FITNESS & HEALTH

Ini Lho Pentingnya Menabung untuk Biaya Kesehatan

Kumara Anggita
Selasa 03 Maret 2020 / 15:09

Jakarta: Bila sudah jatuh sakit, apapun dilakukan termasuk menghabiskan uang untuk sembuh. Nah, untuk mencegah hal tersebut. Perlu kita membuat tabungan khusus untuk jaga-jaga bila hal itu terjadi?

Syafirah selaku VP of preffered client Jouska Indonesia mengatakan beberapa kantor menyediakan asuransi namun beberapa lainnya tidak. Bila ini adalah kondisi yang kamu hadapi, maka kamu tidak perlu menabung untuk biaya kesehatan melainkan membayar asuransi sendiri. 

“Asuransi sifatnya proteksi karena kalau sudah sakit pasti butuh dananya tidak sedikit maka perhitungannya kita bayar premi untuk hal mitigasi,” ujarnya. 

Ia menegaskan bahwa asuransi adalah cara yang paling menguntungkan untuk menghindari dana berlebihan yang keluar saat kamu sakit.  “Ada orang berpikir saya bayar setahun tapi tidak dipakai. Akhirnya kalau terjadi hitungannya lebih untung. Makanya kalau asuransi sebenarnya hitungannya untung dan untung si,” tuturnya. 

Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, maka sebelum memakai asuransi, kamu perlu memilih dengan hati-hati. Sesuaikan dengan apa yang dibutuhkan dan kesanggupan tentunya.

“Cari asuransi yang sesuai dengan manfaat, kebutuhan, profil risiko. Supaya apa yang kita bayar feedback-nya terasa. Kalau asuransi tepat, kita claim tak akan ada drama karena sudah sesuai dengan perkiraan di awal,” tambah Syarifah. 

embed

(Bila sudah jatuh sakit, apapun dilakukan termasuk menghabiskan uang untuk sembuh. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Untuk melihat kesanggupan kamu dalam memilih asuransi, maka diperlukan melakukan perencanaan finansial yang matang. Perencanaan itu bisa dimulai dari mendata berapa gaji yang kamu terima lalu dikurangi pengeluarannya per bulan. 

“Pengeluaran berapa, pengeluaran gajinya berapa, supaya kita tahu ada potensial income dari pendapatan tersebut sebulan harus disisih berapa,” katanya, 

Selain itu, kamu juga harus membuat detail pengeluaran. Dari sana, kamu bisa lanjut ke budgeting.

“Mulai dari makan siang, entertainment kopi, bayar asuransi, ada cicilan. Tulis semua biar kita tahu dari pendapatan let’s say 10 juta per bulan pengeluaran tujuh juta. Tiga juta itu bisa ditabung kemana. Deposito, saham atau tabungan biasa,” paparnya. 

Syarifah menyarankan konsep budgeting. Misalnya entertainment, seminggu sekali ke mall untuk makan dan nonton sebesar 250-300 ribu rupiah. Ini artinya kita bisa buat budget entertainment 1.2 juta rupiah. Kalau tangal tua jatah entertainment masih silahkan, kalau habis harus berpikir cari entertainment lain misalnya nonton netflix atau fine dinning diganti dengan mengundang teman makan ke rumah,” pungkasnya. 



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(yyy)

MOST SEARCH