FITNESS & HEALTH
Mengenal Astigmatisme, Penglihatan Kabur Terutama pada Malam Hari
Raka Lestari
Kamis 31 Desember 2020 / 17:00
Jakarta: Astigmatisme merupakan kondisi mata yang menyebabkan penglihatan kabur, terutama pada cahaya redup. Kondisi ini terjadi karena astigmatisme ketika mata berbentuk seperti oval, sehingga menyebabkan distorsi pada cahaya yang masuk ke dalam mata.
“Ini disebabkan karena kornea mata yang tidak berbentuk bulat sempurna. Sebenarnya agak sedikit oval. Memang sangat halus perbedaannya, tetapi ini sangat penting sekali dari sisis visual,” kata Robert Friedman, seorang dokter mata di Manhattan.
Astigmatisme merupakan gangguan pada mata yang cukup umum. Menurut American Academy of Ophthalmology, kondisi ini memengaruhi sekitar satu dari tiga orang Amerika. Dan itu terjadi lebih sering seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut dapat terjadi pada seseorang yang mengalami rabun jauh (miopia) atau rabun dekat (hyperopia), dan ada beberapa metode untuk mengobatinya.
Para ahli sepakat gejala utama astigmatisme adalah tidak dapat melihat dengan jelas. Kemudian dapat menyebabkan gejala lain, seperti berikut:
“Orang dengan astigmatisme mungkin mengeluhkan penglihatan kabur untuk objek baik dekat maupun jauh,” kata Anna Park, dokter mata di Washington Hospital Center.
"Otot mata berusaha untuk fokus, dan jika ada yang tidak jelas, kamu bisa mengalami kelelahan mata. Ini juga bisa menyebabkan sakit kepala," kata Park.
"Astigmatisme dapat menyebabkan cahaya tampak bergaris-garis," kata Vicki Chan, dokter mata di Kaiser Permanente di Los Angeles.
"Jika kamu melihat cahaya melingkar dari jauh dan melihatnya seperti berbentuk oval, itu disebut astigmatisme. Tapi ovoid, atau distorsi oval seringkali sulit dilihat,” kata Friedman.
Hanya karena seseorang mengidap astigmatisme, tidak berarti semua tugas akan terkena dampak yang sama. Beberapa orang mungkin masih bisa membaca sesuatu dalam jarak yang lurus.
"Tetapi mungkin mengalami kesulitan jika mengerjakan sesuatu yang membutuhkan kemampuan untuk melihat dari kejauhan,” pungkas Friedman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
“Ini disebabkan karena kornea mata yang tidak berbentuk bulat sempurna. Sebenarnya agak sedikit oval. Memang sangat halus perbedaannya, tetapi ini sangat penting sekali dari sisis visual,” kata Robert Friedman, seorang dokter mata di Manhattan.
Astigmatisme merupakan gangguan pada mata yang cukup umum. Menurut American Academy of Ophthalmology, kondisi ini memengaruhi sekitar satu dari tiga orang Amerika. Dan itu terjadi lebih sering seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut dapat terjadi pada seseorang yang mengalami rabun jauh (miopia) atau rabun dekat (hyperopia), dan ada beberapa metode untuk mengobatinya.
Para ahli sepakat gejala utama astigmatisme adalah tidak dapat melihat dengan jelas. Kemudian dapat menyebabkan gejala lain, seperti berikut:
1. Penglihatan kabur pada jarak berapapun
“Orang dengan astigmatisme mungkin mengeluhkan penglihatan kabur untuk objek baik dekat maupun jauh,” kata Anna Park, dokter mata di Washington Hospital Center.
2. Kelelahan mata dan sakit kepala.
"Otot mata berusaha untuk fokus, dan jika ada yang tidak jelas, kamu bisa mengalami kelelahan mata. Ini juga bisa menyebabkan sakit kepala," kata Park.
3. Penglihatan kabur
"Astigmatisme dapat menyebabkan cahaya tampak bergaris-garis," kata Vicki Chan, dokter mata di Kaiser Permanente di Los Angeles.
4. Cahaya melingkar yang muncul sebagai oval.
"Jika kamu melihat cahaya melingkar dari jauh dan melihatnya seperti berbentuk oval, itu disebut astigmatisme. Tapi ovoid, atau distorsi oval seringkali sulit dilihat,” kata Friedman.
5. Memiliki keterbatasan saat melakukan tugas tertentu
Hanya karena seseorang mengidap astigmatisme, tidak berarti semua tugas akan terkena dampak yang sama. Beberapa orang mungkin masih bisa membaca sesuatu dalam jarak yang lurus.
"Tetapi mungkin mengalami kesulitan jika mengerjakan sesuatu yang membutuhkan kemampuan untuk melihat dari kejauhan,” pungkas Friedman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)