FITNESS & HEALTH
Tidur Pelor Banget sampai Otak Lupa Kasih Sinopsis Mimpi, Kenapa Ya?
Mia Vale
Minggu 04 Oktober 2026 / 08:05
- Pernah dengar cerita orang yang mengaku sama sekali gak pernah bermimpi saat tidur?
- Sepintas terkesan misterius, tapi secara medis, kondisi "tidur tanpa mimpi" hampir selalu merujuk pada satu hal.
- Beneran ada orang yang gak pernah bermimpi? Jawabannya: hampir pasti tidak ada.
Jakarta: Pernah dengar cerita orang yang mengaku sama sekali gak pernah bermimpi saat tidur? Sepintas terkesan misterius, tapi secara medis, kondisi "tidur tanpa mimpi" hampir selalu merujuk pada satu hal: kita cuma lupa dengan mimpi tersebut saat terbangun.
Beneran ada orang yang gak pernah bermimpi? Jawabannya: hampir pasti tidak ada. Mimpi umumnya terjadi pada fase tidur bernama REM (Rapid Eye Movement).
Pada fase ini, aktivitas otak cukup aktif sementara tubuh berada dalam kondisi rileks total. Sebuah penelitian dalam Journal of Sleep Research terhadap 289 orang menunjukkan bahwa bahkan ketika peserta yakin mereka tidak bermimpi, rekam aktivitas otak membuktikan sebaliknya.
Perbedaan antara orang yang "bisa bermimpi" dan "tidak pernah bermimpi" sebenarnya cuma terletak pada sistem memori, bukan pada ada atau tidaknya mimpi itu sendiri.
Dalam satu malam, rata-rata kita mengalami 4 hingga 6 kali mimpi. Namun, karena kemampuan otak membentuk ingatan memang melemah selama fase REM, sebagian besar adegan mimpi langsung terhapus begitu saja.
Kita biasanya cuma bisa mengingat mimpi yang muncul tepat beberapa saat sebelum terbangun.
Secara umum, sama sekali tidak berbahaya. Kalau kamu bangun tidur dengan perasaan segar, tidak ingat mimpi bukanlah masalah.
Namun, kondisinya perlu diwaspadai jika tidur tanpa mimpi ini selalu diikuti rasa lelah terus-menerus, badan lesu, atau mood yang gampang berantakan.
Mimpi punya peran krusial bagi otak untuk memproses emosi, merapikan ingatan, dan menyerap pelajaran baru. Jika fase REM terganggu dalam waktu lama, keseimbangan emosional dan kognitif juga bisa ikut terpengaruh.
- Durasi tidur kurang: waktu tidur yang terlalu singkat membuat tubuh tidak sempat memasuki fase REM secara maksimal.
- Efek obat-obatan: konsumsi obat tidur, antidepresan, atau antihistamin bisa menekan munculnya fase REM.
- Stres dan beban pikiran: kecemasan membuat siklus tidur jadi berantakan dan tidak stabil.
- Kebiasaan malam yang buruk: bermain gadget hingga larut malam atau minum kafein sebelum tidur merusak kualitas tidur secara keseluruhan.
- Masalah kesehatan: gangguan seperti sleep apnea (henti napas sejenak saat tidur) atau kondisi neurologis tertentu.
Bangun tanpa ingatan mimpi itu hal yang wajar dan bukan tanda ada masalah serius. Kuncinya ada pada rasa segar saat terbangun: jika badan terasa bertenaga dan pikiran jernih, artinya tidurmu sudah menjalankan fungsinya untuk pemulihan tubuh dan otak secara optimal.
(TIN)
Beneran ada orang yang gak pernah bermimpi? Jawabannya: hampir pasti tidak ada. Mimpi umumnya terjadi pada fase tidur bernama REM (Rapid Eye Movement).
Pada fase ini, aktivitas otak cukup aktif sementara tubuh berada dalam kondisi rileks total. Sebuah penelitian dalam Journal of Sleep Research terhadap 289 orang menunjukkan bahwa bahkan ketika peserta yakin mereka tidak bermimpi, rekam aktivitas otak membuktikan sebaliknya.
Perbedaan antara orang yang "bisa bermimpi" dan "tidak pernah bermimpi" sebenarnya cuma terletak pada sistem memori, bukan pada ada atau tidaknya mimpi itu sendiri.
Dalam satu malam, rata-rata kita mengalami 4 hingga 6 kali mimpi. Namun, karena kemampuan otak membentuk ingatan memang melemah selama fase REM, sebagian besar adegan mimpi langsung terhapus begitu saja.
Kita biasanya cuma bisa mengingat mimpi yang muncul tepat beberapa saat sebelum terbangun.
Apakah bahaya kalau tidur tanpa mimpi?
(Kalau belakangan ini kamu merasa hampir setiap hari bermimpi dan selalu mengingatnya, itu tandanya ada perubahan pada siklus atau kualitas tidurmu. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Secara umum, sama sekali tidak berbahaya. Kalau kamu bangun tidur dengan perasaan segar, tidak ingat mimpi bukanlah masalah.
Namun, kondisinya perlu diwaspadai jika tidur tanpa mimpi ini selalu diikuti rasa lelah terus-menerus, badan lesu, atau mood yang gampang berantakan.
Mimpi punya peran krusial bagi otak untuk memproses emosi, merapikan ingatan, dan menyerap pelajaran baru. Jika fase REM terganggu dalam waktu lama, keseimbangan emosional dan kognitif juga bisa ikut terpengaruh.
Faktor pemicu tidur terasa tanpa mimpi
- Durasi tidur kurang: waktu tidur yang terlalu singkat membuat tubuh tidak sempat memasuki fase REM secara maksimal.
- Efek obat-obatan: konsumsi obat tidur, antidepresan, atau antihistamin bisa menekan munculnya fase REM.
- Stres dan beban pikiran: kecemasan membuat siklus tidur jadi berantakan dan tidak stabil.
- Kebiasaan malam yang buruk: bermain gadget hingga larut malam atau minum kafein sebelum tidur merusak kualitas tidur secara keseluruhan.
- Masalah kesehatan: gangguan seperti sleep apnea (henti napas sejenak saat tidur) atau kondisi neurologis tertentu.
Bangun tanpa ingatan mimpi itu hal yang wajar dan bukan tanda ada masalah serius. Kuncinya ada pada rasa segar saat terbangun: jika badan terasa bertenaga dan pikiran jernih, artinya tidurmu sudah menjalankan fungsinya untuk pemulihan tubuh dan otak secara optimal.
(TIN)