FITNESS & HEALTH

Sejumlah Fakta tentang Aphasia dan Cara Mengobatinya

Raka Lestari
Sabtu 02 April 2022 / 08:15
Jakarta: Belakangan, Bruce Willis memutuskan untuk beristirahat dari dunia akting karena gangguan otak yang dialaminya yang disebut aphasia. Pengumuman ini disampaikan oleh pihak keluarga Bruce Willis pada hari Rabu kemarin.

“Sebagai akibat dari kondisinya tersebut dan dengan banyak pertimbangan Bruce memutuskan untuk menjauh dari kariernya yang sangat berarti baginya,” tulis anak perempuan Bruce Willis, Rumer Willis di media sosial.
 

Apa itu aphasia?


Menurut National Aphasia Association, seseorang mungkin jarang mendengar aphasia tetapi gangguan otak ini lebih umum dibandingkan penyakit Parkinson, cerebral palsy atau distrofi otot. Dan faktanya, menurut asosiasi tersebut sebanyak 180.000 orang didiagnosis aphasia setiap tahunnya.

Aphasia merupakan kondisi yang merusak dan mencuri kemampuan seseorang untuk berkomunikasi. Sehingga sulit untuk menulis atau berbicara atau bahkan memahami apa yang dikatakan orang lain.

Seseorang dengan aphasia mungkin mengalami masalah dalam menemukan kata-kata, menggunakan kata-kata yang tidak berurutan, berbicara dengan terputus-putus, terbata-bata, atau menggunakan potongan-potongan ucapan yang pendek.

Mereka bahkan dapat mengarang kata-kata yang tidak masuk akal dan mengatakannya ke dalam pidato dan tulisan mereka. Menurut American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), seseorang dengan aphasia juga dapat memiliki masalah dengan menyalin huruf dan kata secara akurat.

Orang yang memiliki aphasia juga mungkin akan kesulitan memahami maksud orang lain. Mereka mungkin tidak mengerti kalimat lisan atau tertulis atau membutuhkan waktu ekstra untuk menyerap dan memahami apa yang dikatakan atau apa yang mereka baca.

Mereka juga mungkin kehilangan kemampuan untuk mengenali kata-kata dengan melihat atau mengucapkan kata-kata tertulis. Mungkin sulit bagi penderita aphasia untuk mengikuti pembicara yang cepat, atau memahami kalimat dan konsep yang kompleks.

Dampak dari aphasia pada setiap individu yang mengalaminya akan berbeda-beda, tergantung pada tingkat dan lokasi kerusakan di otak. Beberapa orang hanya kehilangan kemampuannya untuk menemukan atau mengulang kata dan frasa, tetapi masih dapat berbicara dan dipahami.
 

Penyebab dan pengobatannya


Aphasia disebabkan oleh kerusakan pada pusat bahasa di otak, dan seringkali merupakan akibat dari cedera otak traumatis, infeksi atau tumor di otak, atau penyakit otak degeneratif seperti demensia.

"Namun, stroke sejauh ini merupakan penyebab terbesar dari kondisi tersebut. Antara 25 – 40 persen dari penderita stroke mengalami aphasia," menurut National Aphasia Association.

Pengobatan aphasia berfokus pada gejala orang tersebut. Bagi mereka dengan bentuk aphasia yang lebih ringan, pengobatan dapat bersifat restoratif, menggunakan terapi wicara untuk melatih otak mengenali kata-kata dan berbicara serta menulis.

Untuk orang dengan kondisi degeneratif, di mana penurunan lebih lanjut diperkirakan terjadi, profesional kesehatan sering berfokus pada pemberian bantuan kompensasi dalam bentuk gambar dan format cetak besar untuk membantu orang tersebut berkomunikasi.
(FIR)

MOST SEARCH