FITNESS & HEALTH

Warning Buat Laki-laki! Perlunya Skrining Urologi Sebelum 50 Tahun

Aulia Putriningtias
Jumat 12 Juni 2026 / 11:00
Ringkasnya gini..
  • Laki-laki sering abai dengan kesehatan saluran kemih mereka.
  • Padahal, saat ini mobilitas kebanyakan manusia adalah banyak duduk dan tidak selalu bergerak aktif.  
  • Sangat penting melakukan skrining awal demi mencegah terjadinya lebih luas lagi masalah kesehatan saluran kemih.

Jakarta: Pernah tidak kamu berpikir soal kesehatan urologi pada laki-laki juga sangat penting? Ditambah, sebelum usia 40, wajib banget skrining urologi, loh!

Menurut Dokter Spesialis Urologi dari Eka Hospital MT Haryono, dr. Dyandra Parikesit, BMedSc., Sp.U., FICS, laki-laki sering abai dengan kesehatan saluran kemih mereka.

Padahal, saat ini mobilitas kebanyakan manusia adalah banyak duduk dan tidak selalu bergerak aktif. Saluran kemih sendiri bukan penyakit usia, melainkan dapat terjadi kapan saja.

"Banyak pria sering kali mengabaikan gejala gangguan saluran kemih dan baru ke dokter saat gejalanya memburuk," ungkapnya kepada tim Medcom.id.

Untuk itu, sangat penting melakukan skrining awal demi mencegah terjadinya lebih luas lagi masalah kesehatan saluran kemih ini. Namun, usia kapan yang cocok untuk melakukan, ya?

Jika kamu berusia sekitar 30 tahunan, bisa mencoba deteksi dini varikokel melalui USG testis. Skrining ini untuk mendeteksi varikokel atau pembengkakan pembuluh darah vena di dalam kantong testis yang menjadi penyebab utama infertilitas pada pria.

"Selain itu, pria usia 30 tahunan juga bisa melakukan analisis sperma, khususnya mereka yang sedang merencanakan program kehamilan bersama pasangan," jelasnya.

Lanjut ke usia 45-an, pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala perlu dilakukan. Tujuannya menilai kemampuan filtrasi ginjal dalam menyaring sisa metabolisme.

Pada usia 50-an, wajib melakukan pemeriksaan saluran kemih tahunan. Hal ini dikarenakan kelenjar prostat pria mengalami pertumbuhan sekunder yang rentan memicu keganasan.

Pada usia 50-an, melakukan Tes PSA (Prostate-Specific Antigen) atau pemeriksaan darah sederhana. Hal ini untuk mengukur kadar protein PSA yang diproduksi oleh kelenjar prostat perlu dilakukan.

Selain itu, ada Uroflowmetry, di mana termasuk prosedur diagnostik untuk mengukur volume, kecepatan pancaran, dan durasi keluarnya urin saat berkemih. 

Hasil pemeriksaan ini membantu dokter menentukan tingkat keparahan sumbatan pada saluran kemih yang umumnya disebabkan oleh pembesaran prostat jinak.

"Skrining sejak dini dapat membantu mempertahankan fungsi reproduksi, seksual, dan sistem sekresi urine yang optimal hingga usia lanjut," tutup dr. Dyandra.



Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH