FITNESS & HEALTH

Cara Mencegah Cedera Tulang Belakang

Raka Lestari
Jumat 14 Januari 2022 / 17:09
Jakarta: Seseorang yang mengalami spinal cord injury atau cedera saraf tulang belakang dianggap bisa menyebabkan kematian. Hal itu dibenarkan oleh dr. Wawan Mulyawan SpBS Ketua Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf DKI Jakarta.

Menurutnya, cedera ini bisa disebabkan dua cara. Pertama langsung karena pasien mengalami kecelakaan atau jatuh. Sementara tidak langsung, yaitu karena infeksi bakteri atau virus. 

Kendati demikian, kasus cedera saraf tulang belakang jumlahnya tidak sebanyak cedera pada otak. Tidak ada data global yang persis berapa banyak orang yang memiliki cedera ini (akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh atau luka tusuk atau tembak). Namun data nasional dan regional di dunia berkisar antar 300 – 1300 orang yang mempunyai cedera saraf tulang belakang diantara 1 juta penduduk.

Pencegahan cedera saraf tulang belakang bisa dilakukan dengan:
- Mengemudi mengenakan sabuk pengaman.
- Menghindari bahaya jatuh seperti tangga atau lantai kamar mandi yang licin.
- Mengenakan alat pelindung selama olahraga, jika dibutuhkan.
- Tidak melakukan aktivitas fisik atau olahraga ekstrem seperti mendaki tebing, bersepeda gunung dan lain-lain pada orang usia lanjut, terutama wanita menopause.

Selain itu cedera saraf tulang belakang bisa menjadi cacat permanen, jika yang terjadi adalah cedera sumsum tulang belakang yang komplit atau lengkap, cacat atau kelumpuhannya akan permanen.

"Namun jika cedera tidak permanen, dalam arti hanya sebagian saraf sensorik, motorik atau otonom yang rusak alias tidak lengkap, masih memungkinkan beberapa perbaikan fungsional dari waktu ke waktu," tutur dr. Wawan.

Biasanya tindakan operasi atau obat kortikosteroid yang terlambat dalam hitungan jam atau hari dapat menyebabkan cedera yang incomplete atau tidak lengkap menjadi permanen. Karena itu dalam penanganan cedera saraf tulang belakang ada istilah : Time is essential.
(FIR)

MOST SEARCH