muncul meliputi:
- Adanya darah dalam urine.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di area pinggang.
- Sering buang air kecil.
- Nyeri saat buang air kecil.
Namun, perlu ditekankan bahwa gejala-gejala di atas bukan berarti langsung mengidap penyakit TB ginjal. Karena ada beberapa masalah kesehatan yang diawali gejala-gejala di atas juga.
Perlu kamu ketahui bahwa proses penyakit ini berlangsung perlahan, banyak penderita baru menyadari penyakit ini saat kerusakan ginjal sudah cukup berat. Jadi, jika kamu mengalami hal-hal di atas, sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter ahli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)