FITNESS & HEALTH

Pentingnya Trauma Healing saat Anak Menghadapi Bencana

Aulia Putriningtias
Senin 24 Agustus 2026 / 18:50
Ringkasnya gini..
  • Indonesia saat ini tengah menghadapi beberapa bencana.
  • Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun juga dapat mengalami trauma pasca bencana.
  • Dalam situasi bencana, perempuan dan anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Jakarta: Indonesia saat ini tengah menghadapi beberapa bencana. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun juga dapat mengalami trauma pasca bencana.

Dalam situasi bencana, perempuan dan anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Selain pemenuhan kebutuhan dasar, keberadaan ruang aman serta pendampingan psikososial menjadi bagian penting dalam membantu mereka melewati masa tanggap darurat dan menjalani proses pemulihan.

Maka dari itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Arifah Fauzi, mengunjungi sejumlah lokasi terdampak gempa di Manggarai Barat dan Manggarai pada 24-25 Agustus 2026.

Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat. Selain itu, juga memastikan kebutuhan dasar dan perlindungan bagi perempuan dan anak mendapat perhatian selama masa tanggap darurat.

Rangkaian kunjungan turut diikuti Psikolog Anak yang juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Periode 2021-2026 Seto Mulyadi atau Kak Seto, jajaran Kemen PPPA, pemerintah daerah, Danone Indonesia, serta berbagai pihak terkait.

Mereka mengunjungi sejumlah lokasi terdampak,antara lain Rumah Shelter di Manggarai Barat, Desa Golo Bias, dan RSUD Komodo. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, antara lain ke Posko Kabupaten Ruteng, SLE Tenda Ruteng, serta sejumlah posko masyarakat terdampak.

Arifah Fauzi menekankan bahwa pemulihan bagi perempuan dan anak terdampak bencana tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. Khusus bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat gempa, iperlukan pendampingan secara berkelanjutan.

"Trauma healing tidak dapat dilakukan hanya sekali atau dua kali. Sehingga diperlukan pendampingan jangka panjang dengan melibatkan psikolog," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan solidaritas dalam membantu masyarakat terdampak.

"Inilah karakter asli bangsa Indonesia, gotong royongnya kebersamaannya, solidaritasnya tidak hilang. Kami sekali lagi turut berempati atas kondisi saat ini," lanjutnya.

Psikolog Anak, Seto Mulyadi atau Kak Seto menyoroti pentingnya memberikan rasa aman dan ukungan psikologis kepada anak-anak terdampak gempa. Hal ini agar proses pemulihan dapa berlangsung secara berkelanjutan.

"Bagi anak-anak, pengalaman menghadapi bencana dapat menimbulkan rasa takut dan ketidakpastian. Karena itu, mereka membutuhkan lingkungan vang dapat kembali memberikan rasa aman, kesempatan untuk bermain dan belajar, serta ruang untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan," jelas Kak Seto.

Selain dukungan psikososial, pemenuhan kebutuhan dasar serta asupan gizi yang memadai juga penting untuk membantu menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak selama masa tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana.

Dukungan Danone Indonesia kepada masyarakat terdampak bencana gempa NTT melalui Kemen PPPA merupakan bagian dari semangat gotong royong bersama pemerintah, organisasi kemanusiaan, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai elemen bangsa lainnya.

General Secretary Director Danone Indonesia, Agung Laksamana, mengatakan bahwa dalam situas bencana, kepedulian dan kebersamaan meniadi kekuatan penting untuk membantu masvarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

"Dalam situasi seperti ini, yang terpenting adalah bagaimana kita dapat bergotong royong dan mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing," ungkap Agung.

Danone Indonesia akan terus berkoordinasi dengan Kemen PPPA, pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan berbagai mitra untuk mengikuti perkembangan kebutuhan di lapangan serta mengambil bagian, sesuai kapasitas perusahaan, dalam upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH