FITNESS & HEALTH

Tukul Arwana Mengalami Stroke Perdarahan, Ini Penjelasan RS PON

Raka Lestari
Jumat 24 September 2021 / 11:17
Jakarta: Komedian Tukul Arwana saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), Cawang, Jakarta Timur. Komedian sekaligus presenter papan atas Indonesia ini terbaring lemah karena mengalami perdarahan otak. Saat ini Tukul sudah mendapatkan perawatan intensif di RSPON.

Pecahnya pembuluh darah di otak salah satunya bisa disebabkan karena stroke. Stroke itu terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah di otak. Ada beberapa faktor yang mendasari.

"Faktor risiko, kondisi kesehatan atau kondisi tubuh yang berpotensi menyebabkan stroke," ujar dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS selaku Direktur Utama dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dalam Konferensi Pers pada Jumat, 24 September 2021.

"Pecahnya pembuluh darah di otak terjadi akibat tekanan yang tinggi pada pembuluh darah dan sudah ada potensi bocor atau pecah di pembuluh darah di otak. Tekanan meningkat, maka pembuluh darah tidak kuat lagi menahan. Sehingga pembuluh darah di otak akan pecah, dan mengganggu fungsi otak di sekitarnya," jelas dr. Mursyid.

Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional (PON) dr. Mursyid Bustami, Sp. S(K) mengatakan stroke itu terjadi secara mendadak, jadi tidak ada stroke yang pelan-pelan.

“Jadi orang lagi beraktivitas juga tiba-tiba tangannya lemah sebelah, tiba-tiba ngomongnya tidak benar, wajahnya kok turun sebelah gitu,” katanya.

Tindakan cepat harus segara dilakukan dengan membawa penderita ke rumah sakit. Untuk mengenali gejala awal masyarakat dapat menggunakan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time).  dr. Mursyid menjelaskan, Face merupakan gejala yang dilihat dari wajah seseorang yang tampak tidak normal seperti turun sebelah dan tidak simetris.

Arm merupakan gejala stroke yang dilihat dari lengan penderita menjadi lemah. Jika lengan itu diangkat maka tingginya tidak sama dengan lengan satunya.

Speech, gejala stroke dilihat dari cara bicara penderita yang menjadi sulit, tidak jelas, atau bahkan tidak bisa bicara. Time, metode terakhir setelah tiga metode sebelumnya terindikasi pada penderita, maka sudah waktunya membawa penderita ke rumah sakit.
(FIR)

MOST SEARCH