FITNESS & HEALTH

Yuk, Ketahui 4 Ragam Sakit Kepala Berdasarkan Lokasinya

Mia Vale
Senin 08 Agustus 2022 / 17:31
Jakarta: Bila sedang terserang pilek, stres, atau dehidrasi, sakit kepala merupakan gejala umum yang menyertai semua penyakit ini. Mulai dari rasa sakit yang tajam, menusuk, hingga tumpul atau sekadar nyut-nyutan. 

Namun begitu, sering kali orang-orang tidak mengetahui bahwa ada banyak jenis sakit kepala yang kerap tumpang tindih. Sehingga sulit untuk mengindentifikasi sumber penyakitnya. 

Nah, seperti yang berhasil dikutip dari Times of India, penting bagi kita untuk mengetahui jenis sakit kepala yang sedang dialami agar tepat kala mengobatinya. 
 

1. Sakit di sekitar mata 


Nyeri yang terjadi di dalam dan di sekitar mata biasanya merupakan tanda sakit kepala cluster. Sakit kepala cluster dikatakan sangat jarang, tetapi merupakan salah satu bentuk sakit kepala yang paling parah. 

Menurut Mayo Clinic, itu menyerang dengan cepat dan biasanya tanpa peringatan. Ini cenderung muncul dalam kelompok dan dapat bertahan hingga tiga jam. Rasa sakit di lokasi ini bisa menyebar ke leher, pipi, hidung, pelipis atau bahu, biasanya hanya di satu sisi. 
 

2. Nyeri pada sinus 


Sinus adalah rongga berisi udara di tengkorak yang terletak di belakang dahi, tulang hidung, pipi, dan mata. Nyeri ini dapat dikaitkan dengan sakit kepala sinus. Sakit kepala sinus biasanya terkait dengan migrain dan mungkin terasa seperti infeksi pada sinus (sinusitis). 

Sakit yang dirasakan bisa berupa tekanan dan rasa penuh di pipi, alis dan dahi, sementara juga mengalami hidung tersumbat, kelelahan dan rasa pegal di gigi atas. Migrain juga bisa disertai dengan gejala lain termasuk mual atau perubahan penglihatan.



(Sakit kepala juga dapat disebabkan oleh hal-hal di luar penyakit. Misalnya kurang tidur, kacamata dengan resep salah, stres, suara bising, atau penutup kepala yang ketat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

3. Sakit pada kulit kepala 


Sakit kepala pada lokasi ini, artinya mengalami sakit kepala tegang. Ini merupakan jenis sakit kepala yang paling umum yang dapat berkisar dari nyeri ringan hingga sedang dan jarang terjadi. Namun, dalam beberapa kasus, mereka mungkin muncul beberapa kali seminggu. 

Ditandai dengan sakit kepala yang tumpul dan sakit. Sakit kepala tegang menyebabkan perasaan sesak atau tertekan di dahi atau di samping dan belakang kepala seolah-olah ada pita ketat yang melingkari kepala.

Beberapa hal dapat memicu sakit kepala jenis ini, mulai dari stres, kurang tidur hingga ketegangan mata, cedera, olahraga berlebihan 
 

4. Sakit di leher dan belakang kepala 


Sakit kepala yang dimulai dari leher dan menjalar ke punggung bisa mengindikasikan sakit kepala cervicogenic, di mana sakit kepala sekunder, yang berarti disebabkan oleh penyakit lain atau kondisi fisik.

Ini dapat memburuk dari waktu ke waktu, mengakibatkan gerakan leher yang sulit dan peningkatan tekanan di sekitar area yang sama. Penelitian terbaru menemukan bahwa nyeri leher juga bisa menjadi gejala umum migrain, yang berasal dari otak.
 

Cara mengobati sakit kepala


Untuk migrain dan sakit kepala tegang, minum obat yang dijual bebas dapat meredakannya. Namun, harus tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum beralih ke obat-obatan tersebut. Jika gejala berulang dan terus-menerus seperti sakit kepala cluster, mungkin lebih sulit untuk diobati.

Pengobatan rumahan termasuk beristirahat di ruangan gelap yang tenang, menggunakan kompres panas atau dingin di kepala dan leher, bisa pijat. Jika sakit kepala parah dan tidak dapat ditangani di rumah, cari perawatan darurat. 
Jika  mengalami sakit kepala setelah cedera atau jatuh atau jika rasa sakit tidak mereda bahkan dengan pengobatan, segera konsultasikan dengan dokter. 

(TIN)

MOST SEARCH