FITNESS & HEALTH

Kenali Gejala Umum dan Jenis Pendarahan Otak yang Diduga Diderita Tukul Arwana

Medcom
Kamis 23 September 2021 / 12:56
Jakarta: Komedian Tukul Arwana diduga mengalami pendarahan otak. Sehingga ia dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), Cawang, Jakarta Timur.

Pendarahan otak yang diduga dialami Tukul, merupakan yang terjadi dalam jaringan otak. Melansir Halodoc, pendarahan ini bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama pada pengidap stroke hemoragik atau adanya trauma otak.

Selain itu, pendarahan otak juga bisa disebabkan oleh kejadian non-trauma, misalnya pecahnya pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi (hipertensi), kelemahan struktur dinding pembuluh darah, dan amiloidosis.
 

Gejala pendarahan otak


Biasanya gejala yang muncul tergantung dari lokasi terjadinya. Contohnya, pendarahan pada bagian otak yang berkaitan dengan penglihatan akan mengalami gangguan penglihatan.

Begitu juga dengan pendarahan yang terjadi pada pusat bicara di otak menyebabkan gangguan berbicara, dan pendarahan yang terjadi pada bagian bawah atau batang otak menyebabkan gangguan dalam merespons.

Meski begitu, umumnya pengidap pendarahan otak mengalami sakit kepala parah, mual, muntah, kelumpuhan pada satu bagian tubuh, kejang tiba-tiba, mati rasa, gangguan koordinasi dan keseimbangan, serta adanya pendarahan dari telinga.
 

Jenis-Jenis Pendarahan Otak


Jika dilihat dari lokasi terjadinya, pendarahan otak terbagi tiga jenis yaitu pendarahan subarachnoid yang terjadi pada jaringan otak di bawah selaput pelindung otak.

Kemudian hematoma epidural dan subdural yang terjadi di antara otak dan tengkorak kepala, serta pendarahan intraserebral yang terjadi pada jaringan otak.

Berikut penjelasan jenis pendarahan otak berdasarkan lokasi terjadinya.

1. Pendarahan subarachnoid

Salah satu jenis stroke yang terjadi akibat adanya perdarahan pada subarachnoid, yaitu ruang yang berada di lapisan pelindung otak atau meningen. Akibatnya, pengidap perdarahan subarachnoid mengalami kelumpuhan, koma, hingga kematian.

Kondisi ini bisa terjadi akibat trauma, cedera kepala atau tanpa trauma (terjadi secara spontan). Pengidap perdarahan subarachnoid harus segera mendapat penanganan medis.

Gejala perdarahan subarachnoid yang perlu diwaspadai adalah leher terasa kaku, mual, muntah, nyeri di area bahu, lumpuh di salah satu sisi badan, kejang, penurunan kesadaran, serta penglihatan kabur, ganda atau sensitif terhadap cahaya.


2. Epidural dan subdural hematoma

Epidural hematoma adalah kondisi masuknya darah ke ruang yang ada di antara tulang tengkorak dan lapisan yang menyelimuti otak (dura), sehingga menyebabkan penumpukan darah dalam otak.

Akibatnya, pengidap epidural hematoma mengalami gangguan penglihatan, pergerakan, kemampuan berbicara, dan penurunan kesadaran. Kondisi ini terjadi akibat adanya cedera kepala yang menimbulkan keretakan tulang tengkorak, kerusakan lapisan dura.

Sedangkan, subdural hematoma adalah penumpukan darah di antara dua lapisan otak, yaitu arachnoid dan lapisan dura. Gejala yang perlu diwaspadai adalah sakit kepala, muntah, gangguan berbicara, kejang, amnesia, kesulitan berjalan, lumpuh di salah satu sisi tubuh, hingga penurunan kesadaran. Jika tak segera ditangani, epidural dan subdural hematoma bisa menyebabkan kematian.


3. Pendarahan Intraserebral

Kondisi pendarahan di dalam otak yang bisa muncul tanpa peringatan dan memburuk setelah 30 sampai 90 menit. Gejala yang perlu diwaspadai adalah kelemahan mendadak, mati rasa, gangguan berbicara, kesulitan mengontrol gerakan mata, muntah, gangguan berjalan, napas tidak teratur, dan hilangnya kesadaran.
(FIR)

MOST SEARCH