FITNESS & HEALTH

Penderita Miopia Usia Muda Berisiko Alami Ablasio Retina Regmatogen

A. Firdaus
Jumat 11 Maret 2022 / 16:15
Jakarta: Retina adalah jaringan saraf di bagian belakang bola mata. Retina berperan sangat penting dalam proses melihat.

Retina memiliki fungsi menerima dan mengolah cahaya yang masuk ke mata kemudian meneruskannya ke otak untuk diterjemahkan. Oleh karena itu, gangguan pada retina harus ditanggapi serius, karena dapat berpotensi mengganggu penglihatan secara permanen alias kebutaan.

Meski belum ada data pendukung secara nasional, kejadian gangguan fungsi pada retina di tengah masyarakat perlu menjadi kekhawatiran bersama, karena menjadi ancaman kebutaan yang perlu diwaspadai.

Data jumlah operasi terkait gangguan retina di JEC Eye Hospitals & Clinics sepanjang 3 tahun terakhir mencapai 10.000 tindakan. Beberapa jenis gangguan retina yang kerap ditemukan di Indonesia, antara lain Retinopathy Diabetic, Age-related Macular Degeneration (AMD) Degenerasi Makula, Ablasio Retina dan Retinoblastoma.


JEC Eye Talks bersama Dr. dr. Elvioza SpM dan Mubadiyah, S.Psi, MM sebagai Kadiv Marketing & Komunikasi JEC Eye Hospitals & Clinics.

Ablasio Retina dan Retinoblastoma merupakan salah satu gangguan mata yang tak boleh diremehkan. Ablasio retina regmatogen atau rhegmatogenous retinal detachment/RRD merupakan kondisi lepasnya lapisan retina yang diakibatkan oleh lubang atau robekan pada retina.

Kegawatdaruratan pada organ mata ini berpotensi menyebabkan kebutaan. Risikonya semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Meski demikian, penderita miopia berusia muda ternyata memiliki risiko yang lebih tinggi terserang RRD.

"Penelitian yang saya gagas ini bertujuan membandingkan proses penuaan dini pada vitreus pasien RRD berusia muda yang menderita miopia dengan pasien RRD usia lanjut tanpa miopia," ujar DR.Dr. Elvioza, SpM(K), Ketua Vitreo-Retina Service dan Dokter Spesialis Mata Subspesialis Vitreo-Retina JEC Eye Hospitals & Clinics dalam JEC Eye Talks.

Menurut Dr. Elvioza, Vitreus merupakan bagian berstruktur seperti jeli di dalam organ mata yang berfungsi mempertahankan bentuk mata dan menahan retina. Dia berharap, penelitian ini memberikan informasi mengenai tatalaksana ablasio retina regmatogen yang tepat sehingga diharapkan tercapai hasil terapi yang optimal.
(FIR)

MOST SEARCH