FITNESS & HEALTH
Bukan Sembarang Gulma, Ternyata 5 Tanaman Liar Ini Berkhasiat untuk Kesehatan
Mia Vale
Senin 02 September 2024 / 17:12
Jakarta: Kala kita menanam tanaman hias, tak jarang ada tanaman liar atau gulma yang tumbuh. Hal pertama yang kita lakukan adalah menghilangkannya dengan segara.
Ini dilakukan karena kita tidak mau tanaman hias atau tanaman yang sudah kita tanam dan dirawat menjadi rusak begitu saja. Tapi ternyata, ada beberapa tanaman liar yang bisa dijadikan obat atau bermanfaat bagi kesehatan, lho.
Ya, gulma pada umumnya merugikan karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama, mengakibatkan penurunan kuantitas dan kualitas produksi dan dapat menjadi sarang hama dan penyakit.
Tanaman liar ini mudah dijumpai tumbuh di sela-sela tanaman, pinggir jalan, areal persawahan, pekarangan rumah dan tempat-tempat lainnya.
Dikutip dan diranngkum dari berbagai sumber, berikut adalah sejumlah tanaman liar yang yang memiliki khasiat tersendiri bagi manusia.
Orang Sumatra menyebut tanaman ini Paitan karena rasanya yang sangat pahit. Seperti dilansir dari buku Tumbuhan Obat Tradisional di Sulawesi Utara, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kementerian Kehutanan, sambiloto mengandung andrografolida yang terdapat pada bagian batang dan daun.
Tanaman sambiloto memiliki sifat antiradang, antibakteri, dan antivirus. Sudah lama tumbuhan ini dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan dipercaya mampu menyembuhkan banyak penyakit, antara lain, hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, influenza, dan radang amandel (tonsillitis).
Selain itu, sambiloto juga bisa dimanfaatkan untuk obat gatal-gatal, kudis, demam digigit serangga atau satwa berbisa, kencing manis, radang usus buntu, tifus, dan kaki bengkak.
Merupakan jenis gulma yang sulit dikendalikan dan kerap tumbuh pada area lahan tanaman budidaya. Tapi ternyata, rumput liar ini punya beberapa manfaat. Umbi rumput teki ini digadang-gadang bermanfaat untuk mengobati kencing batu, memperbaiki siklus menstruasi, menyembuhkan berbagai penyakit kulit.
Selain itu mempercepat proses pembekuan darah, memperlancar buang air besar, merangsang produksi ASI, menurunkan demam, dan mengobati keputihan. Rumput teki juga efektif mengusir nyamuk. Caranya adalah dengan melumatkannya dan mengoleskannya ke kulit.
.jpg)
(Buah ciplukan memiliki rasa seperti tomat dengan warna jingga kekuningan. Manfaatnya mulai dari mengurangi peradangan hingga membantu meningkatkan kesehatan otak. Foto: Ilustrasi/Dok. Freepik.com)
Gulma yang satu ini umumnya tumbuh subur di daerah beriklim tropis. Awalnya, buah berwarna kekuningan ini kurang diminati karena dianggap sebagai tanaman liar. Tapi, sekarang ciplukan dikenal luas berkat keampuhannya dalam mengatasi berbagai penyakit. Rasanya yang manis dan asam jadi daya tarik tersendiri.
Selain dikonsumsi secara langsung, ciplukan juga digunakan sebagai olahan minuman herbal yang kaya khasiat untuk kesehatan tubuh. Ciplukan ini memiliki nama lain yang berbeda di setiap daerah.
Misal di Sunda ciplukan disebut dengan cecendet, di mana dikenal dengan khasiatnya dalam mengobati penyakit Diabetes mellitus, sakit paru-paru, epilepsi, sampai penyakit borok. Tumbuhan liar berperawakan perdu ini sering diambil daun, batang, akar, bunga, dan buahnya untuk bahan obat.
Dikenal dengan sebutan wedusan. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai obat demam, malaria, sakit tenggorokan, radang paru, dan radang telinga tengah (ototis media). Pun sering dimanfaatkan untuk mengobati luka dan bahan pembuatan pestisida alami karena memiliki kandungan senyawa aktif pada bagian akar dan daunnya.
Tanaman liar dengan daun hijau tua dan bergerigi, disebut juga dengan kendali, sangkobak (Jawa). Tanaman ini memiliki sifat anti-inflamasi, antikanker, analgesik, dan hemostatik.
Kitolod berkhasiat untuk, obat mata, sakit gigi, menyembuhkan luka, obat asma, dan obat radang tenggorokan. Walaupun tumbuhan ini memiliki sifat antiradang, tetapi hati-hati, karena getah tumbuhan ini beracun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Ini dilakukan karena kita tidak mau tanaman hias atau tanaman yang sudah kita tanam dan dirawat menjadi rusak begitu saja. Tapi ternyata, ada beberapa tanaman liar yang bisa dijadikan obat atau bermanfaat bagi kesehatan, lho.
Ya, gulma pada umumnya merugikan karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama, mengakibatkan penurunan kuantitas dan kualitas produksi dan dapat menjadi sarang hama dan penyakit.
Tanaman liar ini mudah dijumpai tumbuh di sela-sela tanaman, pinggir jalan, areal persawahan, pekarangan rumah dan tempat-tempat lainnya.
Dikutip dan diranngkum dari berbagai sumber, berikut adalah sejumlah tanaman liar yang yang memiliki khasiat tersendiri bagi manusia.
1. Sambiloto
Orang Sumatra menyebut tanaman ini Paitan karena rasanya yang sangat pahit. Seperti dilansir dari buku Tumbuhan Obat Tradisional di Sulawesi Utara, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kementerian Kehutanan, sambiloto mengandung andrografolida yang terdapat pada bagian batang dan daun.
Tanaman sambiloto memiliki sifat antiradang, antibakteri, dan antivirus. Sudah lama tumbuhan ini dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan dipercaya mampu menyembuhkan banyak penyakit, antara lain, hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, influenza, dan radang amandel (tonsillitis).
Selain itu, sambiloto juga bisa dimanfaatkan untuk obat gatal-gatal, kudis, demam digigit serangga atau satwa berbisa, kencing manis, radang usus buntu, tifus, dan kaki bengkak.
2. Rumput teki
Merupakan jenis gulma yang sulit dikendalikan dan kerap tumbuh pada area lahan tanaman budidaya. Tapi ternyata, rumput liar ini punya beberapa manfaat. Umbi rumput teki ini digadang-gadang bermanfaat untuk mengobati kencing batu, memperbaiki siklus menstruasi, menyembuhkan berbagai penyakit kulit.
Selain itu mempercepat proses pembekuan darah, memperlancar buang air besar, merangsang produksi ASI, menurunkan demam, dan mengobati keputihan. Rumput teki juga efektif mengusir nyamuk. Caranya adalah dengan melumatkannya dan mengoleskannya ke kulit.
.jpg)
(Buah ciplukan memiliki rasa seperti tomat dengan warna jingga kekuningan. Manfaatnya mulai dari mengurangi peradangan hingga membantu meningkatkan kesehatan otak. Foto: Ilustrasi/Dok. Freepik.com)
3. Ciplukan
Gulma yang satu ini umumnya tumbuh subur di daerah beriklim tropis. Awalnya, buah berwarna kekuningan ini kurang diminati karena dianggap sebagai tanaman liar. Tapi, sekarang ciplukan dikenal luas berkat keampuhannya dalam mengatasi berbagai penyakit. Rasanya yang manis dan asam jadi daya tarik tersendiri.
Selain dikonsumsi secara langsung, ciplukan juga digunakan sebagai olahan minuman herbal yang kaya khasiat untuk kesehatan tubuh. Ciplukan ini memiliki nama lain yang berbeda di setiap daerah.
Misal di Sunda ciplukan disebut dengan cecendet, di mana dikenal dengan khasiatnya dalam mengobati penyakit Diabetes mellitus, sakit paru-paru, epilepsi, sampai penyakit borok. Tumbuhan liar berperawakan perdu ini sering diambil daun, batang, akar, bunga, dan buahnya untuk bahan obat.
4. Babadotan
Dikenal dengan sebutan wedusan. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai obat demam, malaria, sakit tenggorokan, radang paru, dan radang telinga tengah (ototis media). Pun sering dimanfaatkan untuk mengobati luka dan bahan pembuatan pestisida alami karena memiliki kandungan senyawa aktif pada bagian akar dan daunnya.
5. Kitolod
Tanaman liar dengan daun hijau tua dan bergerigi, disebut juga dengan kendali, sangkobak (Jawa). Tanaman ini memiliki sifat anti-inflamasi, antikanker, analgesik, dan hemostatik.
Kitolod berkhasiat untuk, obat mata, sakit gigi, menyembuhkan luka, obat asma, dan obat radang tenggorokan. Walaupun tumbuhan ini memiliki sifat antiradang, tetapi hati-hati, karena getah tumbuhan ini beracun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)