FITNESS & HEALTH
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Pemprov DKI Siagakan 31 Rumah Sakit
A. Firdaus
Jumat 16 Oktober 2026 / 20:20
- 5 Jenis Masker untuk Polusi Udara, Mana yang Paling Cocok?
- Kualitas udara Jakarta mengalami penurunan dalam dua hingga tiga hari terakhir.
- Partikel PM2.5 merupakan polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.
Jakarta: Kualitas udara di DKI Jakarta memburuk dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi potensi peningkatan penyakit pernapasan akibat kondisi udara yang tidak sehat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiagakan rumah sakit, puskesmas, hingga fasilitas kesehatan pembantu untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan.
“Saya sudah memerintahkan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, 292 (fasilitas pembantu) puskesmas sudah disiagakan untuk menangani hal yang berkaitan dengan efek dari kondisi cuaca,” kata Pramono, dilansir dari Antara, Jumat, 16 Oktober 2026.
Pramono mengungkapkan, kualitas udara Jakarta mengalami penurunan dalam dua hingga tiga hari terakhir. Meski demikian, ia memilih memprioritaskan kesiapan layanan kesehatan masyarakat daripada berspekulasi mengenai penyebab memburuknya kondisi udara.
“Saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Memang sekarang ini, dalam dua tiga hari ini, kondisi udara Jakarta mengalami kondisi yang memburuk,” ujarnya.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 12.00 WIB, kualitas udara Jakarta berada dalam kategori tidak sehat. Konsentrasi polutan PM2.5 tercatat mencapai 81 mikrogram per meter kubik atau 16,2 kali lipat di atas panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Sebelumnya, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta pada Jumat pagi sempat mencapai angka 186. Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan paparan polusi saat beraktivitas di luar ruangan.
Partikel PM2.5 merupakan polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Paparan partikel ini dapat memicu iritasi, memperburuk asma, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan pernapasan dan kardiovaskular.
Risiko dampak polusi udara juga perlu diperhatikan oleh kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru.
Di tengah memburuknya kualitas udara, masyarakat diimbau memantau perkembangan polusi melalui situs resmi udara.jakarta.go.id. Selain itu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan polutan.
1. Gunakan masker yang sesuai. Masker respirator seperti N95 atau KN95 yang pas di wajah dapat membantu menyaring partikel halus. Masker kain biasa tidak memberikan tingkat perlindungan yang setara.
2. Batasi aktivitas di luar ruangan. Kurangi olahraga berat di luar ruangan ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, terutama bagi kelompok rentan.
3. Tutup jendela saat polusi tinggi. Jika kondisi udara di luar memburuk, tutup pintu dan jendela serta gunakan penyaring udara jika tersedia.
4. Jaga kesehatan saluran pernapasan. Hindari paparan asap rokok dan sumber polusi lain di dalam ruangan yang dapat memperburuk kualitas udara.
5. Kenali gejala gangguan pernapasan. Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas berat, nyeri dada, atau gejala yang memburuk.
Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi tubuh selama beraktivitas. Jika mengalami batuk, mengi, atau sesak napas yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan yang disampaikan Pemprov DKI Jakarta diharapkan dapat membantu penanganan warga terdampak. Sementara itu, pemantauan kualitas udara dan upaya mengurangi paparan polusi tetap menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat.
(FIR)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiagakan rumah sakit, puskesmas, hingga fasilitas kesehatan pembantu untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan.
“Saya sudah memerintahkan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, 292 (fasilitas pembantu) puskesmas sudah disiagakan untuk menangani hal yang berkaitan dengan efek dari kondisi cuaca,” kata Pramono, dilansir dari Antara, Jumat, 16 Oktober 2026.
Pramono mengungkapkan, kualitas udara Jakarta mengalami penurunan dalam dua hingga tiga hari terakhir. Meski demikian, ia memilih memprioritaskan kesiapan layanan kesehatan masyarakat daripada berspekulasi mengenai penyebab memburuknya kondisi udara.
“Saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Memang sekarang ini, dalam dua tiga hari ini, kondisi udara Jakarta mengalami kondisi yang memburuk,” ujarnya.
Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 12.00 WIB, kualitas udara Jakarta berada dalam kategori tidak sehat. Konsentrasi polutan PM2.5 tercatat mencapai 81 mikrogram per meter kubik atau 16,2 kali lipat di atas panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Sebelumnya, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta pada Jumat pagi sempat mencapai angka 186. Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan paparan polusi saat beraktivitas di luar ruangan.
Partikel PM2.5 merupakan polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Paparan partikel ini dapat memicu iritasi, memperburuk asma, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan pernapasan dan kardiovaskular.
Risiko dampak polusi udara juga perlu diperhatikan oleh kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru.
Tips Melindungi Diri saat Polusi Udara Memburuk
Di tengah memburuknya kualitas udara, masyarakat diimbau memantau perkembangan polusi melalui situs resmi udara.jakarta.go.id. Selain itu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan polutan.
1. Gunakan masker yang sesuai. Masker respirator seperti N95 atau KN95 yang pas di wajah dapat membantu menyaring partikel halus. Masker kain biasa tidak memberikan tingkat perlindungan yang setara.
2. Batasi aktivitas di luar ruangan. Kurangi olahraga berat di luar ruangan ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, terutama bagi kelompok rentan.
3. Tutup jendela saat polusi tinggi. Jika kondisi udara di luar memburuk, tutup pintu dan jendela serta gunakan penyaring udara jika tersedia.
4. Jaga kesehatan saluran pernapasan. Hindari paparan asap rokok dan sumber polusi lain di dalam ruangan yang dapat memperburuk kualitas udara.
5. Kenali gejala gangguan pernapasan. Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas berat, nyeri dada, atau gejala yang memburuk.
Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi tubuh selama beraktivitas. Jika mengalami batuk, mengi, atau sesak napas yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan yang disampaikan Pemprov DKI Jakarta diharapkan dapat membantu penanganan warga terdampak. Sementara itu, pemantauan kualitas udara dan upaya mengurangi paparan polusi tetap menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat.
(FIR)