FITNESS & HEALTH

Waspada Kurang Gizi pada Lansia

Kumara Anggita
Senin 24 Mei 2021 / 13:51
Jakarta: Semakin tua, semakin banyak hal yang perlu diwaspadai. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi. 

Faktanya, lansia adalah kelompok yang rentan mengalami kurang gizi. Menurut lembar fakta Nestle Health Science, malnutrisi pada lansia dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, penurunan kekebalan tubuh, menurunkan kemampuan tubuh untuk penyembuhan luka. 

Selain itu juga rentan mengalami Sarcopenia (suatu kondisi dimana hilangnya massa dan kekuatan otot seiring dengan pertambahan usia), dan frailty syndrome (berkurangnya kemampuan fungsional dan fungsi adaptasi).

Lansia berisiko mengalami ketidakseimbangan zat gizi makro dan mikro. Risiko ini semakin besar pada lansia karena adanya peningkatan kebutuhan protein, kalsium, dan vitamin D dalam tubuh.

"Misalnya protein lebih dibutuhkan karena massa otot berkurang. Penelitian menunjukan orang yang asupan proteinnya rendah, massa ototnya berkurang lebih besar," jelas Dokter Spesialis Geriatri, Purwita Wijaya Laksmi.

Di masa tua, penurunan status gizi akan terlihat. Akan ada penurunan aborbsi zat gizi seperti kalsium, vitamin B12, asam folat, zat besi, dan beta karoten.

Ini terjadi karena asupan makanan yang berkurang yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti berkurangnya nafsu makan, terbatasnya pilihan makanan, dan berkurangnya fungsi organ tubuh.

Fungsi penciuman dan pengecap lansia beriring waktu juga menurun. Ini membuat para lansia kehilangan kemampuan mencium dan mengecap.

Selain itu, kelenjar saliva para lansia menurun, gusi menciut, gigi geligi tanggal. Hal ini menjadi hambatan untuk mengunyah.

Lalu ada juga perlambatan pengosongan isi lambung. Alhasil para lansia lebih cepat merasa kenyang. Hal-hal ini alasan munculnya perubahan nafsu makan yang memengaruhi asupan makan para lansia.
 

Yang dibutuhkan lansia


Lansia membutuhkan asupan gizi makro yang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein dan juga gizi mikro yang terdiri dari vitamin dan mineral yang seimbang. Asupan protein yang memadai dibutuhkan untuk membantu mengurangi hilangnya massa otot dan meningkatkan mobilitas.

Tak hanya itu, dibutuhkan pula prebiotik dan atau probiotik untuk membantu memulihkan keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi serat agar tehindar dari masalah pencernaan seperti sembelit.

Dari sekarang jagalah konsumsi makanan dan minuman. Pastikan gizi para lansia bisa terpenuhi agar kesehatan tubuh bisa terus terjaga. "Bukan cuma kebutuhan harian tapi per kali makan juga dosisnya harus cukup," pungkas dr. Purwita.
(TIN)

MOST SEARCH