FITNESS & HEALTH

Terlalu Lama di Depan Komputer? Hati-hati Gangguan CVS

Rendy Renuki H
Kamis 30 Desember 2021 / 20:43
Jakarta: Pandemi Covid-19 membuat masyarakat baik orang dewasa maupun anak-anak kini lebih sering beraktivitas di depan komputer. Hal itu memicu terganggunya kesehatan organ mata, salah satunya gangguan akibat Computer Vision Syndrome (CVS).

Meski tidak berbahaya, namun jika dibiarkan, CVS bisa menimbulkan gangguan kesehatan mata dan kesehatan lainnya dalam tubuh. Karena cahaya yang masuk ke dalam mata jatuh di depan retina, sehingga mata akan bekerja keras memfokuskan cahaya.

"Gambar pada layar komputer memiliki batas yang tidak tegas sehingga mata akan berusaha untuk memfokuskan bayangan saat melihat layar komputer," tutur Dr. dr. Ariesanti Tri Handayani, Sp M(K) dari Siloam Hospitals Bali, secara daring, dikutip Kamis 30 Desember 2021.

"Dan usaha memfokuskan bayangan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan kelelahan pada otot mata (akomodasi), sehingga otot mata menjadi tegang dan menimbulkan gejala eye strain atau asthenopia sehingga terjadi CVS," lanjutnya.

Bagaimana terjadinya CVS?

CVS merupakan masalah pada organ mata dan penglihatan yang bersifat kompleks, terkait dengan fungsi mata dalam aktivitas dekat yang berhubungan dengan komputer. 

Adapun faktor risiko dari CVS, adanya gangguan refraksi (minus, plus, silinder) yang tidak dikoreksi. 

"Termasuk adanya penyakit pada tubuh seperti diabetes melitus, alergi, autoimun, dan lainnya. Penggunaan obat-obatan yang memicu penyakit mata kering misalnya obat anti glukoma, obat hipertensi, dan anti depresi, baik usia yang sudah lanjut juga ikut mempengaruhi penyakit pada mata dan sistematik", imbuhnya.

Mengapa bisa timbul gejala CVS? 

Gejala yang disebabkan pada mata akibat konsentrasi di depan komputer sehingga turunnya refleksi berkedip hingga 6-8 kali per menit dan berakibat menurunkan kualitas air mata. Ini yang dinamakan gejala penyakit mata kering.

Sementara untuk gejala kelelahan mata karena adanya usaha memfokuskan bayangan saat menatap komputer pada jangka waktu yang lama sehingga berakibat otot siliaris berkontraksi. 

Gejala pada otot/tulang belakang juga diakibatkan karena cara duduk yang salah berulang-ulang seperti membungkuk, atau tidak tegak, dan tekuk leher yang menekuk sehingga membuat aliran darah kurang lancar. 

Akibat hal diatas maka akan mengalami keluhan CVS seperti penglihatan kabur saat melihat dekat ,kabur saat melihat jauh setelah menggunakan komputer, serta kesulitan memfokuskan bayangan dari satu jarak ke jarak yang berbeda. 

Sementara keluhan yang berhubungan dengan penyakit mata kering adalah iritasi/terasa panas seperti terbakar, mata terasa kering, tegang, dan sakit kepala serta kelelahan pada mata. 

"Untuk itu guna mencegah terjadinya CVS maka sebaiknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yaitu periksa kondisi mata sebelum menggunakan komputer, pastikan cukup penerangan dengan posisi duduk yang ergonomis, serta meminimalisir glare dan sesuaikan brightness dan contrast

"Jarak yang ideal untuk mata dalam penggunaan smartphone sekitar 1 inci, dan untuk komputer sekitar 2 inci, serta 10 inci untuk televisi atau kurang lebih 3 meter. Lalu biasakan melihat jarak jauh sekitar 20 kaki selama 20 detik setelah maksimal melihat jarak dekat setelah 20 menit," terang dr Ariesanti. 

Bagaimana mengatasi keluhan CVS? 

Untuk mengatasi keluhan ini maka koreksi kelainan refraksi (minus, plus, silinder). Hindari pemakaian lensa kontak bila bekerja lama di depan komputer. Gunakan tetes air mata secara rutin. Mengkonsumsi suplemen seperti omega-3, vitamin D, dan antioksidan. 

Gunakan analgetik atau anti radang untuk gangguan otot leher /bahu /tulang belakang. Konsultasikan dengan orthopedist, atau neurologis, serta fisioterapist, jika terdapat kelainan pada postur tubuh. 

Karena efek jangka panjang pada penggunaan komputer akan terjadi peningkatan jumlah penderita myopia pandemic dan terjadi penambahan ukuran myopia progression. Jika hal ini terus terjadi maka akan mengakibatkan mata malas, mata juling, galukoma, retinal detachment yaitu lepasnya lapidan retina,  serta miopia patologis. 

Hal yang harus dilakukan untuk menghindari progresivitas miopia adalah kurangi aktivitas dekat sesering mungkin, perbanyak outdoor activity , periksa mata anak sebelum usia sekolah bila orangtua memakai kacamata. Serta kontrol kacamata rutin setiap enam bulan sekali atau maksimal satu tahun sekali. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(REN)

MOST SEARCH