Jakarta: Saat ini vaksinasi booster untuk mencegah Covid-19 masih terus dilakukan. Sama seperti dosis pertama dan kedua, banyak dilaporkan juga masyarakat yang mengalami efek dari vaksin booster covid-19 ini.
Memang pada umumnya efek vaksin booster yang dialami adalah ringan. Demam, sakit kepala, kelelahan, nyeri, dan pembengkakan di tempat suntikan tetap menjadi efek samping yang umum terjadi dari dosis booster.
“Umumnya efek sampingnya ringan, dan tidak perlu khawatir. Kamu hanya perlu minum obat sesuai anjuran dokter. Efek samping minimal ini seharusnya tidak menghentikan seseorang untuk mendapatkan suntikan booster. Namun, efek samping yang serius memang jarang terjadi," kata Dr Jinendra Jain, Dokter Konsultan di Wockhardt Hospital.
Bagi mereka yang ingin melakukan vaksinasi booster, usahakan tidak dalam keadaan perut kosong dan tidak mengonsumsi makanan berat, berminyak, dan pedas.
“Jangan merokok atau minum alkohol dan mengonsumsi minuman berkafein,” kata Deepti Khatuja, Kepala Ahli Gizi Klinis di Fortis Memorial Research Institute Gurgaon.
Khatuja juga memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek booster:
- Mengonsumsi makanan dalam porsi yang kecil, namun dengan frekuensi yang sering.
- Banyak mengonsumsi air putih. Hidrasi merupakan hal yang penting.
- Optimalkan asupan nutrisi dengan fokus khusus pada protein dan makanan yang mudah dicerna seperti yogurt.
- Mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang beragam.
- Mengonsumsi setidaknya 5-8 porsi sajian buah-buahan.
- Meningkatkan asupan probiotik atau prebiotik dan serat dalam diet.
- Batasi konsumsi makanan olahan tinggi dan sertakan lebih banyak makanan musiman dan makanan utuh seperti sereal dan millet utuh, kacang-kacangan utuh, dan lainnya.
- Hindari merokok dan alkohol yang berdampak buruk pada kekebalan dan risiko serta tingkat keparahan infeksi.
"Dalam kasus varian Omicron, mereka yang memenuhi syarat untuk mengambil suntikan booster tidak boleh menunda untuk mendapatkannya. Suntikan booster akan membantu dalam menangani jenis virus baru," tutup Dr Jain.
(FIR)
Memang pada umumnya efek vaksin booster yang dialami adalah ringan. Demam, sakit kepala, kelelahan, nyeri, dan pembengkakan di tempat suntikan tetap menjadi efek samping yang umum terjadi dari dosis booster.
“Umumnya efek sampingnya ringan, dan tidak perlu khawatir. Kamu hanya perlu minum obat sesuai anjuran dokter. Efek samping minimal ini seharusnya tidak menghentikan seseorang untuk mendapatkan suntikan booster. Namun, efek samping yang serius memang jarang terjadi," kata Dr Jinendra Jain, Dokter Konsultan di Wockhardt Hospital.
Tips yang perlu diikuti sebelum dan setelah mendapatkan booster
Bagi mereka yang ingin melakukan vaksinasi booster, usahakan tidak dalam keadaan perut kosong dan tidak mengonsumsi makanan berat, berminyak, dan pedas.
“Jangan merokok atau minum alkohol dan mengonsumsi minuman berkafein,” kata Deepti Khatuja, Kepala Ahli Gizi Klinis di Fortis Memorial Research Institute Gurgaon.
Khatuja juga memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek booster:
- Mengonsumsi makanan dalam porsi yang kecil, namun dengan frekuensi yang sering.
- Banyak mengonsumsi air putih. Hidrasi merupakan hal yang penting.
- Optimalkan asupan nutrisi dengan fokus khusus pada protein dan makanan yang mudah dicerna seperti yogurt.
- Mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang beragam.
- Mengonsumsi setidaknya 5-8 porsi sajian buah-buahan.
- Meningkatkan asupan probiotik atau prebiotik dan serat dalam diet.
- Batasi konsumsi makanan olahan tinggi dan sertakan lebih banyak makanan musiman dan makanan utuh seperti sereal dan millet utuh, kacang-kacangan utuh, dan lainnya.
- Hindari merokok dan alkohol yang berdampak buruk pada kekebalan dan risiko serta tingkat keparahan infeksi.
"Dalam kasus varian Omicron, mereka yang memenuhi syarat untuk mengambil suntikan booster tidak boleh menunda untuk mendapatkannya. Suntikan booster akan membantu dalam menangani jenis virus baru," tutup Dr Jain.
(FIR)