FITNESS & HEALTH

Beli Makanan dan Minuman Kemasan, Perhatikan 3 Poin Penting di Label Keterangan

Raka Lestari
Kamis 23 Desember 2021 / 09:29
Jakarta: Ketika sedang membeli makanan atau minuman kemasan, tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah label kemasan. Label kemasan pada pangan olahan biasanya memuat informasi mengenai nama produk, daftar bahan yang digunakan, serta informasi-informasi lainnya.

"Selain keterangan tersebut, pada label pangan olahan juga diwajibkan mencantumkan keterangan lain yaitu informasi nilai gizi, 2D barcode, dan keterangan lainnya yang diwajibkan sesuai peraturan perundang-undangan," ujar Dra. Indriemayatie Asri Gani, Apt, Koordinator Kelompok Substansi Pemberdayaan Masyarakat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam sesi #TanyaAhlinya oleh Lemonilo.

Menurut Indriemayatie, mengingat banyak informasi yang tertera pada label ini, tidak heran bila banyak orang kesulitan membacanya. Agar lebih mudah membaca tabel informasi nilai gizi pada label pangan olahan, ia menyarankan konsumen untuk fokus pada beberapa poin berikut:
 

1. Jumlah sajian untuk setiap kemasan


Informasi nilai gizi menunjukkan takaran untuk satu sajian, bukan untuk satu kemasan.
 

2. Total Angka Kecukupan Gizi (AKG)


Pada bagian bawah tabel informasi nilai gizi, tercantum % AKG berdasarkan kebutuhan energi 2,150 kkal (kebutuhan energi Anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah). Keterangan ini bisa menunjukkan berapa kadar nutrisi pada pangan olahan, bisa dalam satuan mg, gr, atau persen. Kebutuhan nutrisi dikatakan terpenuhi jika persentase AKG pada kemasan menunjukkan angka 100%.
 

3. Total kalori untuk setiap sajian


Pada tabel informasi nilai gizi, tercantum jumlah per sajian. Biasanya dalam tabel tersebut terdapat energi total. Keterangan ini menunjukkan berapa jumlah kalori yang diberikan untuk setiap sajian yang ada di dalam kemasan. Kalori total ini mencakup kalori yang dihasilkan dari lemak dalam makanan tersebut.

“Untuk menjadi konsumen yang cerdas, BPOM mengimbau teman-teman untuk senantiasa melakukan Cek KLIK yakni Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa.  Pastikan kemasan tidak penyok, kemudian baca semua informasi yang tercantum, cek izin edar dengan aplikasi Cek BPOM, dan pastikan produk tidak melebihi masa kedaluwarsa,” jelas Indriemayati.

Ia melanjutkan, kandungan gizi pada produk pangan terkemas yang harus dibatasi adalah gula, garam, dan lemak. Oleh karena itu, BPOM mengeluarkan logo Pilihan Lebih Sehat pada kemasan pangan, tujuannya agar konsumen lebih bijak dalam membeli pangan olahan.

"Beberapa di antaranya yang diberikan logo Pilihan Lebih Sehat adalah mi instan dan minuman kemasan. Dua kelompok makanan ini merupakan yang banyak dikonsumsi dan menjadi penyumbang gula, garam, dan lemak yang tinggi," tutup Indriemayatie.
(FIR)

MOST SEARCH