FITNESS & HEALTH

Termasuk Katarak, Keluhan Mata Anak juga Kerap Dijumpai selama Pandemi di Bali

A. Firdaus
Selasa 22 Februari 2022 / 17:13
Denpasar: JEC Bali @ Denpasar telah beroperasi sejak Agustus 2021. Sejak saat itu, pihak JEC Bali @ Denpasar mendapatkan beberapa keluhan pasien yang datang ke klinik yang terletak di Jl. Teuku Umar Barat No. 170, Padangsambian, Denpasar Barat ini.

Presentase kebutaan karena katarak di Bali ternyata mencapai 78,0%. Lebih tinggi dari rata-rata nasional: 77,7%. Bahkan, 26,8% pasien katarak di Bali tidak sadar bahwa mereka menderita gangguan penglihatan ini. Mereka juga tidak tahu bahwa katarak bisa disembuhkan.

Katarak ditemukan oleh para pasien yang lanjut usia. Mereka banyak yang mengeluhkan ingin segera dioperasi dengan gejala-gejala yang terjadi dan mengganggu.

Di JEC Bali @ Denpasar memang telah membuka layanan operasi katarak dengan teknologi mutakhir, dikarenakan banyaknya presentasi penyakit Katarak di Bali. Selain itu, ada juga karena Glaukoma dan Vitreortina.

Sementara itu selama membuka klinik saat pandemi berlangsung, JEC Bali @ Denpasar juga memberikan fakta bahwa, pasien anak juga banyak yang datang.

"Selain Katarak, keluhannya juga beragam. Seperti mata merah, keperluan memakai kacamata. Kemudian ada anak-anak yang datang kemari, karena memerlukan kacamata," ujar dr. Cokorda Istri Dewiyani P., Sp.M(K) selaku Direktur PT JEC Bali Vision saat Grand Opening JEC Bali @ Denpasar, Selasa 22 Februari 2022.

"Penyebabnya, pandemi ini membuat anak-anak lebih sering menggunakan gadget, baik saat nge-game atau belajar online. Kebiasaan itu berdampak pada kesehatan mata mereka," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH