FITNESS & HEALTH

Ini 3 Waktu Ideal Olahraga saat Puasa Agar Tubuh Tetap Bugar

Muhammad Syahrul Ramadhan
Sabtu 16 April 2022 / 12:55
Jakarta: Selama menjalankan ibadah puasa Ramadan penting untuk menjaga tubuh tetap bugar, salah satunya dengan rutin berolahraga. Namun, olahraga saat berpuasa perlu ada penyesuaian, terutama terkait waktunya.

Nah, bagi sobat Medcom yang ingin berolahraga berikut rekomendasi waktu Dosen Fakultas ilmu Olahraga (FIO) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Ada beberapa rekomendasi yang bisa dipilih.

1. Sebelum buka puasa

Sebelum buka puasa atau sekitar satu jam sebelum waktu berbuka. Estimasinya, ketika olahraga selesai bertepatan dengan waktu berbuka. Sehingga cairan tubuh dan tenaga yang berkurang bisa segera terganti.

2. Setelah berbuka puasa

Kedua, setelah buka puasa atau setelah tarawih. Waktu ini bisa jadi pilihan karena kondisi tubuh kembali pada performa semula.

Sehingga tidak perlu takut lemas atau kelelahan. Karena cairan tubuh yang keluar bisa segera tergantikan langsung saat atau setelah berolahraga.

“Upayakan menghindari olahraga satu jam sebelum waktu tidur. Karena badan capek takutnya nanti malah tidak bisa tidur,” ujarnya.

3. Sebelum sahur

Bagi yang bisa bangun lebih awal bisa melakukan olahraga pada waktu ini sembari menunggu tersajinya santapan sahur. Olahraga waktu ini bisa bikin fresh saat melaksanakan salat subuh dan melakukan aktivitas pagi bahkan hingga sore.
 
“Semua kembali ke masing-masing individu sih. Kapan pun sempatnya yang penting olahraga, bisa sore, bisa setelah tarawih pun bisa sebelum sahur,” jelasnya.

Baca: Lakukan 4 Hal Ini untuk Mencegah Dehidrasi Saat Puasa

Manfaat olahraga saat puasa

Badan fresh, mood booster

Manfaat olahraga saat bulan puasa ialah bisa memperbaiki mood dan menjaga stabilitas emosi. Selain itu, menjaga metabolisme tubuh dan membuat hormon bisa bekerja maksimal.
 
Kunjung menuturkan saat olahraga tubuh mengeluarkan hormon endorfin. Yakni hormon pemicu kegembiraan atau bahagia.

Minimalisir penurunan fisik

Olahraga saat puasa juga dapat mengurangi risiko penurunan masa otot atau penurunan fisik yang terlalu dalam. Selama puasa, fisik pada umumnya mengalami penyusutan. Kunjung mengatakan untuk menjaga masa otot atau fisik diperlukan olahraga atau aktivitas fisik.
 
“Dalam dunia olahraga ada istilah use it or lose it, artinya gunakan tubuh Anda atau Anda akan kehilangan tubuh Anda,” kata Kunjung.
 
Dia mencontohkan jika seseorang lama tidak joging atau push up, ketika tiba-tiba diminta joging atau push up, maka badan terasa kaku dan tentu akan cepat kelelahan. Kondisi itu dipahami sebagai penurunan fisik dan fungsi fisik akibat jarang digunakan olahraga.
 
Kunjung mengatakan untuk mengurangi risiko penurunan fisik cara yang bisa dilakukan ialah use it, menggunakan tubuh melalui olahraga.
 
“Itulah beberapa cara perawatan tubuh yang bisa dilakukan, sehingga hormon bekerja maksimal, otot terjaga, jantung bekerja optimal, dampaknya tubuh kita bisa bekerja dengan optimal dan prima. Sehat tentunya,” tutur dia.

Lebih Produktif

Lebih jauh, tubuh yang sehat dan bugar ditambah mood yang bagus bisa meningkatkan kinerja dan produktivitas kerja baik di kantor, di rumah maupun di tempat lain. Hal ini beralasan, sebab ketika puasa, perut lapar kadang bikin ngantukan dan inginnya rebahan.
 
“Bawaanya mager. Kalau dituruti, pekerjaan dan pencapaian target bisa molor. Kalau olahraga, kita punya badan dan energi yang siap serta emosi yang stabil untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas tertentu. Sehat terasa sangat mahal ketika kita sakit. Yuk, mulai dan biasakan diri untuk berolahraga,” kata Kunjung.

 
(RUL)

MOST SEARCH