FITNESS & HEALTH

Yuk! Kenali Berbagai Jenis Masker dan Kemampuannya Saring Virus

Adri Prima
Selasa 29 Juni 2021 / 15:40
Jakarta: Di masa pandemi seperti sekarang, masker sudah menjadi kebutuhan utama. Penggunaan masker menjadi upaya atau tindakan paling mendasar agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19.

Seiring waktu, desain masker serta jenis-jenis masker semakin beragam. Selain masker medis, penggunaan masker kain yang bisa dipakai berulang juga laris manis di pasaran.

Namun, inovasi tidak hanya sampai disitu. Masker kain yang sederhana dianggap belum memadai, banyak orang memakai masker dengan fitur lebih canggih, masker respirator misalnya.  

Bahkan, akhir-akhir ini penggunaan masker dobel juga direkomendasikan dengan alasan lebih kuat memproteksi virus masuk ke pernafasan. 

Adapun cara penggunaan masker dobel yaitu dengan mengenakan masker sekali pakai atau masker medis yang ditutup masker kain pada bagian luar.

Baca: Pakai Masker Dobel tak Bisa Sembarangan! Ini Cara Pakai yang Efektif

Terkait dengan pemilihan masker, ada baiknya kita mengenali ragam jenis masker dan seberapa efektif masker tersebut menangkal virus.

Berikut ini jenis-jenis masker yang bisa digunakan untuk melindungi diri dari virus berdasarkan rekomendasi dari WHO. 

1. Masker N95

Masker N95 adalah salah satu jenis masker yang mampu menyaring setidaknya 95 persen partikel debu dan polutan yang sangat kecil di udara. Tak hanya itu, masker ini juga dianggap efektif mencegah penyebaran virus dan bakteri.

Hanya saja, masker N95 tidak dapat berfungsi maksimal apabila digunakan oleh anak-anak dan orang dengan jenggot atau kumis yang tebal. Ini karena masker N95 tidak dapat menutupi wajah dengan sempurna, sehingga menyisakan sedikit celah yang bisa menyebabkan polusi tetap terhirup.

Masker N95 juga tidak disarankan untuk orang yang memiliki masalah pernapasan kronis, seperti emfisema, penyakit paru obstruktif kronis, asma, dan penyakit jantung.

2. Masker KN95

Hampir mirip dengna masker N95, masker KN95 juga memiliki kemampuan menghalau sekitar 95 persen partikel polutan di udara. Hal yang membedakan masker KN95 dengan N95 adalah standarnya. N95 dinilai telah memenuhi standar masker di Amerika, sedangkan masker KN95 lebih diakui di Tiongkon.

Penggunaan masker KN95 juga sempat menjadi perdebatan, karena hasil uji dari beberapa produsen masker tersebut menunjukkan tingkat penyaringan yang lebih rendah dari klaim yang diberikannya.

Meski demikian, masker KN95 dinilai masih bisa memberikan perlindungan lebih tinggi, baik dari polusi udara, virus, atau bakteri, jika dibandingkan masker kain.

3. Masker KF94

Masker KF94 juga salah satu masker yang cukup efektif dalam memproteksi diri. KF94 berasal dari Korea Selatan dan diklaim memiliki spesifikasi dan tingkat proteksi sama dengan N95 dan KN95.

Bedanya, masker KF94 berbentuk menyerupai perahu dan memiliki penutup samping yang dapat disesuaikan dengan kontur wajah. Bentuk ini dapat meminimalkan keberadaan celah antara wajah dengan masker,

4. Masker bedah

Masker bedah merupakan salah satu jenis masker yang  banyak digunakan orang saat sedang beraktivitas di luar rumah. Salah satu alasan masker ini sering digunakan adalah karena pemakainya lebih leluasa untuk bernapas dan nyaris tidak mengganggu pernafasan.

Baca: Selama Pandemi, 752 Juta Masker Bedah Buatan RI Telah Diekspor

Hanya saja, efektivitas masker bedah dalam menyaring partikel polusi dan debu terbilang lebih kecil daripada jenis masker lainnya. 

5. Masker kain

Tingkat proteksi masker kain mungkin tidak sebaik jenis-jenis masker lainnya. Namun setidaknya masker kain masih dapat melindungi Anda dari paparan debu, partikel, dan polusi. Masker kain biasa memiliki efisiensi penyaringan polusi yang lebih rendah, yaitu sekitar 39–65%.
(SUR)

MOST SEARCH