FITNESS & HEALTH

Hari Pneumonia Dunia, Kenali dan Cegah Pneumonia pada Anak

Yatin Suleha
Kamis 05 November 2020 / 15:29
Jakarta: Tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Pneumonia Dunia (HPD). Pneumonia adalah penyakit peradangan akut pada paru-paru yang membuat paru-paru dipenuhi dengan cairan dan sel radang.

Indonesia ada di peringkat tujuh dunia sebagai negara dengan beban pneumonia tertinggi menurut data WHO pada tahun 2017. Di mana terdapat 25.481 kematian balita karena infeksi pernapasan akut atau 17 persen dari seluruh kematian balita.

Dan pneumonia adalah penyebab kematian balita kedua di Indonesia setelah persalinan preterm dengan prevalensi 15.5 persen. 

Di momen yang sama, Save the Children International meluncurkan kampanye global dalam rangka ulang tahunnya ke-100 pada tahun lalu.

Berlanjut di 2020 ini, kampanye yang dinamai STOP Pneumonia bekerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat, akademisi, organisasi profesi, pemerintah dan pihak swasta baik di tingkat nasional maupun di wilayah dampingan Save the Children.

“Kami bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan dukungan Pfizer melalui kampanye STOP Pneumonia mengajak masyarakat untuk menjadikan momen HPD yang kita peringati di tengah pandemi tahun ini, sebagai kesempatan untuk semakin meningkatkan pemahaman mengenai pneumonia dan mencegah lebih banyak kematian akibat penyakit mematikan ini,” ungkap CEO Save the Children Indonesia, Selina Sumbung.  


pneumonia
(Salah satu isi kampanye STOP Pneumonia di Hari Pneumonia Dunia (HPD) antara lain adalah pemberian ASI eksklusif enam bulan, menyusui ditambah MPASI sampai dua tahun. Foto: Pexels.com)


Public Affairs Director Pfizer Indonesia Bambang Chriswanto mengatakan, “Pfizer memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam menciptakan Indonesia yang lebih sehat. Salah satu wujud komitmen ini kami lakukan dengan mendukung upaya-upaya yang dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua, terhadap penyakit pneumonia."

"Kami bangga dapat mendukung seluruh rangkaian acara kampanye Stop Pneumonia dalam peringatan Hari Pneumonia Dunia untuk mendorong pemahaman masyarakat tentang upaya pencegahan pneumonia,” tambahnya lagi.

Menurut Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) Ketua Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia perlu dicermati tanda-tanda anak yang mengidap pneumonia.

Gejala awal pneumonia menyerupai selesma (common cold) seperti batuk, pilek dan demam yang disertai lemas dan lesu yang berkepanjangan. 

Dr. Nastiti mengatakan lagi anak-anak yang mengidap pneumonia sering mengalami kesulitan bernapas yang ditandai dengan frekuensi napas lebih cepat, napas cuping hidung, tarikan dinding dada dan perut, serta bibir dan kuku yang membiru akibat kekurangan oksigen dalam darah. 

Di Hari Pneumonia Dunia, kampanye STOP Pneumonia berisi pesan:

1. S= ASI eksklusif enam bulan, menyusui ditambah MPASI sampai dua tahun
2. T= Tuntaskan imunisasi untuk anak
3. O= Obati ke fasilitas kesehatan jika anak sakit, dan
4. P= Pastikan kecukupan gizi anak dan hidup bersih sehat

Kampanye STOP Pneumonia untuk penyadaran dan perubahan perilaku masyarakat dilakukan dengan berbagai bentuk materi komunikasi edukasi dan informasi yang dapat diunduh melalui Stoppneumonia.id.
(TIN)

MOST SEARCH