FITNESS & HEALTH

Ini Gejala Perdarahan Otak Seperti yang Dialami Tukul Arwana

Raka Lestari
Jumat 24 September 2021 / 14:33
Jakarta: Perdarahan otak merupakan kondisi yang sangat berbahaya dan bisa mengancam jiwa. Ini juga merupakan kondisi yang saat ini sedang dialami oleh komedian Tukul Arwana.

Untungnya, kondisi Tukul Arwana saat ini sudah mendapatkan perawatan intensif di RS Pusat Otak Nasional (RSPON). Merunut apa yang dialami Tukul Arwana, berikut penjelasan mengenai perdarahan otak.
 

Apa itu perdarahan otak?


Dilansir dari WebMD, perdarahan otak adalah jenis stroke. Ini disebabkan oleh arteri di otak yang pecah dan menyebabkan pendarahan lokal di jaringan sekitarnya.

Perdarahan ini membunuh sel-sel otak. Perdarahan otak juga disebut cerebral hemorrhages, intracranial hemorrhages, atau intracerebral hemorrhages. Perdarahan menyumbang sekitar 13 persen dari terjadinya stroke.

Ketika darah dari trauma mengiritasi jaringan otak, itu menyebabkan pembengkakan. Ini dikenal sebagai edema serebral. Darah yang terkumpul terkumpul menjadi massa yang disebut hematoma. Kondisi ini meningkatkan tekanan pada jaringan otak di dekatnya, dan itu mengurangi aliran darah vital dan membunuh sel-sel otak.

Perdarahan dapat terjadi di dalam otak, antara otak dan selaput yang menutupinya, antara lapisan penutup otak atau antara tengkorak dan selaput otak.  
 

Gejala perdarahan otak


Gejala perdarahan otak bisa bermacam-macam. Mereka bergantung pada lokasi pendarahan, tingkat keparahan perdarahan, dan jumlah jaringan yang terkena. Gejala cenderung berkembang secara tiba-tiba dan mungkin semakin memburuk.

Jika seseorang menunjukkan salah satu dari gejala berikut ini, mungkin mereka mengalami perdarahan otak. Ini adalah kondisi yang mengancam jiwa, dan harus menelepon layanan gawat darurat atau segera pergi ke ruang gawat darurat. Gejalanya meliputi:

- Sakit kepala parah yang tiba-tiba
- Kejang tanpa riwayat kejang sebelumnya
- Kelemahan pada lengan atau kaki
- Mual atau muntah
- Kewaspadaan berkurang; kelesuan
- Perubahan penglihatan
- Kesemutan atau mati rasa
- Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
- Kesulitan menelan
- Kesulitan menulis atau membaca
- Kehilangan keterampilan motorik halus, seperti tremor tangan
- Kehilangan koordinasi
- Kehilangan keseimbangan
- Indera perasa yang tidak normal
- Hilang kesadaran

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa banyak dari gejala ini mungkin juga disebabkan oleh kondisi lain, bukan disebabkan karena perdarahan otak.
(FIR)

MOST SEARCH