FITNESS & HEALTH

Ade Armando Babak Belur Dihajar, Ini Gejala & Risiko Cedera Kepala yang Bisa Dideritanya

Muhammad Syahrul Ramadhan
Selasa 12 April 2022 / 10:20
Jakarta: Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menjadi bulan-bulanan sejumlah orang yang mengikuti unjuk rasa. Akibatnya, Ade Armando mengalami luka parah di bagian wajah setelah dipukul serta diinjak-injak massa.

Beruntung, Ade Armando segera diselamatkan oleh polisi. Sebab, jika dibiarkan cedera kepala yang dialami dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI bisa berakibat fatal.

Kondisi Ade Armando usai dikeroyok saat unjuk rasa di depan Gedung DPR. Medcom.id
Kondisi Ade Armando usai dikeroyok saat unjuk rasa di depan Gedung DPR. Medcom.id

Cedera kepala merupakan masalah pada struktur kepala akibat pukulan atau pukulan yang berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi otak. Masalah ini bisa berupa pendarahan, bengkak, patah tulang tengkorak, atau gegar otak.

Berikut risiko cedera kepala akibat pukulan seperti yang dialami Ade Armando atau benturan yang dirangkum Medcom.id dari berbagai sumber.

1. Gejala cedera kepala

Sebelum membahas tentang risiko cedera kepala hal yang perlu diketahui adalah gejalanya. Gejala cedera kepala yang dialami penderita cedera kepala berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Berdasarkan tingkat keparahannya, cedera kepala dibagi menjadi dua, yaitu cedera kepala ringan dan cedera kepala sedang hingga berat.

Gejala cedera kepala ringan
  • Benjolan atau bengkak di kepala
  • Luka kulit kepala yang tidak dalam
  • Linglung atau memiliki pandangan kosong
  • Pusing berputar atau sakit kepala
  • Mual
  • Sulit tidur
  • Kehilangan keseimbangan
  • Sensitif terhadap cahaya atau suara
  • Penglihatan kabur
  • Telinga berdenging
  • Kemampuan mencium atau merasakan berubah
  • Kesulitan mengingat atau berkonsentrasi
Gejala cedera kepala sedang dan berat
  • Kehilangan kesadaran selama beberapa menit hingga jam
  • Terdapat luka pada kepala yang dalam
  • Terdapat benda asing yang menancap di kepala
  • Sakit kepala parah yang berkepanjangan
  • Mual atau muntah secara berkelanjutan
  • Kehilangan koordinasi tubuh
  • Kejang
  • Pelebaran pupil mata
  • Terdapat cairan yang keluar melalui hidung atau telinga
  • Sulit dibangunkan saat tidur
  • Jari-jari tangan dan kaki melemah atau kaku
  • Merasa sangat bingung
  • Berbicara cadel
  • Koma

2. Risiko cedera kepala akibat pukulan atau benturan

Gegar otak

Gegar otak merupakan jenis cedera otak traumatis yang terjadi ketika otak tersentak atau terguncang cukup keras sehingga membentur dinding tengkorak. Gegar otak bisa terjadi karena terkena pukulan benda tumpul.

Amnesia

Cedera kepala berat akibat benturan atau pukulan bisa memicu amnesia atau hilang ingatan. Amnesia adalah kondisi di mana seseorang tidak bisa mengingat informasi, pengalaman, atau semua kejadian yang pernah dialami sebelumnya.

Epilepsi

Cedera kepala ringan jika tidak segera ditangani bisa semakin dan berpotensi tinggi menyebabkan epilepsi. Gangguan pada sistem saraf pusat (neurologis) ini ditandai dengan gejala berupa kejang sampai hilang kesadaran.
(RUL)

MOST SEARCH