FITNESS & HEALTH

4 Tanda Dehidrasi yang Tak Biasa

Kumara Anggita
Minggu 28 Maret 2021 / 11:00
Jakarta: Idealnya dalam sehari kamu minum air putih sekitar delapan gelas air (setara dengan 2 liter). Namun, terkadang kamu lupa atau tak sempat sehingga mengalami dehidrasi. Dehidrasi akan membuat tubuhmu tak berfungsi dengan baik. 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dehidrasi digambarkan sebagai kehilangan lebih dari 10 persen berat tubuh kamu dalam cairan yang dapat menyebabkan cedera atau komplikasi fatal. Kejang, aritmia jantung, atau syok hipovolemik dapat terjadi karena volume darah kamu terlalu rendah.

Mengutip dari Eceryday Health, ada beberapa tanda yang perlu kamu waspadai terkait dehidrasi seperti:
 

1. Bau mulut 


Air liur memiliki sifat antibakteri, tetapi dehidrasi dapat mencegah tubuh kamu menghasilkan cukup air liur.

"Jika kamu tidak memproduksi cukup air liur, kamu bisa mendapatkan pertumbuhan bakteri yang berlebihan di mulut, dan salah satu efek sampingnya adalah bau mulut," kata John Higgins, MD, seorang profesor kedokteran di University of Texas di Houston dan kepala kardiologi di Rumah Sakit Umum Lyndon B. Johnson di Houston.

Alasan yang sama juga menjelaskan "napas pagi" yang bau. Mayo Clinic mencatat bahwa produksi air liur melambat saat tidur dan menyebabkan rasa tidak enak di mulut saat bakteri tumbuh.

Jadi, jika lain kali mulut kamu terasa kering dan bau napas kamu kurang segar, mungkin inilah saatnya untuk merehidrasi atau minum air putih.
 

2. Kulit kering atau memerah


"Banyak orang berpikir bahwa orang yang mengalami dehidrasi benar-benar berkeringat, tetapi kenyataannya, saat kamu melalui berbagai tahap dehidrasi, kamu mendapatkan kulit yang sangat kering," kata Dr Higgins.

Ia menambahkan bahwa kulit mungkin tampak memerah juga. Gejala utama dehidrasi yang berhubungan dengan kulit adalah kulit yang tetap "mengendur" setelah dicubit dan membutuhkan waktu untuk kembali ke tampilan normal dan datarnya.
 

3. Kram otot


OrthoInfo menyebutkan bahwa ketika tubuh kamu kehilangan cukup cairan, tubuh jadi tidak dapat mendinginkan dirinya sendiri secara memadai yang menyebabkan penyakit panas. Salah satu gejala yang harus diwaspadai adalah kram otot, yang bisa terjadi saat berolahraga, terutama saat cuaca panas.

“Semakin panas tubuh kamu, semakin besar kemungkinan kamu mengalami kram otot, dan itu berasal dari efek panas murni pada otot. Saat otot bekerja semakin keras, mereka bisa menangkap panas itu sendiri. Perubahan elektrolit, seperti natrium dan kalium, juga dapat menyebabkan kram otot,” kata Higgins.
 

4. Mengidam makanan (khususnya yang manis)


“Saat kamu mengalami dehidrasi, akan sulit bagi organ seperti hati, yang menggunakan air, untuk melepaskan glikogen (simpanan glukosa) dan komponen lain dari simpanan energi kamu, sehingga kamu benar-benar bisa mengidam makanan,” kata Higgins.

Menurutnya, meskipun kamu bisa mengidam apa saja mulai dari cokelat hingga camilan asin, mengidam makanan manis lebih umum karena tubuh kamu mungkin mengalami kesulitan memecah glikogen untuk melepaskan glukosa ke aliran darah untuk digunakan sebagai bahan bakar. 

Jadi ketika kamu pengin yang manis-manis, coba dulu untuk minum air putih. Siapa tahu ngidam kamu akan langsung menghilang. 

(TIN)

MOST SEARCH