FITNESS & HEALTH

Cara Melindungi Anak-anak yang Belum Mendapat Vaksin Covid-19

Raka Lestari
Sabtu 24 Juli 2021 / 17:16
Jakarta: Program vaksinasi covid-19 pada anak-anak memang sudah mulai dilakukan. Akan tetapi, program tersebut baru bisa diberikan pada anak yang sudah berusia 12 – 17 tahun. Lalu, bagaimana cara memberikan perlindungan pada anak yang masih di bawah usia 12 tahun?

“Jadi untuk anak usia kurang dari 12 tahun, memang saat ini belum ada penelitian dan data yang memadai mengenai keamanan vaksinasi covid-19,” ujar dr. Natasya Ayu Andamari, Sp.A - Dokter Spesialis Anak dari Good Doctor, dalam acara MediaTalk Hari Anak Nasional: Healthy Kids Healthy Family, pada Sabtu, 24 Juli 2021.

Menurut dr. Natasya, untuk menjaga anak-anak yang belum berusia 12 tahun ini bisa dilakukan dengan mudah. Salah satu yang paling sederhana adalah dengan menjaga agar nutrisi anak tetap bergizi dan seimbang. Cara ini merupakan cara yang paling bisa dilakukan oleh orang tua.

“Kemudian yang terdengar simpel juga tapi sangat krusial adalah waktu tidur anak. Anak yang tidur cepat, bisa meningkatkan imunitas mereka. Kemudian, barulah tambahan-tambahan lainnya. Seperti kalau mengajak anak yang sudah berusia 2 tahun jangan lupa untuk menggunakan masker,” saran dr. Natasya.

Hal lain yang menurut dr. Natasya perlu dilakukan selain memakai masker adalah mencuci tangan, menjaga jarak, yang pasti adalah melakukan protokol kesehatan. Tapi memang yang menjadi basic adalah nutrisi dan tidur, serta melengkapi imunisasi anak.

“Kemudian kalau untuk vitamin sendiri, IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) sendiri merekomendasikan bahwa anak-anak bisa mengonsumsi vitamin D setiap hari. Dan sebagai tambahan, bisa juga diberikan tambahan vitamin C setiap hari dan itu aman untuk anak-anak,” kata dr. Natasya.

Menjaga anak agar tidak terkena covid-19 bukan hanya untuk mereka sendiri, tetapi juga menjaga agar orang lain tidak tertular. Meskipun masih anak-anak, bukan berarti mereka tidak bisa menularkan infeksi covid-19 kepada orang lain termasuk orang dewasa yang ada di sekitarnya.

“Anak-anak pun tetap bisa menularkan orang-orang yang ada di sekitarnya. Tapi memang kalau anak-anak itu kan biasanya jarang keluar rumah. Perlu dilihat lingkungan sekitarnya, kalau ada anggota keluarga yang bergejala atau positif covid-19 maka sebaiknya anak wajib dilakukan skrining,” tutup dr. Natasya.
(FIR)

MOST SEARCH